Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ada Apa Dengan Rohingya?


Oleh: Eqhalifha Murad

(Founder KaMuSyarIFah, Komunitas Muslimah Syar'i Hijrah Kaffah)


Rohingya? Yap.. mereka adalah penduduk muslim Myanmar yang berusaha digenosida oleh pemerintahan Budha Myanmar. Kasian banget gaes nasib orang-orang Rohingya, udahlah ga diakuin di negaranya, terusir dan akhirnya mengungsi di negara-negara sekitar. Namun apa daya, bukannya sambutan hangat yang diterima malah kini nasib mereka kembali memilukan.


Adalah negara Bangladesh yang merupakan negeri muslim ke 4 terbesar setelah Indonesia, baru-baru ini memindahkan paksa pengungsi Rohingya ke sebuah pulau yang berbahaya. Selain rawan banjir dan bencana alam lainnya, lingkungan tempat tinggal yang disediakan pun jauh dari kata layak dan higienis. Belum lagi perlakuan buruk Tentara AL yang membawa mereka ke pulau itu, seperti pelecehan terhadap kaum wanita Rohingya. Duh betapa tambah nestapanya nasib mereka. 


Kenapa sih bisa ada kejadian kaya gini? Hari gini gitu loh gaes. Bukankah dunia saat ini udah punya semacam lembaga perdamaian kaya PBB gitu, apalagi sudah ada lembaganya yakni UNHCR yang khusus menangani pengungsi. Belum lagi organisasi pembela HAM. Kok masih ada aja sih penduduk dunia yang tertindas? Kira- kira kejadiannya bisa dianalisis begini gaes: 


• Pertama, rezim Budha Myanmar merasa terancam dengan keberadaan kelompok minoritas muslim Rohingya. Mereka dituduh sebagai teroris yang harus dimusnahkan. Kemudian diburu, rumahnya dibakar, perempuan diperkosa dan banyak lagi derita tiada akhir yang dialami. Seperti terkatung- katung dilautan tanpa tujuan dan menjadi manusia perahu. Hidup, makan dan minum dari air laut. 


• Kedua, pemimpin-pemimpin di negeri Muslim tidak ada yang berani membela bahkan mengirimkan pasukan perang untuk berjihad menyelamatkan muslim Rohingya dari kebiadaban rezim Bhuda Myanmar. Semua ini akibat paham Nasionalisme dimana suatu negara tidak boleh ikut campur urusan dalam negeri negara lain. 


• Ketiga, sementara itu negara Bangladesh merasa pengungsi Rohingya adalah beban bagi mereka. Ibarat anak tiri yang hanya merugikan dan tidak memberi keuntungan dunia sedikitpun kepada mereka. Padahal pemimpin mereka yang juga muslim harusnya tau bahwa sesama muslim itu bersaudara. So.. kalo begitu apa yang harus dilakukan? Jangankan menyelamatkan mereka, mikirin kaum muslim di negeri sendiri bahkan keluarga dan masalah prbadi aja udah bikin pusing. Boro- boro mikirin orang diluar negara kita, ya ga gaes?

 

Wait..Allah telah berfirman: "..Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.." (QS al-Anfal: 72). Rasulullah SAW juga bersabda, "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad. Jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh jasad juga merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas." (HR Bukhari dan Muslim).


Jadi sekarang tinggal kita sebagai muslim mengamalkan perintah Allah dan Rasulullah diatas gaes. Namun sayangnya kaum muslim terutama para penguasa muslim telah lama meninggalkan hukum- hukum Allah ini dalam memimpin. Mereka lebih suka mengambil hukum selain hukum Allah yang dikenal dengan hukum Sekuler Demokrasi yaitu sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Dimana sistem ini telah melahirkan Nation State atau Negara Bangsa yang hanya sibuk memikirkan urusan dalam negerinya sendiri.


Padahal dulunya kaum muslim satu tubuh dalam suatu sistem pemerintahan Islam yang dipimpin oleh seorang Khalifah. Sejak tahun 1924 satu-satunya institusi pemersatu kaum muslim seluruh dunia yakni Khilafah diruntuhkan oleh musuh- musuh Islam. Sehingga kaum muslim terpecah belah dalam negara- negara kecil. Itulah mengapa sampai sekarang masih banyak kaum muslim di seluruh dunia yang tertindas. 


Semua ini karena ketiadaan seorang Khalifah yang akan membela kaum muslim dimanapun berada. Oleh sebab itu sudah kewajiban kita yang masih muda dan mempunyai pikiran cemerlang untuk menyampaikan hal ini kepada saudara- saudara muslim kita yang lain, akan pentingnya mengangkat seorang Khalifah dalam institusi yang berbentuk sistem Khilafah bukan sistem Demokrasi. Karna Demokrasi sudah terbukti tidak mampu melindungi kaum muslim.


Sebagaimana sabda Rasulullah: 


إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ 


"Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll). (reper/toriq)

 

Posting Komentar untuk "Ada Apa Dengan Rohingya?"