Hapus Ritual Pasang Kalender
Oleh: Choirin Fitri (Pemerhati Remaja)
Detik ini kita berada di penghujung tahun 2020. Kalender baru dengan angka 2021 sebentar lagi akan terpasang di dinding rumah. Namun, untuk memasang kalender baru ini biasanya tidak cukup dengan mencantolkannya di paku tapi butuh ritual.
Banyak ritual yang dilakukan jelang tahun baru. Meski saat ini Pandemi Covid-19 belum berakhir, gegap gempita ritual ganti kalender sepertinya belum surut.
Apa saja ritualnya? Yuk, kita simak!
1. Ritual Bakar Duit
What? Duit dibakar? Biasa aja, nggak usah kaget.
Biasanya saat pergantian malam tahun baru langit kelam yang temaram dengan cahaya bulan ditemani gemintang tampak berbeda. Kembang api warna-warni tampak bagai bunga mekar. Hanya sekelebat lalu pergi menghilang. Terbakar dengan terbakarnya rupiah yang digunakan untuk membelinya.
Sungguh sayang uang yang bisa digunakan untuk kebaikan malah harus terbakar demi kesenangan sesaat. Bahkan, masuk ranah mubazir yang diharamkan Islam. Karena, membeli sesuatu yang tidak ada kemanfaatannya.
2. Ritual Telolet
Terompet warna warni dengan suara teloletnya juga menjadi pelengkap ritual ganti tahun. Mau yang terbuat dari kertas, plastik ataupun lainnya semua senang membelinya. Padahal, terompet jelas bukan budaya Islam. So, sebagai generasi Islam kita tak layak meniupnya untuk merayakan pergantian kalender 2021.
3. Ritual Melek'an
Orang Jawa pasti tahu arti melek'an. Yang bukan orang Jawa perlu nambah kosa kata baru. Melek'an bahasa kerennya begadang.
Nah, saat pergantian tahun ini begadang juga menjadi ritual rutin. Jangan dibilang bedagang untuk dzikir atau tadabur Al Qur'an. Ini sih positif banget. Tapi, nyatanya lebih banyak yang begadang dengan cara kemaksiatan. Nongkrong, ngecengin cewek, mabuk, dugem, freesex, narkoba,deelel. Padahal, nggak ada manfaatnya sama sekali untuk kebaikan masa depan malah yang ada mengundang murka Allah karena melanggar aturan-Nya.
4. Ritual Mantengin Jam
Aneh bin ajaib ritual yang satu ini. Jam yang baik-baik saja dipantengumin sampai detik akhirnya tepat pukul 12.00. Padahal, detik pasti berganti menit, menit berganti jam dan seterusnya tanpa ditunggu. Ya nggak?
So, tak perlu rasanya menunggu pergantian jam jika yang dilakukan hanya kesia-siaan. Mending kita menggunakan waktu hidup yang cuma sekali dan tak tahu kapan mati ini untuk beribadah pada Allah bukan malah menentang aturan-Nya.
5. Ritual Sorak Sorai
Ritual pasang kalender baru yang nggak kalah seru adalah gegap gempita pas pergantian tahun. Sorak sorai dari berbagai sudut kota terdengar membahana. Mengekspresikan kegembiraan, begitu mereka menyebutnya.
Pertanyaannya, gembira untuk apa? Gembira karena jatah usia kita berkurang? Atau gembira karena kita masih diberi umur panjang? Jawabannya beneran ambigu.
Sejatinya, setiap hari jatah hidup kita bukannya bertambah malah berkurang. Nyatanya waktu hidup kita di dunia meski kelihatannya bertambah, aslinya terus berkurang. So, seharusnya kita menyadari bahwa pergantian tahun dari 2020 ke 2021 membuat kita mawas diri. Selain itu, harusnya membuat kita muhasabah sudah melakukan ketaatan macam apa dan kemaksiatan macam apa. Jika ternyata tahun ini banyak kemaksiatan yang dilakukan berarti tahun depan harus memperbanyak ketaatan. Ya, nggak Sob? (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Hapus Ritual Pasang Kalender "