Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hijrah Bukan Sekedar Tentang Proses, Melainkan Progres


Oleh: Shangdriani Ode (The Voice of Muslimah Papua Barat)


Beberapa tahun terakhir, media sosial diramaikan dengan fenomena “hijrah” berbagai kalangan, termasuk Juga para artis. Fenomena hijrah yang dimaksud ini adalah berusaha untuk mempelajari Islam lebih dalam, sekaligus mengubah gaya hidup menjadi lebih kental dengan islam.


Kata hijrah berasal dari Bahasa Arab, yang artinya meninggalkan, berpindah tempat. Dalam konteks sejarah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw bersama para sahabat beliau dari Mekah ke Madinah dengan tujuan mempertahankan dan menegakkan risalah Allah berupa akidah dan syari’at Islam. Merujuk dari hijrah yang dilakukan Rasulullah Saw tersebut sebagaian ulama ada yang mengartikan bahwa hijrah adalah keluar dari “darul kufur” menuju “darul Islam” atau Keluar dari kekufuran menuju keimanan.


Hijrah sebagai salah satu prinsip hidup, harus senantiasa kita maknai dengan benar. Secara bahasa hijrah berarti meninggalkan. Seseorang dikatakan hijrah jika telah memenuhi 2 syarat, yaitu yang pertama ada sesuatu yang ditinggalkan dan kedua ada sesuatu yang dituju (tujuan), dua hal ini harus dipenuhi oleh seorang yang berhijrah yaitu dengan meninggalkan segala hal yang buruk, negative, maksiat, kondisi yang tidak kondisif, menuju keadaan yang lebih baik, positif dan kondisi yang kondusif untuk menegakkan ajaran Islam.


Banyak sekali kita dapati orang orang yang ingin berubah menjadi lebih baik, namun  ada beberapa juga diantaranya yang ingin ber hijrah namun tidak ingin ber progres dalam artian selalu berdalih dengan kata "proses". Proses ialah suatu tahapan di mana seseorang ingin mencapai tujuanya dengan cara ia selalu bergerak dalam proses tersebut, namun faktanya sering berbanding terbalik karena banyak sekali orang yang ingin ber hijrah namun tidak ingin bergerak atau tetap di tempat sedangkan Allah telah berfirman :  


“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (TQS. Ar-Ra’d [13]: 11).


Dari ayat ini kita pahami bahwa allah takan merubah keadaan kita sebelum kita sendiri yang merubahnya. Maka dari itu proses sajah tidak cukup melainkan di lengkapi dengan progres agar dapat memahami hijrah yang sebenarnya, ibaratkan kita ingin bepergian agar sampai kepada tujuan kita maka kita harus bergerak melewati tahap-tahap yang sudah di tentukan  barulah kita akan dapat sampai pada tujuan kita, tetapi jika tidak bergerak dan selalu di tempat saja maka sudah di pastikan bahwa kita tak akan  pernah bisa sampai pada tujuan yang kita inginkan. (reper/ar)

Posting Komentar untuk "Hijrah Bukan Sekedar Tentang Proses, Melainkan Progres"