Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Februari Menyapa, Gaul Bebas Kian Melanda


Oleh: Nur Aini Istiqomah (Pemerhati dan Pembina Remaja Muslimah)


Alhamdulillah ya sahabat, masih diberi nikmat bisa hidup dan berbekal untuk akhirat sampai bulan februari di tahun 2021 ini. Awal 2021 kemaren, Allah sudah kasih kita peringatan bertubi-tubi, dari pandemi covid 19 yang makin menjadi, wafatnya sejumlah ulama yang hanif dan juga musibah yang silih berganti menghantam daerah-daerah di bumi pertiwi ini, semuanya bikin prihatin. Berbagai peringatan itu seharusnya menjadikan kita hamba-hamba Allah yang semakin ingat akan dekatnya kematian, saat di mana kita sudah tak mampu lagi beramal sholih sebagai bekal.


Sayangnya fakta yang ada justru menggambarkan betapa maksiat masih dan masih terus membudaya di negeri ini. Seperti yang terjadi di Ponorogo, kasus pernikahan dini meningkat hingga dua kali lipat selama pandemi. Panitera PA Ponorogo menyampaikan bahwa pihaknya menduga naiknya angka pernikahan dini karena sekolah saat ini memberlakukan belajar daring. Banyak anak-anak yang akhirnya kurang terkontrol sehingga ada yang memiliki hubungan dengan teman sekolahnya. "Karena tidak sekolah akhirnya alasan kerja kelompok dengan temannya malah berhubungan badan" ungkapnya. (Detik.com 16/09/2020). Astaghfirullah 


Dan di bulan Februari ini sangat mungkin fakta itu akan lebih parah lagi, karena ada momen yang bisa jadi pemicunya. Yup, hari valentin. Hari yang katanya buat ngungkapin rasa cinta, hanya dengan sepotong coklat ataupun seikat bunga, banyak remaja perempuan yang sampai rela mengorbankan keperawanan sebagai buktinya. Mirriisss banget.


Di bulan februari pula biasanya beberapa media ramai mengungkapkan fakta buruk pergaulan bebas yang terjadi di hari valentine. Februari tahun 2020 lalu misalnya, satpol PP kota surabaya menjaring hingga 19 pasangan zina yang rayakan valentine (suara.com 15/02/2020). Sementara di kota lain,belasan pasangan juga diciduk satpol PP di Tangerang (grid.id 15/02/2020) dan fakta serupa yang juga disampaikan beberapa media di beberapa kota lainnya.


Bisa kebayang kan, berapa banyak perzinahan terjadi di hari valentine ini. Fakta yg disampaikan media hanyalah secuil fakta yang mampu diungkap, sedangkan yang tidak terungkap, jumlahnya bisa lebih banyak. Benar-benar memprihatinkan.

Padahal efek buruknya sudah jelas terpampang. Bagi remaja wanita mereka harus rela kehilangan kehormatan, kemungkinan hamil di luar nikah, dan efek yang mungkin ditimbulkan yakni aborsi ataupun bunuh diri karena depresi. Aktivitas gaul bebas juga menjadi sarana penularan penyakit seksual seperti sifilis, gonore, herpes simplex dan HIV/AIDS. Dan yang paling ngeri adalah zina itu termasuk dosa besar!!


Semua ini adalah buah dari prinsip sekulerisme, di mana agama tidak dijadikan aturan dan standar dalam hidup. Akibatnya gaya hidup remaja saat ini jadi serba bebas hanya menuruti hawa nafsu, hingga mengabaikan aturan dari Allah. 

Dan parahnya itu semua dilindungi dalam sistem demokrasi. Bahkan didukung. 


Sahabat pasti ngerasa dong, tiap masuk bulan februari, penjualan coklat pada ada promo, dihias dg pita pink dg nuansa cinta-cintaan. Bahkan coklat dijual satu paket dengan kondom. Belum lagi media-media sekuler, tayangannya mensuasanakan serba pink dan cinta, seolah sedang kampanye mengajak para pemuda buat merayakan hari valentine.  Nah kan, gimana kita ga makin prihatin?!


Berbeda dengan Islam. Aturannya dibuat oleh Allah yang Maha sempurna, mengatur hubungan antar lawan jenis dan interaksi yang bisa timbul dari hubungan keduanya.

Dalam islam kita juga dianjurkan untuk berkasih sayang dg sesama muslim tiap hari, saling menunjukkan kepedulian, perhatian dan kasih sayang kepada sesama, baik dengam saling menebar salam, saling mendoakan, saling memberi hadiah, saling mendahulukan dan saling tolong menolong dalam kebaikan.


Eits tapi tetep dalam batasan-batasan yang tidak melanggar syariat islam ya. Ga ada yang namanya ikhtilat / campur baur laki-laki dan perempuan. Ini bukan berarti islam mengekang ya, tapi sebagai bentuk pencegahan.

Sempurnanya aturan islam memang susah untuk dibayangkan, karena belum diterapkan.


Karenanya, butuh peran para pemuda untuk memperjuangkannya. Jadi jangan berlarut dengan perayaan valentine yang unfaedah bahkan merusak aqidah. Tapi segeralah ambil peran, sampaikan kemulyaan islam, agar fakta yang memprihatinkan di atas bisa terhapuskan dan berubah menjadi fakta yang membanggakan. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Februari Menyapa, Gaul Bebas Kian Melanda"