Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mewujudkan Guru Ideal dalam Sistem Islam


 

Oleh: Mochamad Efendi


Seorang guru yang baik tidak hanya akan mengajarkan kemampuan atau pengetahuan tetapi juga membentuk kepribadian peserta didik agar sesuai dengan Islam. Seorang guru yang baik akan merasa senang saat peserta didiknya tumbuh menjadi sosok berkarakter kuat yang memahami tujuan hidupnya. Dengan karakter kuat, peserta didik tidak akan mudah dipengaruhi oleh hal buruk yang muncul dari lingkungannya. Dia tidak mudah menyerah dan memiliki keinginan yang kuat untuk maju serta menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh baik bagi teman-teman disekitarnya. Dengan membentuk peserta didik berkarakter dan berkepribadian Islam, akan mudah untuk mencapai tujuan pendidikan, yakni membentuk mereka menjadi manusia seutuhnya disamping kepribadian yang baik juga menguasai kemampuan dan pengetahuan yang ditargetkan.


Guru yang baik akan senang saat peserta didik semangat dalam belajar dibuktikan dengan banyak pertanyaan yang disampaikan tentang materi yang sedang dibahas. Pertanyaan yang dilontarkan bisa menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana materi dikuasai. Penguasa materi akan tuntas dan mendalam dengan banyak pertanyaan yang diajukan tentang apa yang sedang dibahas. Guru harusnya mengapresiasi setiap pertanyaan dan menjawabnya dengan tuntas tanpa menyisakan kebinguangan dalam pemahanan peserta didik.


Guru yang baik siap untuk dikritik. Cara mengajar yang tidak menyenangkan, penjelasan yang membingungkan atau suara yang kurang keras sering menjadi kritikan yang membangun bagi guru agar bisa memberikan pengajaran yang terbaik untuk anak didiknya. Jangan menutup mata atau yang penting materi diajarkan tapi tidak tahu mereka paham dan menguasai atau tidak. Memang tidak mudah tugas seorang guru. 


Guru yang baik senang dan bangga jika peserta didik memiliki kemampuan lebih dari dirinya. Tidak perlu sakit hati saat peserta didik mampu menunjukkan kemampuanya bahkan melebihi dari dirinya. Sebaliknya, marasa bangga jika peserta didik mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Bahkan, bila perlu mereka harus didorong untuk bisa memberikan capaian terbaik yang bisa mereka usahakan. 


Guru yang baik juga senang dan bangga saat peserta didik atau manta muridnya datang membawa kabar kesuksesan mereka bahkan jika Itu melebihi dari gurunya. Sering, peserta didik maraih kesuksesan lebih secara ekonomi. Seorang guru yang baik pasti merasa senang mendengarkan kabar tentang kesuksesan muridnya tanpa mengharapkan balasan apapun dari mereka. Melihat senyum mengembang dari peserta didiknya adalah satu kebahagiaan seorang guru.


Guru yang baik selalu mendoakan murid -muridnya agar selalu memperoleh kebaikan dan menjadi pribadi yang baik dan selalu menebarkan kebaikan bagi yang lain. Tidak bisa dipungkiri terkadang, banyak masalah yang dihadapi peserta didik, menjadi beban yang harus diselesaikan. Seorang guru tidak bisa lepas tangan, namun harus memberikan perhatian khusus dan membantu untuk menyelesaikannya. Guru harus mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah sehingga beban yang dihadapi peserta didik tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berprestasi dan berkarya.


Seorang guru akan bangga melihat peserta didiknya tumbuh menjadi pribadi hebat. Generasi cemerlang yang memiliki kepribadian Islam. Bukan uang atau jabatan tapi keberhasilan peserta didiknya meraih cita-cita yang diimpikan adalah keinginan terbesar seorang guru. Guru mengantarkan generasi untuk meraih cita-cita besar mereka, bukan imbalan materi, uang atau jabatan tapi menyaksikan keberhasilan peserta didiknya adalah imbalan terbesar yang dirasakan oleh seorang guru. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa karena jasamu mencetak generasi hebat dan cemerlang untuk masa depan gemilang yang bisa dirasakan semua orang, meskipun sebagian dari guru masih jauh dari kata sejahtera, terutama mereka yang berstatus sebagai guru honorer.


Nasib guru terpuruk hidup dalam sistem kapitalis yang mengukur kebarhasilan dengan materi, uang dan jabatan. Tugas mereka semakin berat karena sistem yang buruk membawa pengaruh buruk pada peserta didik.  Banyak peserta didik yang malas belajar, namun tidak sedikit dari mereka yang bersikap tidak hormat pada guru.  Berbagai macam kecanduan teknologi mendorong peserta didik bersikap buruk. Beban berat seorang guru dalam sistem kapitalis tidak berbanding lurus dengan imbalan kesejahteraan yang mereka peroleh. Selama ini kacamata pendidikan dalam sistem kapitalisme-demokrasi hanya memandang sebelah mata peran guru honorer. Dengan gaji yang mereka peroleh tidak sebanding dengan jasa mereka yang tanpa pamrih, untuk meningkatkan intelektualitas dan membentuk akhlak mulia pada peserta didik.


Tentunya sangat berbeda kondisi guru dalam sistem Islam. Guru sangat dihargai dan dihormati, begitu pula kesejahteraannya dijamin oleh negara. Khalifah Umar bin Khatthab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar = 4,25 gram emas).Jika dikalkulasikan, itu artinya gaji guru sekitar Rp 30.000.000. Tentunya ini tidak memandang status guru tersebut PNS atau pun honorer. Apalagi bersertifikasi atau tidak, yang pasti profesinya guru. Tidak heran di masa Khilafah dijumpai banyak generasi cerdas dan shaleh karena kesejahteraan sangat terjamin. Sungguh, Kita merindukan sistem khilafah yang sangat memperhatikan guru untuk membangun generasi cemerlang untuk masa depan negeri gemilang dengan Islam. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Mewujudkan Guru Ideal dalam Sistem Islam"