Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Umur, Nikmat yang Terlupakan


Oleh: Mochamad Efendi


Gaes pernah kau berfikir bahwa setiap tahun umurmu berkurang, namun sering kamu tidak menyadarinya. Harusnya kita mawas diri bukan malah merayakannya dengan penuh tawa dan canda, tapi lupa dengan tujuan hidup, beribadah kepada Allah. Berkurangnya umur kita artinya waktu semakin mendekati titik akhir hidup yang mana semua nikmat akan dicabut. Harta kekayaan, jabatan, keluarga dan semua yang kita cintai dan banggakan harus ditinggalkan, tanda bahwa kematian menjemput. Sudahkah Kita siapkan dengan amalan terbaik yang bisa dijadikan bekal saat waktu berpindah ke tempat keabadian di akhirat, tempat kembalinya apakah surga atau neraka tergantung dari apa yang kita lakukan di dunia.


Selama jantung masih berdetak dan kita masih bisa menghirup udara secara gratis, artinya nikmat umur dan nikmat hidup di dunia masih bisa kita rasakan.  Allah menjadikan perhiasan dunia diatas bumi untuk manusia agar bisa diketahui siapa diantara mereka yang lebih baik amalannya untuk dipakai sebagai bekal untuk kembali ke tempat keabadian nanti. Sayangnya, banyak manusia tertipu dan menjadikan dunia sebagai tujuan. 


Ingatlah gaes, saat nikmat umur sudah dicabut berhenti pula nikmat yang lain di dunia ini. Rezeki kita terus mengalir dan dijamin oleh Allah selama kita masih punya umur. Tapi sayang tidak banyak orang menyadarinya. Banyak dari mereka mengejar semua nikmat, padahal semua Itu pasti akan menghampiri mereka. Mereka bahkan rela menjadi budak cinta dunia hanya untuk secuil nikmat yang pasti akan berakhir. Mati-matian dengan menghalalkan segala cara untuk mengumpulkan nikmat dunia yang pasti kita tinggalkan, dan lupa dengan nikmat umur yang pasti akan berakhir. Harusnya selagi masih ada umur tidak disia-siakan tapi gunakan untuk ibadah kepada Allah, mencari bekal untuk kehidupan di akhirat.


Gaes, apa yang kau lakukan saat menyadari umurmu berkurang setiap tahun. Perbanyak Istighfar atas kesalahan yang sudah kau perbuat, kemudian dengan kemauan kuat dan mengerahkan segala daya dan upaya, sekuat tenaga untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik mumpung masih ada umur dan kesempatan untuk bertaubat. Gaes, jangan mekakukan perbuatan sia-sia, pasti merugi dan menyesal saat nikmat umur tiba-tiba sudah berakhir. Tidak ada lagi kesempatan bagimu untuk memperbaiki diri dan bertaubat. Tinggal penyesalan karena waktu yang sudah berlalu tidak bisa diulang dan penyesalan tidak ada gunanya.


Ayo, gaes mumpung masih ada umur, hiasi waktumu untuk banyak berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia agar kau termasuk jiwa yang beruntung, bukan merugi apalagi celaka. Hidup ini hanya sebentar jadi tidak seharusnya kita gunakan hanya bersenang-senang yang menggelincirkanmu dan melupakan pada tujuan hidupmu. Bermain game sepanjang waktu hingga melupakan kewajiban merupakan bentuk menyia-nyiakan nikmat umur yang Terlupakan. 


Umurmu sangat berharga sehingga jangan membiarkan tanpa melakukan kebaikan. Bersenang-senang sih boleh selama tidak melanggar Syariat Allah dan selama tidak membuatmu lupa diri. Tapi alangkah lebih baik lagi jika kamu rubah mindsetmu untuk senang melakukan banyak kebaikan untuk mencari ridho Allah. Selalu introspeksi diri dan memperbaiki dan belajar dari kesalahan, bukan mencari-cari kesalahan teman. 


Kelahiran, hidup dan kematian adalah pelajaran berharga untuk direnungkan agar kita tidak lupa dengan nikmat umur yang masih ada pada diri kita. Perhatian apa yang ada disekirarmu, orang terdekat satu persatu meninggalkanmu untuk selama-lamanya karena semua yang hidup pasti akan berakhir dengan kematian dan waktu Itu diluar kehendak kita untuk mengaturnya. Kematian bisa menggampiri siapa saja tidak perduli masih bayi, anak-anak, remaja, dewasa ataupun sudah tua. Gaes, siapkan dirimu mulai dari sekarang untuk bekalmu nanti di akhirat, karena nikmat umur bisa dicabut sewaktu-waktu. Segerakan berbuat banyak kebaikan dan jangan ditunda lagi, siapa tahu hari ini adalah akhir dari hidupmu di dunia. 


Jangan lupa diri gaes nanti kamu menyesal jika tidak segera kau siapkan untuk kehidupanmu nanti di akhirat. Dunia ini hanyalah ujian dan jangan membuatmu lalai. Sudah saatnya untuk menyadari dan berubah, ingat dengan nikmat umur yang setiap tahun pasti akan berkurang dan jangan sampai nanti kamu menyesal saat nikmat umur dicabut kamu belum memiliki bekal yang cukup untuk akhiratmu.


Dalam sisa umurmu ini, hiasi dengan amalan yang disukai Allah. Gaes, mengaji dengan teman-teman agar tsaqofah keislamanmu bertambah sehingga kamu bisa mengatur hidupmu dengan Islam secara kaffah. Berdakwah adalah jalan mulia untuk menyebarkan kebaikan Islam tidak hanya untuk dirimu sendiri tapi juga orang lain. Terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik seiring bertambahnya umur agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. (reper/ar)

 

Posting Komentar untuk "Umur, Nikmat yang Terlupakan"