The Real Bondo Nekad (Bonek Yang Sebenarnya)
Oleh: Anggraini Putri Mahardita
“Dan kita yakin saudara-saudara. Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita, sebab Allah selalu berada di pihak yang benar. Percayalah saudara-saudara. Tuhan akan melindungi kita sekalian. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka!!!” seru Bung Tomo dalam pidatonya.
Masih ingat ga nih sob 10 November 2020 beberapa hari yang lalu. Tepat 75 tahun lalu, yakni 10 November 1945 terjadi pertempuran besar di Indonesia, tepatnya di Surabaya loh. Yang kemudian kita peringati sebagai Hari Pahlawan.
Nah, pertempuran ini bisa dibilang sebagai jihadnya arek-arek Surabaya loh. Yaitu jihad melawan Sekutu yang diboncengi tentara NICA (Belanda) pada saat itu.
Pada 10 November adalah puncak pertempuran ketika Sekutu telah mengeluarkan ultimatumnya kepada Indonesia untuk menyerahkan persenjataan.
Jelas, Ultimatum itu jelas tak dipenuhi. Karena, tujuan mereka adalah ingin menancapkan kembali kekuasaanya di Indonesia.
Sebelum pertempuran besar itu, telah terjadi serangkaian pertempuran di sana, hingga pada 30 Oktober 1945, Brigjen Mallaby yang merupakan perwira tinggi Inggris untuk wilayah Jawa Timur terbunuh oleh arek-arek Surabaya.
Nah sobat reper tau ga kenapa pertempuran besar ini disebut juga sebagai jihadnya arek-arek Surabaya pada waktu itu ?
Karena pada saat itu Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan fatwa yakni Resolusi Jihad untuk menggerakkan pemuda, masyarakat dan juga para santri untuk bertempur dalam rangka perang suci mempertahankan kemerdekaan negeri ini.
Fatwa Resolusi Jihad yang ditetapkan pada 21-22 Oktober 1945. Lokasinya di Surabaya yang memuat diantaranya kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 wajib dipertahankan, umat Islam terutama anggota NU wajib angkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin kembali menjajah Indonesia. Dan juga setiap Muslim yang tinggal radius 94km wajib angkat senjata melawan musuh, sementara yang tinggal di luar radius harus membantu dalam bentuk materi bagi mereka yang berjuang.
Fatwa inilah yang membakar semangat juang dan jihad terutama arek-arek Surabaya. Mereka bertempur dengan berani, meski persenjataan yang kurang memadai. Serta seruan takbir Bung Tomo yang mengagungkan asma Allah dan memohon kekuatan dari Allah turut menjadi pemantik semangat jihad arek arek-arek Surabaya untuk bersatu melawan kezaliman saat itu.
Dan pada 10 November 1945 itulah arek-arek Surabaya mampu mengalahkan para penjajah. Tentu saja atas izin Allah Swt.
Wallahualam.
“Andai tak ada takbir, saya tidak tahu dengan cara apa membakar semangat para pemuda untuk melawan penjajah.” (Bung Tomo).(reper/ar)


Posting Komentar untuk "The Real Bondo Nekad (Bonek Yang Sebenarnya)"