Pemuda Taat Harapan Umat
Oleh: Choirin Fitri (Pemerhati Remaja)
Pemuda adalah ujung tombak sebuah bangsa. Di tangan para pemudalah bangsa ini akan menjadi seperti apa. Jika baik pemudanya akan beruntunglah negeri ini. Sebaliknya, jika buruk kecelakaanlah yang akan didapat.
Musuh-musuh Islam tahu bahwa para pemuda Islam dengan kekuatan imannya akan mampu bangkit. Sehingga, mereka menyusun berbagai rencana untuk merusak ke-Islaman para pemuda. Mereka enggan jika para pemuda bangkit dan mampu mengalahkan mereka seperti para pemuda generasi sahabat ataupun sesudahnya.
Ali bin Abi Thalib adalah seorang pemuda. Amat muda malah ketika ia mengambil keputusan untuk beriman pada Allah dan Rasul-Nya. Dalam sirrah 9 tahun usianya ketika memutuskan untuk menjadikan iman di dada sebagai langkah kemuliaan. Lalu, seterusnya banyak pemuda di kalangan sahabat Rasulullah yang memiliki keimanan tangguh dan tak tergoyahkan.
Kita pun tak boleh lupa bagaimana Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel. Negeri yang telah dikabarkan Rasulullah akan takluk. Bahkan, Rasulullah sendiri memberi predikat pada pemimpin dan pasukan penakluknya sebagai pasukan terbaik. Saat itu komandan pasukan masih berusia 21 tahun yang ditemani pula dengan pasukan ratusan ribu dari kalangan pemuda. Nyatanya kemenangan itu nyata, para pemuda dalam barisan kesatuan pasukan Islam mampu menaklukkan benteng terkuat sepanjang zaman Konstantinopel.
Ada banyak kisah lagi yang tentunya mampu menginspirasi para pemuda jika mereka mau belajar. Kisah bagaimana heroiknya para sahabat Rasulullah dalam membela Islam, kisah para imam besar seperti Asy Syafi'i, Al Buchori, dan lainnya, kisah para penemu teknologi, dan berbagai kisah para pemuda taat pengubah peradaban. Menjadikan peradaban Islam Gilang gemilang.
Namun, sungguh amat disayangkan pemuda saat ini jauh dari kata taat. Musuh-musuh Islam telah menginstal sekularisme -pemissahan antara agama dan kehidupan- dalam diri pemuda. Hingga, para pemuda era milenial saat ini benar-benar dibuat lupa bahwa Allah telah menetapkan aturan atas segala aspek kehidupan.
Para pemuda pelan tapi pasti dijauhkan dari agama Islam yang mulia. Mereka disodorkan dengan kenikmatan dunia ala nafsu syahwat yang ujungnya adalah maksiat. Free sex, narkoba, ngegank, bucin, dan lain sebagainya menjadi corong merusak para pemuda.
Entah, jadi apa negeri ini jika pemudanya terus dicekoki dengan sekularisme? Rasanya, bisa diprediksi kerusakan masa depan bangsa telah di depan mata. Dan, nampaknya pelan-pelan Allah tunjukkan dengan berbagai bencana, kerusakan moral, dan negeri yang tak dapat merasa aman.
Kini, saatnya para pemuda peduli. Bangkitlah dengan menjadikan Islam sebagai ideologi. Pandangan hidup yang terpancar darinya aturan. Aturan yang berasal dari Allah, Dzat yang paling tahu apa yang terbaik untuk manusia.
Para pemuda harus kembali menggenggam Islam. Jangan sampai terlepas walau sedetik pun. Hingga, kemenangan akan bangkitnya Islam yang Allah janjikan terwujud. Saat itulah para pemuda taat akan menjadi pembela sejati. Akan kembali menorehkan kiprahnya dengan tinta emas dan mewujudkan satu peradaban mulai dengan Islam yang jadi pondasi kehidupan.(reper/ar)


Posting Komentar untuk "Pemuda Taat Harapan Umat"