Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Kau Dustakan Surga dan Neraka, Agar Selamat di Dunia dan Akhirat


Oleh: Mochamad Efendi


Siksa Neraka Itu sungguh nyata dan pasti, agar bisa menjadi peringatan dan mencegahmu dari perbuatan maksiat dan takut untuk melanggar Syariat Allah dengan mengikuti petunjuk Allah, ajaran Islam yang lurus dan mulia. Neraka seburuk-buruk tempat kembali dan pasti kau tidak akan kuat gaes, jika harus tinggal disana. Panasnya marahari yang menyengat dan sering membuatmu gerah, tentunya tidak ada seujung kukunya panasnya Neraka. Penderitaanmu di dunia juga tidak sebanding dengan siksa Neraka yang sungguh nyata dan pasti akan menimpa mereka yang mendustakan dan meremehkannya. Sungguh bukan orang Islam yang lebih memilih tinggal di Neraka dengan alasan akan ketemu orang-orang yang dicintai yang juga ahli maksiat. 


Gaes, surga adalah sebaik-baik tempat kembali, kabar gembira diperuntukan bagi orang-orang yang beriman dan banyak berbuat kebaikan. Nikmat surga tidak bisa dibandingkan dengan nikmat dunia yang sering dikejar dan membuat orang lupa diri. Nikmat yang luar biasa bahkan tidak bisa dibayangkan keindahannya. Semua yang ada di surga adalah kenikmatan sempurna dan Kita kekal disana untuk selama-lamanya. Jika kita yakin surga Itu ada dan nyata, pasti Kita akan terdorong untuk berbuat banyak kebaikan sesuai dengan petunjuk agama Islam.


Sungguh, rugi jika Kita menukar nikmat surga dengan secuil nikmat dunia yang pasti akan berakhir. Dan jika kita memperhatikan satu persatu orang terdekat pergi untuk selama-lamanya, bisa Kita ambil satu pelajaran yang meninggalkan Semua yang dicintai dan dibanggakan selama hidup di dunia.  Semua yang dibanggakan dan dimiliki harus ditinggalkan. Akhirnya semua tinggal kenangan dan perlahan kenangan Itu memudar dan menghilang untuk selamanya. Tidak ada lagi yang mengingat dan mengenangnya. Apakah Kita masih berani mendustakan surga dan Neraka yang pasti adanya sebagai balasan apa yang sudah Kita kerjakan di dunia.


Marilah buat jejak-jajak kebaikan sebanyak yang kita bisa sebelum kematian menjemput agar kita bisa pulang ke kampung akhirat ditempatkan di sebaik-baik tempat kembali, SurgaNya. Jangan meninggalkan Jejak keburukan yang bisa mengantarkan kita ke neraka jahanam yang pasti kita tidak akan kuat disana. Yang ada hanya tinggal penyesalan yang tidak bisa merubah apa-apa. Penduduk Neraka ingin dikembalikan ke dunia dan berjanji ingin memperbaiki semuanya agar tidak terjerumus pada lembah dosa. Tapi semua sudah terlambat dan tidak mungkin berubah dan diulang semua yang sudah terjadi di dunia. Mumpung masih ada waktu, segeralah bertaubat dan mengatur hidupmu dengan Islam secara kaffah.


Jika siksa Neraka kau dustakan, apa lagi yang bisa menyelematkanmu hidupmu dari kemungkaran dan penyimpangan. Pasti sholatpun tidak kau anggap penting dan kau remehkan karena siksa Neraka tidak membuatmu takut. Saat ini kau bisa tertawa, tapi saat waktunya tiba kematian menjemput yang tertinggal hanya penyesalan tanpa akhir. 


Gaes, saat surga dan Neraka kau dustakan, hilang pula nikmat Islam dan Iman dari dadamu. Padahal nikmat ini merupakan nikmat tertinggi dan teristimewa dalam hidup. Sementara nikmat yang lain hanya semu, semakin kau kejar, kau merasa kurang dan tidak merasa puas. Seperti halnya orang minum yang tidak menghilangkan rasa haus. Kebahagiaan hakiki tidak terasa meskipun memiliki kelebihan materi. Jiwa kering dan tidak mampu merasakan bahagia meskipun banyak nikmat dunia melingkupi hidupnya. Dia tertawa dengan kerasnya hanya untuk menutupi kesedihan dalam hatinya. Itu semua karena surga dan Neraka telah didustakan.


Tidak perlu iri dengan mereka yang terlihat beruntung, Padahal mereka berani mendustakan surga dan Neraka. Harusnya Kita kasihan, karena mereka tidak menyadari dengan perkataanya yang akan membawa mereka pada adzab dan siksa yang pedih bahkan saat dia masih di dunia. Jiwa kering, hatinya galau, pemikirannya kacau, dan tidak mungkin  merasakan kebahagiaan hakiki. Gaes, jangan sampai kau ikut-ikutan orang yang mendustakan surga dan Neraka, karena pasti dalam hatinya ada penyakit dan pikiranya sudah tidak benar karena jauh dari tuntunan dan petunjuk agama. 


Apakah kau masih berani mendustakan surga dan Neraka? Meskipun  panca indramu tidak mampu menjangkkaunya, keyakinanmu yang kuat yang menancap dalam dirimu, Islam dan Imanmu akan menuntun akalmu untuk membuktikan bahwa surga dan Neraka Itu memang ada. Jika kau yakin bahwa al-Qur'an Itu benar dan tidak ada keraguan didalamnya, kau pasti meyakini bahwa surga dan Neraka Itu ada karena al-Qur'an menginformasikan tentang surga dan Neraka sebagai balasan atas perbuatanmu di dunia.


Geas,  untuk meyakini sesuatu Itu ada dan nyata, tidak harus melihatnya. Semua yang ghoib kamu tidak mampu menjangkaunya tapi kau yakin semua Itu ada, karena yang menginformasikannya adalah tidak diragukan sedikitpun kebenarannya. Kisah sejarah kamu tidak pernah mengalami dan melihatnya sendiri tapi kamu yakin benar saat yang mengisahkan adalah pelaku sejarah yang terpercaya. Kamu tidak pernah pergi haji dan tidak pernah melihat mekah dan ka'bah langsung dengan mata kepalamu sendiri tapi kamu meyakini semua Itu ada dari kisah mereka yang  sudah menunaikan ibadah haji. Meyakini sesuatu Itu benar dan nyata tidak harus melihat dan mengalami sendiri gaes, tapi Kita meyakininya karena sesuatu Itu diinformasikan oleh yang meyakinkan yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalam, yakni al-Qur'an. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Jangan Kau Dustakan Surga dan Neraka, Agar Selamat di Dunia dan Akhirat"