Jawablah Nyinyiran dengan Prestasi dan Karya, Bukan Emosi dan Kebencian
Oleh: Mochamad Efendi
Gaes, kata nyinyir sering kita dengar saat kita ingin berubah dan hijrah. Seolah mereka tidak rela saat kita menjadi pribadi lebih baik. Tidak usah kau dengarkan kata-kata yang melemahkan tidak penting untuk dijawab dengan emosi dan kebencian tapi buktikan dengan Prestasi dan Karya nyata, dan yakinlah kamu akan bisa. Teruslah melangkah pada jalan yang lurus dan mulia sehingga perlahan kamu akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan mantab. Kuatkan langkahmu dalam hijrah dan mulailah berkarya dan mencetak prestasi. Belajar sungguh-sungguh karena Allah, perlahan kamu akan menjadi sosok hebat dan nyinyiran juga akan hilang dengan sendirinya karena kamu mampu membuktikan bahwa dengan hijrah dan berislam kaffah kamu memiliki prestasi gemilang di sekolah. Tidak hanya Itu, di masyarakat kamu tumbuh menjadi sosok berkarakter yang layak dijadikan teladan bagi remaja yang lain.
Gaes, lebih baik diam dari pada melayani kata-kata yang gak jelas yang hanya membuat emosi dan marah. Jika kau bereaksi, mereka malah senang dan merasa sudah berhasil mempermainkan perasaamu. Mereka akan lebih bersemangat membully kamu jika mudah emosi. Gk usah risau jika mereka melihat sebelah mata atas keputusanmu untuk hijrah. Kamu hijrah bukan untuk mereka tapi karena Allah agar kamu selalu tertunjuki ke jalan yang lurus. Bukankah Itu yang selalu kau mohon dalam sholatmu agar Allah menunjukimu ke jalan lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan orang-orang yang dimurkai bukan pula yang sesat.
Gaes, memang tidak mudah jika kamu memutuskan untuk hijrah, tapi yakinlah semua akan berakhir indah. Riak-riak kehidupan dan ujian dari orang-orang yang iri atas perubahan yang kau tampakkan tentunya akan menjadi ujian bagi kamu agar semakin kuat dan mantab dalam keputusanmu untuk hijrah. Sementara mereka yang mengikuti langkah-langkah syaitan, akan semakin jauh dari hidayahNya dan berakhir menyedihkan dan mendapatkan adzab yang pedih. Harusnya Kita kasihan pada mereka yang sudah sesat jalan dan kalau bisa kita ajak mereka untuk mengikuti petunjuk illahi dan mau diatur dengan Islam agar hidup mereka lebih berkah dan indah. Mereka bukan musuh tapi sahabat yang sedang sesat jalan dan butuh uluran tangan kita untuk kembali pada kebenaran hakiki, Islam.
Gaes, gak usah iri pada mereka yang dilingkupi dengan perhiasan dunia karena semua Itu kecil bahkan jika tidak kuat akan menggelincirkan mereka pada kesesatan karena tidak tahan dengan ujian dunia. Mensyukuri nikmat hidup yang kau dapat akan membuat hidupmu lebih indah dan kebahagian hakiki akan menghampiri hidupmu karena janji Allah Itu pasti, nikmat hidup akan terus bertambah karena hatimu yang pandai bersyukur.
Gaes, tidak usah malu menunjukkan identitasmu sebagai seorang muslim yang mau hijrah dan berislam secara kaffah. Tunjukkan seorang muslim sejati juga bisa berkarya dan berprestasi. Tidak usah banyak ngomong tapi semua Itu kosong tidak terbukti dan hanya untuk membela diri. Jawab semua nyinyiran dengan karya dan bukti nyata sebuah prestasi gemilang dengan tetap bangga menjadi muslim sejati dengan selalu mengkaitkan pemikiran dan perbuatan dengan Islam. Berkarya dan berprestasi dengan tetap menjaga kepribadian khas sesuai dengan Islam agar menginspirasi yang lain agar mau mengatur hidup mereka dengan Islam meskipun demikian tetap berkarya dan berprestasi
Gaes, Gaes tunjukkan pada dunia menjadi muslim sejati masih tetap bisa berprestasi dan berkarya. Berhijab atau menutup aurat dan tetap sholat pada waktunya dan tetap mengukir prestasi gemilang. Hijab dan menutup aurat adalah kewajiban bagi setiap muslim dan bukan penghalang untuk berprestasi dan terus berkarya. Bahkan dengan hijab tidak hanya sebagai identitas tapi juga menjagamu dari kejahatan syahwat dan membuatmu mulia.
Sholat tidak menghalangi dirimu untuk tetap berprestasi dan berkarya. Bahkan membuatmu akan lebih cerdas dan jiwa menjadi lebih tenang. Sholat juga media untuk berkomunikasi dengan Sang Pencinta Hidup, manusia dan alam semesta. Yakinlah, kesuksesan yang kita dapat tidak lepas dari kehendakNya dan izinNya. Manusia bisa berusaha namun Allah yang menentukan. Kamu akan menjadi sosok yang tidak arogan tapi berkarakter kuat dan tidak mudah goyah tapi mantap dalam setiap langkah hidupmu.
Mengatur hidupmu dengan Islam secara kaffah malah membuatmu lebih maksimal dalam berkarya dan berprestasi. Banyak Ilmuwan muslim dengan karya nyata yang kontribusinya bisa dirasakan sampai sekarang juga karena mereka hidup dalam sistem Islam yang mengatur hidup mereka dengan Islam secara kaffah. Generasi cemerlang karena didorong dalam Islam untuk semangat belajar dan memperdalam satu bidang ilmu sampai tuntas dan mendalam. Sebagai contoh ilmuwan muslim yang punya kontribusi besar dibidang kedokteran yang hidup dalam sistem Islam. Beliau mempunyai semangat belajar yang luar biasa karena memang belajar adalah perintah Allah. Ibnu Sina hidup di tahun 980-1037, ilmuwan pada masa Bani Abbasiyah. Beliau merupakan seorang ilmuwan muslim dunia yang berkontribusi besar di bidang kedokteran. Pemilik nama lengkap Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina ini lahir di bulan shafar 370 H atau Agustus 980 M. Beliau telah melakukan penelitian besar yang diabadikan oleh sejarah ilmu kedokteran di dunia. Ibnu Sina memiliki semangat belajar yang luar biasa, berbagai bidang ilmu beliau pelajari. Tidak hanya belajar di bidang kedokteran, Ibnu Sina juga mempelajari bidang teologi dan matematika. Sehingga tidak mengherankan apabila di usia 16 tahun beliau menjadi pusat perhatian para dokter pada zamannya.
Gaes, gak usah ragu dan tidak usah melayani nyinyiran mereka dengan emosi dan amarah yang membuat gaduh dan sakit hati serta nenyisakan kebencian tapi jawablah dengan prestasi dan karya nyata. Nyinyiran mereka juga bisa menjadi ide menarik untuk ditulis. Berkarya terus akan membuat kita menjadi lebih baik sebaliknya perlahan nyinyiran akan menghilang karena tidak mempan menghentikan keputusan kita untuk hijrah dan berislam secara kaffah. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Jawablah Nyinyiran dengan Prestasi dan Karya, Bukan Emosi dan Kebencian"