Kenapa Bisa Pecah?
Oleh: Izzatus Syifa (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang)
Miris sekali rasanya melihat permusuhan dimana-mana? Ironinya, permusuhan di zaman ini sangatlah tidak bisa disebut sebagai hal yang biasa, dimana perselisihan tak berujung terjadi hanya karena perbedaan sudut pandang. Kelompok-kelompok islam berseteru, atau merasa satu lebih mulia dari yang lain Nya, atas dasar pemahaman yang diembannya. Ikatan agama, tali persaudaraan atas dasar iman, karena berbeda pemahaman semua tak berarti seketika.
Abdul majid dalam salah satu kitabnya menuliskan, "Kenapa kita (kaum muslim) kalah? Karena kita berpecah belah. Kenapa kita berpecah belah? karena kelompok-kelompok muslim saat ini menempatkan ucapan ulamanya setara dengan ucapan Rasulullah saw.
Ya, tak bisa dielak lagi, zaman sekarang ucapan ulama seolah sabda. Bahkan ditempatkan lebih darinya. Fatwa ulama menjadi sumber hukumnya. Lantas berbeda, berarti tak bersaudara.
Padahal jelas, rasulullah saw pernah bersabda yang intinya cukup dengan kita sama-sama mengimani Allah dan RasulNya, menjalankan rukun islam yang sama, meyakini rukun iman yang sama, maka kita bersaudara.
Maka hendaklah kita kembali ke jalanNya. Jalan yang satu dimana aqidah menjadi dasar persaudaraannya. Tolak ukur mulia adalah taqwa dan hanya Allah yang benar-benar tahu tentangnya.(reper/baim)


Posting Komentar untuk "Kenapa Bisa Pecah?"