Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haruskah Aku Marah?


Oleh: Mochamad Efendi


Gaes, marah sering membuat kamu tidak bisa mengontrol diri dan tidak jarang kamu melakukan hal bodoh yang membuat kamu menyesal setelah menyadarinya. Tapi terdakadang kita harus marah saat melihat kemungkaran apalagi saat agama dilecehkan, simbol Islam dinistakan dan ajaran Islam dikriminalkan. Gaes, kita harus marah agar mereka tahu bahwa kita tidak sedang main-main untuk hal-hal yang tidak boleh menjadi bahan permainan. Gaes, marah boleh dan bahkan harus untuk menegaskan sikap kita terhadap sesuatu yang memang butuh penekanan bahwa kita sedang serius. Tapi ingat kemarahan Kita harus masih terkontrol dan bukan didasarkan kebencian yang membabi buta sehingga tidak bisa membedakan yang benar dan salah.


Marah adalah tanda cinta, tidak bisa diam saat orang yang kita cintai disakiti atau dihina. Naluriah tidak terima dan marah untuk membela yang kita cintai. Terkadang kita melihat orang tua kita marah bukan karena benci tapi tidak ingin anak yang dicintai berbuat kesalahan. Bukti cinta sering diperlihatkan dengan marah. Malah perlu dipertanyakan rasa cintanya jika diam saja saat Rasullulah yang paling dicintai dinistakan dan dihina. Bahkan, saat orang tua kita dilecehkan saja Kita tidak terima dan marah yang merupakan naluri sebagai manusia yang punya hati, perasaan dan cinta.


Gaes, kemarahan kita hanya untuk kebaikan.  Emosi kita harus tetap terkontrol dan Jangan mengikuti nafsu yang menggelincirkan kita pada kesalahan dengan meninggalkan petunjuk yang lurus dan mulia, Islam. Jangan berbuat hal bodoh hanya menuruti emosi saat kita marah. Kepala harus tetap dingin sehingga tidak sampai berbuat melampaui batas yang tidak hanya merugikan dirimu sendiri tapi juga orang lain. 


Dalam proses mendidik, terkadang seorang guru harus marah pada peserta didik yang berbuat kesalahan. Apalagi mereka yang berbuat kurang ajar dan tidak tahu bersikap yang baik. Bahkan hukuman juga terkadang diberikan pada mereka agar tidak mengulangi kesalahan yang sama kedua kalinya. Sering peserta didik terus mengingat atas kesalahan yang dilakukan dan tidak mau mengulangi lagi karena pernah dimarahi oleh gurunya. Tapi, tentunya kemarahan harus didasarkan rasa cinta karena tidak ingin melihat muridnya berbuat kesalahan. Dan kemarahan jika bisa dihindari karena hanya memunculkan pengalaman buruk pada benak peserta didik dan meninggalkan kebencian dan dendam yang tersimpan didalam hati jika dimarahi tanpa ada penjelasan yang jelas kenapa dia dimarahi. Bila perlu berikan penjelasan bahwa sebenarnya Kita tidak ingin marah namun Itu Kita lakukan hanya untuk kebaikann


Marah jangan dijadikan hobbi Gaes, dengan sedikit-dikit marah untuk hal yang tidak jelas dan tidak perlu untuk marah. Gaes, jangan mudah tersinggung dan marah, karena kamu pasti akan dijahui teman. Siapa yang akan tahan bersama orang yang suka marah. Tapi sekali-kali marah untuk menunjukkan sikap Kita untuk membela yang benar dan yang kita cintai.


Gaes, sebenarnya marah hanya akan menyakiti diri sendiri jadi tidak perlu marah untuk hal yang tidak. Tidak perlu mudah tersinggung apalagi jika Kita tahu bahwa dengan marah tidak akan membawa kebaikan. Sering orang sengaja membuat kita marah. Jangan terpancing karena Itu adalah tujuan mereka. Tidak usah dihiraujan jika Itu tidak membawa kebaikan. Gaes sesungguhnya Allah bersama orang-orang sabar yang selalu berpegang pada kebenaran hakiki, Islam. 


Ayo, Gaes berlatih untuk mengendalikan diri agar kita tidak terjebak pada kemarahan yang sia-sia, sudah menyakiti diri sendiri tapi tidak membawa kebaikan. Mereka malah membenci kita karena kemarahan yang tidak jelas. Harusnya kemarahan Kita membuat mereka tersadar dan mau berubah, menyadari kesalahannya dan menjadi lebih baik, jika tidak akhiri kemarahanmu. Gaes, manusia bukanlah musuh Kita, namun jika usaha Kita untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar gagal, serahkan semua urusan pada Allah. Bukan menyimpan kemarahan, dendam dan kebencian, tapi do'akan agar Allah menunjukkan jalan yang lurus pada mereka yang tersesat jalan.


Gaes, jika bisa lakukan sesuatu tanpa marah, kenapa tidak. Hidup ini akan lebih menyenangkan jika kita bisa bersabar tanpa harus marah-marah. Tapi marah Itu naluriah namun jangan sampai melebihi batas dan membuatmu melakukan hal bodoh. Serahkan pada Allah jika kamu tidak mampu merubah satu hal menjadi lebih baik. Tidak perlu marah tapi ingatkan terus menerus. Usahamu itulah yang terpenting karena hasil adalah urusan Allah. Tidak perlu marah jika hasil tidak seperti harapan. 


Haruskah kita marah? Kenapa tidak jika memang diperlukan untuk menunjukkan sikap kita dalam membela kebenaran hakiki tidak main-main. Namun, kemarahan Kita harus terkendali dan masih bisa berfikir jernih dengan mengikuti petunjukNya, bukan nafsu yang akan membawa pada kesalahan yang sia-sia. Meskipun marah hati tetap dingin sehingga tidak melakukan hal bodoh karena mengikuti emosi. (reper/az)

Posting Komentar untuk "Haruskah Aku Marah?"