Durhaka, Apakah Sedang Menjadi Trend Masa Kini?
Oleh: Cut Zhiya Kelana, S.Kom (Aktivis Muslimah Aceh)
Zaman semakin aneh dan tak lagi beradab, dimana seharusnya orang tua ditempatkan pada kemuliaan namun sebaliknya kapitalis malah menghancurkan peran orang tua yang telah mendidik dan mengasuh anaknya tanpa pamrih, malah kini dipolisikan hanya karena sebuah alasan yang sangat sepele. Dan ini sungguh memalukan konon terjadi pada masyarakat ketimuran yang sangat menjunjung tinggi adab.
Seorang anak melaporkan ibu kandungnya ke polisi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kini sang ibu yang berinisial S (36) mendekam dalam sel tahanan Polsek Demak Kota. (https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5327267/berawal-cekcok-soal-baju-ibu-yang-dipolisikan-anak-di-demak-kini-ditahan). M (40), warga asal Lombok tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) datang ke Mapolres Lombok Tengah hendak melaporkan ibu kandungnya K (60), ke polisi. Kepada polisi M hendak melaporkan ibu kandungnya karena masalah motor. (https://www.tribunnews.com/nasional/2020/06/29/kronologi-seorang-anak-di-ntb-ingin-penjarakan-ibu-kandungnya-gara-gara-sepeda-motor)
Tidak mengherankan jika saat ini dalam sistem sekuler interaksi dalam keluarga semua bernilai materi, hubungan ibu dan anak diukur dengan untung dan rugi. Hampir merata diseluruh nusantara ini terjadi, dimana setiap keluarga menghitung-hitung berapa banyak dana yang dihabiskan untuk anaknya, yang kemudian hari akan ditagih apabila anak ini gagal mewujudkan keinginan dan impiannya. Dan itu akan dianggap sebagai hutang, begitu juga anak jaman sekarang mereka mengupah dan menghitung pinjaman pada orangtuanya.
Inilah sebuah cerminan dari sistem yang rusak sehingga generasi pun rusak. Nilai liberal gagal menghadirkan penghormatan terhadap ibu sebagai pengasuh dan pendidik utama, gagal menghasilkan ketenangan sehingga ibu selalu merasa was-was terhadap efek pergaulan diluar sana dan akhirnya menghasilkan generasi durhaka, suka membantah karena dianggap hal itu biasa mencontoh apa yang dilakukan di dalam sinetron ala liberal.
Islam punya cara tersendiri untuk membentuk sebuah keluarga yaitu dengan ketakwaan individu, dimana itu akan menjadi pengontrol utama dalam sebuah keluarga. Keluarga yang dibina tanpa ilmu dan hanya berdasarkan nafsu akan mengakibatkan kehancuran seperti saat ini, karena itu diperlukan sebuah visi dan misi yang kemudian menjadi kemudi dalam berumah tangga yaitu iman dan takwa.
Selanjutnya Islam juga punya cara tersendiri bagaimana berinteraksi dengan lawan jenis selain dalam hal muamalah dan pendidikan, maka interaksi dalam hal ini diboleh kan oleh Islam untuk mencapai kemaslahatan bersama. Dan terakhir adalah negara sebagai penyokong supra system (negara) terhadap berjalannya fungsi keluarga ini. Karena tanpa negara yang menerapkan hukum, maka solusi apapun tidak akan ada habisnya. Peran penting sebuah keluarga adalah membangun generasi Islami yang akan menjadi pejuang estafet dari suatu negara. (Sistem pergaulan dalam Islam : 43). Wallahu a’lam. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Durhaka, Apakah Sedang Menjadi Trend Masa Kini?"