Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menjadi Shalih Tidak Bisa Sendirian


Oleh: Nabila Zidane (Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban)


Kesel nggak sih kalau kita menasehati teman tiba-tiba dijawab, "Udah urus saja hidupmu sendiri, ibadahlah yang rajin dan nggak usah ngurusin orang lain. Kalo kita shalih pasti masuk surga kok."


Padahal itu opini yang menyesatkan kita, kenapa? Karena menjadi shalih sendiri dan tidak peduli sama kondisi orang yang banyak melakukan kemungkaran itu adalah sikap yang tidak mencerminkan muslim sejati. Lah kok bisa sih? Ya iya lah, kita tahu sendiri  betapa rusaknya hidup umat Islam saat ini. 


Perhatikan, sistem ekonominya memakai sistem riba, sistem pendidikannya sekular, sistem pergaulannya liberal alias serba bebas semau gue yang penting kan nggak mengganggu orang lain. Usia diatas 18 tahun dan merasa suka sama suka lanjut berzina itupun tidak masalah di sistem demokrasi ini.

Maka tak heran jika perzinahan merajalela, aborsi semakin marak, pemabukpun malah difasilitasi dengan adanya UU minuman beralkohol. Wah, wah, wah ini sih parah.

Melihat berbagai kemungkaran yang begitu parah, tidak bisa dong kita cuma mikir diri sendiri atau jadi shalih sendiri.

Ditambah lagi umat sedang digempur di semua sisi kehidupannya. Bukan oleh perang fisik tapi perang pemikiran atau ghazwul fikri.  


Pemikiran-pemikiran yang berhasil merasuki tubuh umat Islam diantaranya adalah sekulerisme dan kapitalisme. Sekulerisme adalah paham yang memisahkan kehidupan religius dan umum. Inilah yang menyebabkan umat menganggap bahwa Islam sebagai agama ritual aja. Padahal sebenarnya Islam  mengatur seluruh aktivitas manusia mulai bangun tidur hingga bangun negara.


Dampak Mengadopsi Pemikiran Barat


Mayoritas umat Islam saat ini melaksanakan kehidupan sehari-harinya berdasarkan pada kata hati alias feeling.  Alhasil mereka seringkali hanya mengambil sebagian perintah Allah dan mengabaikan sebagian yang lain. Shalatnya sih Oke tapi pacaran jalan juga. Naik haji berkali-kali tapi bisnisnya memakai sistem riba. Tadarusnya lancar tapi cuek bebek sama kondisi orang lain dan cuek terhadap kerusakan yang terjadi. 


Sadar atau tidak pemikiran merusak seperti sekulerisme inilah yang menyebabkan umat Islam disentil sedikit aja udah langsung bubar alias gampang diadu domba.


Umat Islam yang kekuatannya terpecah-pecah dan tidak paham dengan kesempurnaan agamanya sendiri jadi tidak berdaya menghadapi serangan pemikiran yang sedemikian masifnya dan ini sudah terjadi selama hampir seabad terakhir loh. Sejak runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyah pada tahun 1924. 


Ancaman Allah Bagi Mereka yang Mendiamkan Kezaliman


Minimnya kepedulian dan mengingatkan sesama akan perintah dan larangan Allah Swt membuat semakin banyak manusia-manusia yang tidak paham Islam dan merekapun justru bangga dengan dosa mereka. Apalagi kondisi ini diperparah dengan lemahnya negara dalam memelihara keimanan dan sanksi yang tidak tegas seperti koruptor yang tidak pernah dihukum dengan hukuman yang pantas malah mendapat pelayanan istimewa didalam penjara serta mendapatkan grasi yaitu pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh penguasa negeri.


Allah Swt. telah berfirman didalam alquran surat Al-anfal ayat 25 


وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ


Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.


Ingatlah, Allah akan menimpakan azab kepada siapapun termasuk orang shalih yang tidak berusaha mengubah keburukan di sekelilingnya. Ketika ia hidup, dia memilih diam dan tidak melakukan apapun untuk memperbaiki apa yang rusak, membersihkan apa yang kotor dan meluruskan apa yang menyimpang. Maka mereka akan terkena azab seperti yang menimpa pada orang-orang zalim di masa itu.


Ngeri banget kan? So jangan sampai deh kita jadi orang-orang yang diam ketika melihat kejahatan merajalela.  


Ibnu Abas berkata, "Allah memerintahkan kepada kaum mukminin agar tidak mendiamkan saja kemungkaran yang terjadi di sekitar mereka sehingga azab tidak menimpa secara merata kepada mereka. Dan ini pernah terjadi ketika Allah memerintahkan malaikat untuk menghancurkan sebuah kota dan malaikat kembali lagi kepada Allah serta berkata,


"Ya Allah aku tidak bisa menghancurkan kota itu karena ada seorang hamba yang sedang khusuk beribadah kepadaMu,"


Kemudian Allah berfirman,  "Hancurkanlah kota itu dimulai dengan siksalah orang yang sedang khusuk beribadah itu karena wajahnya tidak berubah merah ketika kemungkaran dan kezaliman terjadi di sekitarnya dan dia tidak pernah berusaha memadamkan kemungkaran itu."


Kemudian malaikat pun menghancurkan kota itu dimulai dari orang shalih tersebut.


So, membebaskan negeri ini dari azab Allah yang pedih serta memperbaiki kerusakan tuh butuh adanya aktivitas amar ma'ruf nahi mungkar alias berdakwah. Dakwah itu harus dilakukan bersama kelompok Islam ideologis dan dengan dakwah inilah yang akan mengajak seluruh umat Islam untuk melaksanakan seluruh ajaran Islam sebagai landasan kehidupan.


Oleh karena itu, kita tidak bisa shalih sendirian. Ajak teman-temanmu, masyarakat bahkan umat Islam semua untuk menjadi shalih juga ya. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Menjadi Shalih Tidak Bisa Sendirian"