Dahsyatnya Kekuatan Cinta
Oleh: Ummu Athifa
Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, mereka akan mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya. Para Nabi dan syuhada pun tertarik oleh mereka." (HR. at-Tirmidzi, hadist ini hasan shahih).
Cinta merupakan suata rasa yang indah dan terpatri selalu dalam benak seseorang. Rasa ini pun terkadang menuntut seseorang untuk membuktikan cintanya. Beragam cara akan dilakukan demi orang yang dicintainya mempercayainya.
Inilah yang masih sering dilakukan para millenial era saat ini. Pikiran dan tingkah lakunya hanya untuk bersenang-senang saja. Entah itu terkategori baik ataupun buruk.
Seperti yang terjadi di beberapa negara yang masih merayakan Hari Kasih Sayang (Valentine). Perayaan yang sangat identik dengan bunga serta coklat. Ya, dua komponen yang tak terpisahkan, ditambah warna merah muda menghiasi di setiap balutannya.
Maka, setiap pasangan akan saling memberikan kado untuk membahagiakannya. Bahkan, ada yang melakukan hubungan di luar pernikahan. Astagfirullah.
Itulah sedikit potret millenial saat ini. Kebebasan berperilaku telah menguasai otaknya. Sehingga, segala bentuk tingkah lakunya tidak boleh dilarang selama tidak melanggar hak orang lain. Selain itu, hantaman pemikiran Barat pun sudah merasuki pikirannya. Pemikiran yang tak ingin diatur oleh agama dalam berperilaku.
Penyaluran cinta yang salah menyebabkan kemudaratan di berbagai lini kehidupan. Dikarenakan perilakunya hanya sebatas kesenangan saja, bukan karena cinta yang sebenarnya. Itulah pemikiran millenial saat ini, bukan segera berbenah diri, tetapi semakin bermaksiat kepada Allah.
Sejatinya, tidak ada Hari Kasih Sayang. Karena hakikatnya ini dapat dilakukan setiap waktu. Tak perlu menunggu momen atau perayaan tertentu. Ini hanyalah sebuah ilusi tentang makna cinta yang sebenarnya.
Cinta hakiki sebenarnya dapat tergambar dari kisah salah satu sahabat Rasulullah Saw. yaitu Mushab bin Umair ra. Beliau adalah pemuda yang kaya raya di Mekkah. Hidup dengan kemegahan dan kemewahan sebelum masuk Islam. Kemudian, Mushab bin Umair ra. masuk Islam secara diam-diam tanpa sepengetahuan orantuanya.
Mushab meninggalkan seluruh kemewahannya setelah masuk Islam. Tak lama kemudian, Rasulullah Saw. mengutus Mushab ke Madinah untuk menjadi duta dakwah Islam. Maka, dari lisan Mushab-lah para penduduk Madinah mau menyerahkan kekuasaannya kepada Rasulullah Saw.
Demi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Mushab rela mengorbankan apa saja. Kecintaan terhadap Islam dan dakwah menjadikan Mushab sebagai syuhada. Ya, Mushab terbunuh ketika Perang Uhud dikarenakan anak panah yang tiba-tiba menghujam dadanya hingga tersungkur ke tanah.
Itulah dahsyatnya kekuatan cinta yang hanya bersandar kepada kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Begitu besarnya kenikmatan seorang hamba Allah ketika dapat merasakan cinta kepada Sang Pencipta. Sudah menjadi kewajiban untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada yang lainnya.
Dari Anas ra. sesungguhnya Nabi Saw. bersabda, "Ada tiga perkara, siapa saja yang memilikinya ia telah menemukan manisnya iman. Yaitu orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari yang lain; orang yang mencintai seseorang hanya karena Allah; dan orang yang tidak suka kembali kepada kekufuran sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke neraka." (Mutafaq 'alaih).
Wallahu'alam bi shawab.(reper/zia)


Posting Komentar untuk "Dahsyatnya Kekuatan Cinta "