Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Jadi Generasi Minol!


Oleh: Choirin Fitri (Pengamat Generasi) 


Minol alias minuman beralkohol menjadi salah satu minuman yang banyak diburu. Mengapa? Karena konon katanya minuman ini berasa enak. Selain itu, mampu membuat yang meminumnya melupakan masalah dan bisa membawa angan kemana-mana. 

Nyatanya minuman beralkohol ini bukannya membawa dampak positif malah negatif. Tengok saja informasi dari Bareskrim Polri perkara pidana miras selama 3 tahun terakhir mulai tahun 2018 sampai 2020 sebanyak 223 kasus. Jika dipersentase kejahatan akibat minol ini mencapai 58%. (Jawapos.com/14112020)


Lalu, data WHO yang menyebutkan pada 2011 terdapat dua juta orang lebih meninggal dunia akibat mengonsumi minuman beralkohol, jumlah kasus bertambah pada 2014 yang mencapai 3,3 juta orang meninggal dunia di seluruh dunia. Untuk data terbaru tahun ini belum terupdate. 


Nah, melihat dampak buruk ini mestinya kita sebagai generasi muda enggan berdekatan dengan minuman memabukkan ini. Selain karena keburukan yang diakibatkannya, minol ini diharamkan oleh Allah.


Allah berfirman, "Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir." (QS. Al-Baqarah: 219).


Rasulullah Saw bersabda,

"Khamr itu telah dilaknat dzatnya, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, orang yang menjualnya, orang yang membelinya, orang yang memerasnya, orang yang meminta untuk diperaskan, orang yang membawanya, orang yang meminta untuk dibawakan dan orang yang memakan harganya." (HR. Ahmad)


Tak layak bagi generasi muslim ketika Allah mengharamkan sesuatu untuknya, ia berpaling. Karena, ciri generasi muslim adalah sami'na wa atho'na. Kami mendengar dan kami taat. 

Jika Allah telah haramkan minol,maka ia akan berusaha untuk menjauhinya bukan malah mendekatinya. Ia pun memegang satu prinsip besar, "Jangan jadi generasi minol!" Sehingga, ia akan selamat di dunia serta di akhirat. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Jangan Jadi Generasi Minol! "