Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demokrasi Bakalan Mati


Oleh: Ninda Mardiyanti YH (Mahasiswi Kota Banjar)

Guys, melihat kondisi negeri yang kita cintai saat ini sangat begitu miris. Tengok saja permasalahan demi permasalahan tidak pernah usai, ntah sampai kapan bahkan belum beres satu permasalahan malah timbul permasalahan baru. Pandemic covid-19 yang masih banyak memakan korban, kemudian pemerintah ingin melangsungkan pilkada ditengah pandemi, kasus Papua yang memerdekakan diri, yang terbaru isu pembunuhan 6 laskar FPI menuai banyak pertanyaan dan kontroversi siapa pelaku sebenarnya? Kasus-kasus ini belum seberapa, masih banyak kasus yang belum terungkap. 

Guys, pernah gak kita berfikir sebenarnya ini akar masalahnya apa? Ternyata semua permasalahan ini penyebabnya karena diterapkannya sistem demokrasi. Bagi anak muda terkhususnya para pelajar hal ini tidak asing di telinga, karena selama kurang lebih 12 tahun dipelajari di bangku sekolah. Abraham Lincoin mengatakan bahwa demokrasi adalah suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dari pengertian tersebut, sepintas memang sangat indah jika hidup dalam naungan demokrasi tetapi ternyata itu salah, justru karena sistem itulah membuat negeri ini banyak masalah. Oleh karena itu islam menyematkan demokrasi sebagai sistem yang kufur, haram untuk diterapkan dalam sebuat negara. 

Demokrasi sistem kufur? Mengapa?

Guys, perlu kita ketahui bahwa demokrasi itu bukan berasal dari islam. Demokrasi itu buatan manusia, manusia berhak membuat aturan untuk kehidupannya yang dinamakan dengan Undang-Undang. Manusia berhak berkuasa di muka bumi ini, manusia diberikan kebebasan melakukan apapun yang mereka inginkan tanpa melihat halal dan haram. Dalam sistem ini tidak ada ruang gerak untuk menyuarakan kebenaran, rakyat tidak boleh taat secara total kepada Sang Maha Pencipta Alam Kehidupan tetapi rakyat diwajibkan tunduk kepada aturan yang dibuat oleh mereka. Itulah mengapa dikatakan bahwa demokrasi sistem kufur. 

Walaupun pergantian pemimpin sering dilakukan oleh bangsa ini, tetapi itu tidak membuat negeri ini maju dan sejahtera justru semakin rusak dan semakin sengsara. Ibarat kata seperti mobil rusak yang diganti hanya supirnya saja. Semahir apapun supir membawa mobil, jika inti dari kerusakannya tidak diganti tidak akan mulus bahkan beresiko kecelakaan. 

Guys, mau sampai kapan kita hidup di bawah sistem yang haram ini? Apakah kalian merasa betah hidup dibawah kediktatoran ini?

Saatnya kita sebagai anak muda beraksi, melawan kedzoliman, mengubah kekufuran. Banyak orang yang menyematkan status kepada kita anak muda sebagai agen of change (agen perubahan). Orang tua menaruh harapan besar kepada anak muda untuk mewujudkan janji Allah Swt dan kabar gembira dari Rasulullah Muhammad Saw. Sejarah telah mencatat ada banyak pemuda yang berhasil menaklukan peradaban. Ada Mus’ab bin Umair pemuda yang dipilih Rasulullah Saw untuk mempersiapkan Madinah menjadi tempat yang siap menerima islam menjadi sebuah negara. Muhammad Al-Fatih seorang gubernur di usia muda berhasil menaklukan konstantinopel. Khalid bin Walid berhasil melawan Persia dan Romawi dalam pembebasan kota suci Jerussalem. Thariq bin Ziyad seorang jendral yang berhasil menaklukan wilayah Andalusia. Shalahudin Al Ayubi seorang pemuda yang membebaskan Baitul Maqdis. Masih banyak pemuda hebat zaman dahulu yang berhasil memberikan pengaruh besar terhadap islam. 

Kini kita bisa melihat nampaknya demokrasi sebentar lagi bakalan mati tersebab ulahnya sendiri. Inilah kesempatan kita, saatnya kita anak muda segera beraksi untuk menyongsong kemenangan hakiki, menyebarkan cahaya ilahi ke seluruh penjuru negeri. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Demokrasi Bakalan Mati"