Istiqomah Hijrah Ditengah Bara Fitnah
Oleh: Nurul Aryani (Aktivis Dakwah Babel)
Berjuta warna-warni hijrah memang selalu menarik dibicarakan. Pahit manis perjalanan bisa saja dialami semua yang menempuhnya.
Kadang ada yang lelah lalu berfikir mau menyerah saja. Ada pula yang ogah dengar cuitan berbahaya yang melemahkan jiwa. Perjalanan mulus hingga berkelok ditempuh demi sebuah rumah di jannah.
Ditengah arus kebebasan yang kebablasan aturan Tuhanpun coba dikecam, diperolok-olokkan atau dijadikan bahan nyinyiran. Astaghfirullah.
Walau sobat muslimah yang sudah mantap berhijrah dikata-katain yang jelek mulai dari teroris, ajaran baru, atau dibilang radikal karena good looking. Tapi sobat sendiri pasti tau bahwa semua ucapan akan berlalu seiring berjalannya waktu. Sementara pahala keteguhan dan keistiqomahan hijrah akan terus mengalir. Karena itu setiap yang berhijrah haruslah mengingat untuk apa dia mengazzamkan diri. Godaan dunia memang banyak yang memikat namun niat tetaplah harus mantap yakni semata-mata karena Allah. Ingatlah sabda Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Demikian berlikunya perjalanan hijrah. Karena memang kondisi hari ini yang memisahkan agama dari kehidupan telah membuat islam dan penerapan ajaran-ajarannya menjadi asing dipenglihatan. Namun, hal itu memang telah dikabarkan Rasulullah SAW.
“Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing” (HR.Muslim)
Dalam riwayat yang lain :
Rasulullah- Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya “wahai rasulullah siapa yang asing itu (al-Ghuraba)?” Rasulullah- Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Yaitu orang-orang yang mengadakan perbaikan di tengah manusia yang berbuat kerusakan”.
Masyaa Allah. Berbahagialah saudariku jika kita pernah merasa terasing dari dunia yang hari ini penuh akan hiruk pikuk liberalisme. Kebebasan dalam berpendapat hingga kebebasan membawa tubuh mau kemana menjadikan banyak muslim terjerumus dalam gaya hidup yang salah.
Pandangan manusia bukanlah standar. Hal yang viral atau trending juga belum tentu benar untuk diikuti. Kita hijrah bukan karena trend tapi karena semata ingin merubah diri menjadi lebih dekat dengan Robb semesta alam.
Ingatlah bagaimana keteguhan sang sayyidah Sumayyah ketika ia mempertahankan aqidahnya dan meneguhkan dirinya bersama janji Allah dan Rasul-Nya.
Ketika siksaan yang amat berat dan sadis dialami keluarga Yassir oleh Quraisy tetapi sungguh siksaan itu tidak berpengaruh sedikitpun bagi Sumayyah. Ia tetap teguh dengan jalan yang ia pilih. Walau ia telah diseret dalam cuaca panas terik dan disiksa dengan sadis. Rasulullah bersabda kepada keluarga Yasir "Sabarlah, wahai keluarga Yasir. Sesungguhnya tempat yang dijanjikan kepada kalian adalah surga. Sesungguhnya aku tidak memiliki apa pun dari Allah untuk kalian"
Mendengar hal itu. Sumayyah istri Yasir berkata "Sesungguhnya aku telah melihatnya dengan jelas, Wahai Rasul".
Masyaa Allah. Sungguh telah lama Sumayyah meninggalkan semesta. Namun, keteguhannya dalam mempertahankan pilihan yang benar tetap hidup dalam hati siapapun yang mengambil pelajaran dari kisahnya.
Saudariku. Jika hari ini kita merasa sukar dalam hijrah. Pahit ketika berkata yang haq atau dicemooh ketika memegang kebenaran maka semoga kita berada pada jalan yang Allah tunjuki. Memang zaman yang didalamnya dipimpin oleh penguasa yang tidak berhukum pada hukum Allah atau zaman ketika teguh dalam kebenaran menjadi sulit maka ingatlah sabda dari lisan mulia Rasulullah SAW :
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Masyaa Allah. Saudariku, teruslah teguh. Teruslah istiqomah dalam hijrah hingga zaman itu menjadi memihak pada kebenaran atau kita telah kembali pada Allah SWT. Wallahu'alambisshowab. (reper/yuni)


Posting Komentar untuk "Istiqomah Hijrah Ditengah Bara Fitnah"