Memilih Hidup Mulia di Penjara
Oleh: Kunjung Sasono (Komunitas Penulis Garis Bawah)
Meneladani ibrah Nabi Yusuf AS, yang jalan hidupnya penuh dengan cobaan dan perjuangan. Kisah-kisah terbaik didalam Al-Qur'an yang selalu menjadi pelajaran bagi umat manusia.
Kisah masyhur beliau adalah digoda oleh perempuan Zulaikha dan dibuang kedalam sumur oleh saudara-saudaranya. Sebuah kisah narasi fitnah kebohongan dan upaya pembunuhan karena iri dan dengki.
Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha diambil dari ayat-ayat Al-Quran sebagai dalil yang paling mutlak dan shahih. Kisah antara nafsu dan fitnah yang menjadikan Nabi Yusuf happy Ending pada akhirnya.
Allah SWT berfirman
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. “ (QS Yusuf : 23)
Ketampanan tak lantas membuat Nabi Yusuf jumawa. Dan memanfaatkan untuk kepuasan duniawi semata. Bersekutu dengan kenikmatan dunia dia tinggalkan dengan segala konsekwensinya.
Nabi Yusuf AS melalui ujian berat yang diberikan Allah dengan penuh kesabaran. Walau fisiknya harus dipenjara tapi hati dan pikiranya merasa bebas dan tenang. Kisah Nabi Yusuf AS mengajarkan manusia tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian berat yang diberikan Allah SWT.
Kita sebagai umat muslim harus mengambil pelajaran ini. Sekalipun konteks berbeda ujian dan cobaan yang datang. Kadang dijalan dakwahpun tak luput dari ancaman, hambatan dan rintangan.
Demi melawan corong ketidakadilan terkadang serangan bertubi-tubi menghantam para pejuang dakwah. Kriminalisasi, penjara dan bahkan nyawa melayang adalah taruhan setiap langkah perjuangan.
Terkadang dinginnya lantai penjara akan terasa lebih nikmat dibandingkan selimut hangat dari istana. Kilaunya harta dan tahta takan membuat langkah dakwah goyah dan pecah. Kejantanan terhadap kedzaliman akan teruji takala ujian itu sampai menghembuskan nafas terakhir.
Ibrah dari Kisah Nabi Yusuf AS, salahsatunya fakta itu bisa dibuat dan dipalsukan. Kita berpegang teguh pada kebenaran yang harganya mahal untuk hari ini. Politik yang kejam dan tajam terhadap lawan masih berbau menyengat hingga hari ini.
Mungkin mereka yang dzalim bisa tertawa dan lepas dari adzab dunia. Tetapi yakinlah takan mampu lolos dan lari dari pengadilan akherat. Kelak yang teraniaya akan menerima keadilan dan orang-orang dzalim akan menerima balasannya.
Allah SWT berfirman "Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak," (QS. Ibrahim : 42). (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Memilih Hidup Mulia di Penjara"