Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haram Membawa Bahaya


Oleh: Layyina Mujahida Fillah (aktivis dakwah millenial)

     

Teman-teman, hingga saat ini, pandemi Covid-19 di negeri tercinta kita masih belum sepenuhnya berakhir. Sudah berganti tahun, namun si virus Corona masih enggan beranjak dari tanah air kita. Dan kita masih juga tidak leluasa untuk meninggalkan rumah, harus selalu menaati protokol kesehatan.

    

Meski terjadinya pandemi yang berkelanjutan ini selain karena tentu saja adanya kuasa dari Sang Maha Pencipta, juga ada bagian dari ikhtiar atau usaha manusia. Karena sebenarnya kita juga bisa berusaha untuk bisa memilih apakah membuat pandemi ini cepat berhenti atau semakin berlanjut. Pasti sering dengar kan, bahwa hidup adalah pilihan, tidak memilihpun maka itu tetap adalah pilihan.

     

Maka sebagai seorang muslim, sudah tentu dong kalau pilihan kita akan selalu sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Termasuk dalam hal pandemi Covid-19 ini, dari pandemi ini pasti kita telah menemukan dan belajar banyak hal baru, membentuk new normal dan sebagainya.

      

Namun, terlepas dari itu semua, pandemi ini adalah suatu virus yang menyebar membawa penyakit dan bisa menyebabkan kematian, juga menghambat banyak urusan baik dari sisi individu, masyarakat, dan negara. 

     

Sudah seharusnya jika kita semua ingin berusaha untuk mengusir virus Corona ini dari tanah air kita, bukan? Menghentikan pandemi ini dan beraktivitas sebagaimana biasanya. Nah, sebagai individu yang bisa kita lakukan adalah mencari pengobatan. Meskipun bukan hal yang wajib dan boleh untuk memilih bersabar, namun Rasulullah mendorong hal tersebut dan disunnahkan.

     

Rasulullah Saw bersabda: "Wahai para hamba Allah, bertobatlah. Sesungguhnya Allah SWT tidak meletakkan suatu penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit. Mereka bertanya, 'penyakit apa itu?' Beliau menjawab, 'penyakit tua'." (HR. Tirmidzi)

     

Tapi jangan lupa teman-teman, bahwa fakta virus Corona ini adalah bisa menyebar dan telah menjadi pandemi di negeri ini, maka saat ini bukanlah suatu hal yang menyangkut individu saja. Sebagai makhluk sosial, dan ibarat satu tubuh dengan seluruh saudara muslim, maka jangan sampai kita egois, memikirkan diri kita sendiri dan mengabaikan orang lain. Maka berlakulah keharaman membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada bahaya dan membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah, no 2340; Al-Daraquthni, no 4540).

Hukum Syara' juga mengatakan, "Hukum sesuatu yang memudharatkan adalah haram."


Jadi saat ini adalah kewajiban untuk menghilangkan wabah pandemi ini dan haram membahayakan orang lain dengan memperlama wabah. Maka wajiblah juga bagi individu untuk menaati protokol kesehatan dan wajib bagi negara untuk menjaga urusan masyarakat, termasuk perawatan kesehatan.


Salah satu cara ikhtiar untuk menurunkan atau menghentikan wabah penyakit ini adalah vaksin. Meski memang bukan kewajiban, namun tetap harus diperhatikan aspek membawa bahaya bagi orang lain. Karena sehatnya seseorang belum tentu tidak ada virus yang menular, orang sehat yang membawa virus bisa lebih berbahaya daripada orang yang terdampak langsung. Dan vaksin ini sebelum diberikan kepada masyarakat haruslah terlebih dahulu dipastikan keamanannya, di cek oleh ahlinya, dan diperjelas kehalalannya.


Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kita harus selalu berdoa kepada Tuhan Pencipta Semesta Alam, Allah SWT, memohon kepada-Nya untuk mengangkat wabah penyakit ini. Karena segala kuasa hanyalah milik-Nya. Dialah yang memegang hidup dan mati kita, juga seluruh yang ada didalam semesta.

Entah ini adalah ujian atau cobaan bagi kita, namun yang pasti kita harus selalu mendekat kepada-Nya, semakin taat dan menjalankan seluruh syariat, sekaligus meninggalkan yang haram dan dilarang oleh-Nya. Termasuk melakukan amar makruf nahi mungkar, dan terus berusaha untuk menegakkan daulah Islam, menjadikan Islam Rahmatan Lil Alamin. Wallahu A'lam bishowab.(reper/az)

Posting Komentar untuk "Haram Membawa Bahaya"