Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Ghuroba


 

Oleh: Qonita Rahma (Santriwati Pondok Pesantren Darul Bayan Sumedang)


Ketika dunia disibukkan dengan krisis ekonomi disaat semua orang sedang berjuang mencari cara  untuk menghentikan pandemi? Ketika semua orang mulai sibuk dengan urusan masing-masing, tanpa menyadari bahwa ada yang mengendalikan manusia. Kebebasan telah menguasai kita, kebebasan dijadikan sebagai kesenangan yang sebenarnya. Semua ini terjadi karena tidak adanya aturan di tengah-tengah manusia, maka jangan heran jika perilaku manusia saat ini tidak ada bedanya dengan hewan. Padahal kita telah diistimewakan dengan akal yang Allah berikan agar bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar, agar bisa berpikir bahwa hidup butuh aturan bukan kebebasan. Tak usah heran jika dulu Islam pernah menjadi negara adidaya dan menjadi pusat perhatian dunia. Bagaimana tidak? Karena Islam punya aturan, punya Tuhan, punya tujuan, dan yang ada di pikiran mereka adalah "apakah Tuhan kami ridho atas apa yang kami lakukan?". Bukan hanya kebebasan maupun kesenangan semata.


Maka dari itu, adalah hal yang sangat wajar jika ereka bisa mencetak generasi unggulan, generasi pembawa perubaha. Karena apa? Karena adanya aturan di tengah mereka, maka lahirlah ketentraman pada benak mereka. Bagaiman bisa kita berharap kalau generasi yang akan datang adalah generasi yang bisa membawa perubaha? jika generasi saat ini hanya mengisi hari harinya dengan tik tokan, kesenangan, pemuasan nafsu semata, yang hanya menyibukkan diri dengan fashion apa yang lagi trend? Apakah kita bisa berharap kepada generasi yang seperti itu? Tentu tidak. 


Kawan, ingatlah ketika Islam datang dengan keterasingan, maka akan kembali muncul dalam keadaan asing pula. Tidak perlu risau dan tidak perlu cemas ketika semua orang mengikuti arus kehidupan yang serba sekuler, mulai dari fashion terbaru, film, food, dan lain sebagainya. Sedangkan kita masih setia melawan arus tersebut dan percaya bahwa istiqamahnya kita dijalan ini tidaklah sia-sia dan akan membuahkan hasil. Tidak bisa kita mengharapkan perubahan kepada remaja-remaja diluar sana, maka mari kita titipkan perubahan ini di tangan para ghuroba, karena hanya merekalah yang layak untuk memikulnya. Apa jadinya negeri ini jika pemudanya memiliki pemikiran yang rendah? 


Maka dari itu, kita percayakan perubahan pada orang-orang yang senantiasa mengisi malamnya dengan sholat disaat yang lainnya terlelap, yang tidak bisa jauh dari Kalamullah disaat orang lain banyak sibuk dengan gadget.

Kita beda! kita lah orang asing itu. Namun tenanglah karna keterasingan itulah yang justru akan membuat kita layak menjadi agen pembawa perubahan di masa yang akan datang. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Menjadi Ghuroba"