Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Manusia Lebih Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat?


 

Oleh: Iis Sri Wahyuni (The Voice of MuslimahPapua Barat)


Banyak manusia yang tidak memahami arti dari kehidupan. Mereka hanya berlomba-lomba untuk mendapatkan kesenangan-kesenangan hidup duniawi. Keinginan mereka hanya memuaskan hawa nafsunya "yang penting puas". Prinsip dan misi mereka adalah bagaimana mereka dapat menikmati kehidupan, seakan-akan mereka itu tumbuh dari biji, kemudian hidup subur, lama-kelamaan akan menguning dan mati tanpa ada kebangkitan, pertanggungjawaban dan hisab.


Mereka tidak pernah sadar bahwa milik siapakah mereka? Apakah mereka tercipta begitu saja? Apakah mereka sendiri yang menciptakan diri mereka sendiri? Seperti yang Allah SWT katakan dalam QS. At-Tur:35

"Ataukah mereka tercipta tanpa asal-usul, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri"


Jawabannya pasti Allah SWT  lah yang menciptakan kita semua, memberikan kepada kita kehidupan adalah untuk suatu tujuan, dan Allah SWT menciptakan kita tidak dengan sia-sia, pasti ada tujuannya.


Allah SWT berfirman dalam QS Al-Qiyamah:36

"Apakah manusia mengira dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa ada pertanggungjawaban)?"

Maksud ayat diatas adalah bahwa kita hidup di dunia ini tidak mungkin akan sia-sia. Pasti kita memiliki aturan, hukum-hukum syariat, perintah dan larangan. Tidak mungkin bebas begitu saja apa yang kita suka kita lakukan dan apa yang tidak kita sukai kita tinggalkan.


Hidup dan mati adalah ujian. Kita hidup di dunia adalah untuk diuji, oleh karena itu kita perlu memperhatikan apa makna kehidupan dan apa makna kematian.


Sesungguhnya Allah menciptakan kita adalah untuk satu tugas yang mulia yaitu beribadah hanya kepada Allah, melakukan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zariyat:56 yang artinya, "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku"


Sehingga hidup kita ini tidaklah sia-sia,melainkan kehidupan yang sementara yang disertai oleh aturan dan makna,yang kelak  akan ditanya tentang apa yang kita perbuat selama di dunia ini. Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, ingatlah kehidupan ini hanya sebentar,pada saatnya nanti kita akan memasuki alam kubur sampai datangnya hari kebangkitan,lalu kita akan dikumpulkan di padang mahsyar,setelah itu kita akan  menghadapi hari perhitungan dan kita akan menerima keputusan dari Allah. Apakah kita akan bahagia dalam surga ataukah akan sengsara dalam neraka?


Kehidupan setelah mati adalah kehidupan panjang yang tidak terhingga. Kehidupan ini adalah kekal atau selama-lamanya atau tidak akan terputus. Sehari dalam kehidupan akhirat adalah 50000 tahun kehidupan di dunia.maka kita bisa lihat bahwa betapa pendeknya kehidupan manusia yang tidak ada seper sekian puluh ribu dari kehidupan akhirat. Oleh karena itu seorang yang berakal sehat akan lebih mementingkan kehidupan yang panjang ini.seorang yang cerdas akan menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk meraih kebahagiaan hidup di akhirat yang abadi.


Namun kebanyakan manusia lalai dari peringatan Allah di atas.mereka lebih mementingkan kenikmatan dunia yang hanya sesaat dan melupakan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'la:16-17

"Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia. Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal."


Allah hanya meminta kepada kita dalam kehidupan yang pendek ini untuk beribadah hanya kepada Nya semata dengan cara yang diajarkan oleh rasul-Nya. Hanya itu kemudian Allah akan memberikan kepada kita kebaikan yang besar di kehidupan yang panjang yaitu kehidupan akhirat.


Kematian adalah pasti, alangkah bodohnya kalau kita lebih mementingkan kesenangan sesaat dengan melupakan kehidupan abadi di akhirat nanti. Alangkah ruginya manusia yang membuang kesempatan hidupnya dunia hingga kematian menjemputnya,padahal Allah selalu memperingatkan dalam berbagai ayatNya bahwa kematian pasti akan datang dan tak tentu waktunya. Jika ia datang maka tidak akan bisa dimajukkan atau dimundurkan.

Allah berfirman dalam QS. Ali-Imran:185

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasan mu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka jahanam dan dimasukkan ke dalam surga sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memberdayakan."


Dengan demikian berarti kita harus selalu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita, sehingga ketika datang kematian kita dalam keadaan islam.

Kesempatan adalah suatu kenikmatan besar yang Allah berikan kepada kita manusia. Namun sayang, kebanyakan manusia lalai daripadaNya dan tidak menggunakan kenikmatan tersebut untuk taat kepada Allah. Hingga kesempatan itu hilang dengan datangnya kematian. Semoga kita dijauhkan dari hal yang demikian. WaAllahu alam bi ash showab. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Kenapa Manusia Lebih Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat?"