Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemuda Ngobrol Politik, Why Not?



Oleh: Ninda Mardiyanti YH. (Mahasiswi Kota Banjar)


Guys, bicara soal pemuda tidak akan pernah ada habisnya, karena pemuda memiliki gelar yang luar biasa yaitu sebagai agen perubahan. Perubahan peradaban ini akan bergantung pada pemuda, jika pemudanya bergerak maka perubahan akan segera terwujud, namun jika pemudanya diam-diam saja tanpa ada Gerakan apapun bagaimana mungkin peradaban ini  bisa terwujud? Saat ini tidak banyak pemuda yang bergerak, dantidak banyak pula pemuda yang diam, apalagi jika harus ngobrol tentang politik. 


Guys, yang terlintas dalam benak anak pemuda Ketika ngobrol tentang politik itu apa sih? Kebanyakan fikiran anak muda itu ke arah pemilu, korupsi, parlemen, Undang-Undang, betul ga? Dengan bahasannya yang berat dan terkhusus untuk para politikus atau pemerintah saja sehingga anak muda enggan untuk berpolitik. Bahkan yang lebih parah ada orang yang mengatakan politik itu kotor ga perlu bahas politik apalagi harus mencampurkan agama dengan politik. 


Itulah sederet fakta yang terjadi dalam benak anak muda Ketika disodori tentang politik. Oleh karena itu guys mesti kita ketahui ada faktor penyebab mengapa anak muda enggan untuk berpolitik, diantaranya: pertama, anak muda itu salah memahami makna politik yang sesungguhnya. Harold Laswel dia adalah ilmuan politik dari Amerika Serikat dan A. Kaplan seorang hakim senior dari Amerika Serikat mengartikan bahwa ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan. Selain itu juga William A Robson seorang akademisi Inggris mengartikan bahwa ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat. Tuh kan guys dari sisi makna saja sudah salah sehingga wajar jika yang terbesit dari fikiran anak muda tentang politik it uke arah kekuasaan. 


Kedua, disuguhi dengan fakta perpolitikan ala kapitalis yang menyebabkan anak muda tidak kritis. Sudah menjadi skenario Barat untuk membutakan anak muda dari kondisi yang sedang terjadi. Para kapital dengan mudahnya melenyapkan anak muda dengan diberikan lembaran uang sehingga anak muda tidak lagi kritis. Mereka tau suara dari anak muda itu sangat berpengaruh sekali terhadap masyarakat. Bahkan ada juga anak muda yang kritis terhadap kebijakan yang tidak sesuai atau menyengsarakan rakyat tapi merka harus rela berujung pada jeruji. Ini yang menyebabkan anak muda takut berpolitik. Padahal ya guys katanya negeri ini menerapkan system kebebasan yang didalamnya terdapat bebas berpendapat tetapi nyatanya ini tidak berlaku bagi anak muda yang kritis.


Ketiga, anak muda itu terlalu fokus dengan kehidupan pribadi, mementingkan dirinya sendiri. Lalu bagaimana dengan yang lain? Dia akan acuh dengan lingkungan sekitarnya, tidak peduli apakah orang lain sudah memenuhi kebutuhannya atau sudah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya? So, tidak pernah terfikirkan kesana, yang dia fikirkan hanyalah kesenangan individu. Padahal Rasulullah Saw bersabda “Siapa saja yang bangun di pagi hari dan hanya memperhatikan masalah dunianya maka orang itu tidak berguna sedikitpun di sisi Allah. Siapa yang tidak memperhatikan urusan kaum muslim maka ia tidak termasuk golongan mereka” HR. Ath-Thabrani. 


Gimana guys kalau sudah begini? Masih mau memikirkan diri sendiri? Sudahlah tidak berduna di sisi Allah ditambah lagi tidak diakui sebagai golongan Rasulullah. Naudzubullah 

Keempat, anak muda tidak melek politik itu karena ada upaya sistemik untuk membuat umat menjadi jumud dengan meninggalkan aktivitas politik, bahkan tidak membiarkan umat melek politik. Kita bisa melihat bagaimana kondisi dulu Indonesia dijajah oleh Belanda, Jepang, dan Portugis, dan melihat bagaimana kondisi saudara-saudara kita Palestina dijajah oleh Israel, muslim Uyghur di bantai oleh Cina, Suriah, Patani, Rohingya, muslim Ambon dan Poso mereka semua di bantai oleh orang yang tidak suka terhadap islam. Mereka seperti itu karena anak muda dilarang untuk berpolitik. Bahkan jika ada umat yang sadar betapa pentingnya berpolitik maka yang lain langsung membungkam, bahkan mengancamnya. Wajar jika saat ini banyak ulama yang di injak-injak, syariat dilecehkan, Al-Qur’an di nistakan semuanya karena dilarang untuk berpolitik. Ngeri banget ya.


Nah guys, bay the way bicara soal politik bagaimana islam memandang politik? 

Islam adalah agama yang sempurna yang tidak hanya mengatur aspek spiritual saja melainkan segala aspek kehidupan termasuk didalamnya membahas politik. Jadi, makna politik dalam islam itu berbeda dengan makna politik ala Barat tadi, jika Barat mengartikan politik adalah kekuasaan maka makna politik dalam islam itu diambil dari kata riayatus su’unil ummah artinya mengurusi urusan umat. Oleh karena itu politik islam bermakna pengaturan urusan umat dengan aturan-aturan islam, baik di dalam maupun di luar negeri. Kemudian aktivitas politik dilaksanakan oleh rakyat dan pemerintah. Pemerintah merupakan Lembaga yang mengatur urusan rakyat secara praktis lalu umat mengontrol dan mengoreksi pemerintah dalam melaksanakan tugasnya. 

Bagaimana dengan anak muda yang masih awam dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah? 


Tenang saja guys, mengoreksi tidak hanya kepada pemerintah saja tetapi jika kita menemukan sahabat kita yang khilaf terhadap syariat islam lalu mengingatkannya maka itu sudah termasuk ke dalam aktivitas politik, karena yang menjadi garis besar adalah mengurusi umat. Mudah kan? So, masih enggan untuk berpolitik? Mau sampai kapan? Anak muda itu harus banget berpolitik, memang tugas anak muda itu belajar, tetapi bukan berarti tidak melek tentang masalah umat terjadi ya guys. Justru kalua kita pandai di bidang akademik lalu ditambah pintar dalam hal politik ini menjadi poin plus buat kita, dan ini menjadi anak muda yang sesungguhnya. Anak muda yang tidak hanya fokus pada dirinya sendiri tetapi juga memikirkan kondisi umat. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Pemuda Ngobrol Politik, Why Not?"