Pemuda Istimewa, Beda Dengan Pemuda Pada Umumnya
Oleh: Yuyun Rumiwati
Sobat, saat dunia semakin jauh sistem Islam. Yang mendominasi sistem sekuler Kapitalisme. Maka arus putar masyarakat pun banyak terbawa sistem tersebut. Menilai bahagia dengan ukuran materi belaka. Bersibuk memoles fisik dan abai pada perbaikan isi (pemikiran dan sikap Islami).
Sobat, coba kita lihat generasi muda di sekeliling kita. Betapa banyak dari mereka, bahkan yang notabene muslim, sangat mudah terbawa arus yang disajikan media seluler. Saat arus media memblouwup budaya korea. Mereka pun mudah terpesona dan tergila-gila bahkan menjadi fans fanatiknya. Gaya-gaya jogetan dan nyanyian pun mereka gandrungi. Sungguh ini kondisi krisis identitas luar biasa.
Sobat, saat kondisi umum remaja demikian. Lalu kita ambil jalan berbeda. Maka bersyukurlah. Jangan minder apalagi "keder" ingatlah sabda Rasulullah
بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).
Maka sungguh wajar pemuda istimewa adalah pemuda yang berbeda pada umumnya. Mereka tidak pacaran saat mayoritas pemuda terlibat dalam aktivitas mendekati zina. Mereka berusaha mengenal Sirah nabinya dan sahabat-sahabatnya. Di saat pemuda yang lain terkesima dengan artis Korea. Mereka peduli terhadap negeri. Saat yang lain tak terpikir nasib negerinya. Mereka yang nanggung di seperti malamnya. Berdoa kepada rabb-Nya. Saat pemuda lain bergadang dengan game-gamenya.
Sobat, sekali lagi kokohkan iman dan taqwa. Siapkan diri melawan arus sistem jahiliyah modern ini. Sisingkan lengan baju untuk ambil peran dalam kebangkitan umat. Kalian adalah generasi penerus Shalihuddin pembebas Al-Quds. kalian adalah generasi Muhammad Al-Fatih generasi penerus penakluk konstantinopel. Dan kalianlah penerus sang pembebas kota Roma yang dijanjikan-Nya, insyallah aamiin.
Sobat, tiada kehidupan yang leha-leha dan terjebak ranjau musuh, pemutus nadi juang bagi sang generasi terbaik ummat. Tiada kata menyerah dan berputus asa atas segala usaha orang dzalim pada diri generasi Lil muttaqiina imamamaa.
Sobat, saatnya bersama bina dan siapkan bekal terbaik menghadapi satu yang pasti fajar kemenangan Islam yang pasti. Andai umur tiada mencukupi, setidaknya kita tetap kokoh dalam jalan indah menuju Husnul khatimah dan Jannah sebaik-baik tempat kembali. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Pemuda Istimewa, Beda Dengan Pemuda Pada Umumnya"