Melakukan Percepatan Diri
Oleh: Abdullah Makhrus
Bisakah kita membandingkan kehidupan pada masa lalu dengan hidup saat ini di era digital? Tentu sangat mudah kita akan memberikan penilaian. Kini, hari demi hari semua keadaan bergerak serba cepat, mudah dan instan.
Bagi anak-anak jaman digital hari ini, internet menjadi kebutuhan primer. Ibarat pepatah, sebagian orang kini mau dan terdorong melakukan sesuatu karena kebutuhan akan harta, tahta dan kuota.
Masyarakat telah beralih gaya hidup. Kebanyakan menghabiskan waktu di depan gawai atau komputer dibandingkan melakukan aktivitas di luar ruangan. Bahkan hampir semua kebutuhan cukup dipesan melalui aplikasi yang terpasang di gawai tiap orang.
Orang menjadi malas bergerak. Sebagian besar sibuk scroll ke atas lalu ke bawah. Membaca pesan Whatsapp, Facebook, Instagram dan sosial media lainnya. Bahkan sebagian disibukkan dengan memilih produk dengan belanja online di marketplace akibat tergiur berjejalnya iklan setiap detiknya di hadapannya.
Namun, tidak semua memilih aktivitas tersebut. Masih ada sebagian yang betul-betul berupaya menghasilkan karya-karya produktif yang bermanfaat menyelesaikan permasalahan hidup banyak orang. Namun, tentu jumlahnya terlalu kecil jika dibandingkan dengan penghuni bumi ini.
Sebagian orang yang tidak menghasilkan karya selalu beralibi tidak punya bakat, ide, kemampuan, bahkan modal. Semua alasan selalu cocok menjadi kambing hitam atas kemalasannya.
Padahal, yang kita butuhkan saat ini adalah menemukan alat untuk melakukan percepatan diri. Kecepatan dalam menemukan ide dan mengeksekusinya menjadi karya besar. Sebuah karya yang bermanfaat bagi umat dan menjadi mesin penghasil amal jariah.
Alat itu adalah jawaban atas tiga pertanyaan kehidupan yang paling mendasar. Jika kita berhasil menjawabnya, maka kita tidak akan menyia-nyiakan hidup tanpa sbuah amal. Saya menyebutnya dengan singkatan KTP.
Huruf K yang merupakan singkatan dari kata “Kawitane urip” atau dari mana kehidupan kita berasal? Huruf T mewakili kata “Tujuane urip” bermakna apa tujuan hidup kita? Terakhir, huruf P yang merupakan awal kata “Pungkasane urip” yang berarti akan kemana kita setelah kehidupan berakhir?
Jika kita berfikir dengan sungguh-sungguh dan berhasil menemukan tiga jawaban atas pertanyaan tersebut. Maka, kita tentu tidak akan menyia-nyiakan waktu berlalu tanpa karya dan amal besar. Bukankah setiap yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban?
Sebagaimana lirik lagu almarhum Chrisye yang berjudul "Ketika Tangan & Kaki Berkata"
Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Ke mana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami…
Semoga kita dimudahkan menjawab semua pertanyaan atas apa yang kita lakukan. Mudah-mudahan setiap detik yang kita lewatkan mampu menorehkan catatan amal kebaikan. Aamiin. InsyaAllah. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Melakukan Percepatan Diri"