Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Gila atau Gila Belajar


Oleh: Endah Sulistiowati (Muslimah Voice) 


Pandemi Covid-19 yang seperti tidak bertepi seakan menjadi hantu yang menyasar seluruh lapisan masyarakat. Terlihat aman namun mencekam, terlihat adem tapi justru bikin mendem. Jangan berpikir bahwa kondisi sedang baik-baik saja. Satu per satu orang-orang terdekat kita tumbang, bahkan ada yang harus menyerah karena ajal menjemput. 


Ketidak adanya jaminan hidup dan keamanan untuk terbebas dari serangan pandemi memaksa kita untuk berpikir realistis. Apalagi kondisi seperti ini diprediksi akan berlangsung hingga tiga - empat tahun ke depan, sampai kondisi bisa benar-benar normal kembali. 


Mau tidak mau, perjalanan dunia sebagian harus bergeser pada kehidupan digital, untuk meminimalisir penyebaran dan infeksi virus Covid-19. Penduduk bumi pun dipaksa untuk mengikuti ritme baru ini, bisa atau tidak, yes or no, agree or disagree. 


Inilah yang menjadikan kenapa saya (penulis) berusaha untuk lebih mendalami bidang ini digital ini. Tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu. Apalagi jika banyak kebaikan-kebaikan yang diperoleh dalam ilmu tersebut. Ditambah para dunia digital ini sudah menjadi makanan sehari hari bagi generasi milenial. Sehingga mereka pula-lah yang berada digaris terdepan yang akan menerima informasi. Pun termasuk yang akan menerima dakwah. 


Apa iya kita harus terus belajar? Why not, selama belajar tidak mengganggu aktivitas dan kewajiban yang lain. Belajar apapun itu, termasuk belajar dunia digital. 


Dalam hadis anjuran menuntut ilmu atau belajar dimulai sejak lahir hingga akhir hayat.

Rasulullah SAW bersabda:


أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ


Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”


Kewajiban mencari ilmu juga dibebankan tiap Muslim sebagaian sabda Rasulullah SAW:


طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ


Artinya: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim."


Inilah yang menjadi acuan untuk kita terus belajar hal baru dan senantiasa menuntut ilmu, karena tidak ada manusia yang sempurna ilmunya. Karena kesempurnaan hanya milik Sang Maha Kuasa. So, jangan pernah keder dibilang gila belajar. (reper/zia)

Posting Komentar untuk "Belajar Gila atau Gila Belajar "