Agar Hijrah Nggak Balik Kucing
Oleh: Naning Prasdawati, S.Kep.,Ns (Pemerhati Pemuda)
Masalah akan senantiasa mengiringi jalan kehidupan setiap manusia. Begitulah memang sunnatullahnya. Manusia Allah ciptakan dengan masalah. Masalah untuk memenuhi kebutuhan jasmani maupun naluri-nalurinya. Naluri untuk mengagungkan sesuatu, naluri untuk eksistensi diri, naluri untuk menyayangi. Semua kebutuhan ini menuntut pemenuhan dan penyaluran. Dan disitulah terkadang muncul masalah. Dan disitu pula Allah akan melihat solusi yang kita pilih.
Terkadang orang lain itu tidak peduli bagaimana kondisi kita, situasi hati kita, masalah kehidupan kita, yang mereka tahu, kita ini muslim muslimah, kita ini cerminan islam. Maka tatkala kita sudah mantap untuk berhijrah, sejatinya kita sedang membawa branding islam ke dalam diri kita. Kemanapun, dimanapun dan bagaimanapun, branding itu melekat dan orang akan melihat. Seolah apapun yang kita lakukan, kita ucapkan, kita diamkan, dimata mereka, begitulah islam.
Seperti ibarat brand ambasador sebuah produk, maka kita yang sudah berhijrah adalah brand ambasadornya islam. Jangan sampai orang lain justru menjauh dari islam karena melihat diri kita.
“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS. An Nahl : 125)
Orang akan melihat siapapun yang sudah berhijrah seperti islam yang berjalan. Maka hiasilah diri kita dengan kebaikan-kebaikan. Sebagaimana firman Allah dalam surat An Nahl diatas.
Oleh karenanya, menjadi penting bagi kita untuk mengiringi proses hijrah tadi dengan terus thalabul ilmi kepada para guru, guru yang benar-benar guru, bukan mencukupkan diri berguru kepada video ataupun bacaan di internet, karena sejatinya ketika kita memiliki guru, kita akan merengguh ilmu sekaligus mentauladani akhlaq beliau. Selain itu, kita butuh mencari dan bergabung dengan komunitas yang positif. Karena tidak bisa kita pungkiri, memegang islam sebagai brand ambasador diri kita saat ini, adalah sebagaimana yang Allah khobarkan di dalam sebuah hadist, dari Anas bin Malik ra. Rasulullah SAW bersabda,
“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api” (HR. Tirmidzi). Wallahu a’lam bishawab.(reper/ar)


Posting Komentar untuk "Agar Hijrah Nggak Balik Kucing"