Valentine Vs Vengantine
Oleh: Hasna Huseini, S.Kom (Member Revowriter)
Hadist Rosulullah Saw. “Barang siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” [HR. Muslim] dijadikan dalil bolehnya merayakan hari kasih sayang, oleh sejumlah remaja islam. Dan dirayakan setiap tahun dibulan Februari tepatnya pada tanggal 14. Atau disebut sebagai hari valentine. Di hari valentine ini orang-orang mengekspresikan kasih sayangnya untuk orang lain, khususnya pasangannya. Dan tidak ketinggalan para remaja juga ambil andil pada hari valentine ini.
Menjelang hari valentine, mini market, swalayan bahkan super market tidak mau ketinggalan moment ini. Mereka berlomba-lomba menjual bunga dan paket cokelat dengan berbagai hadiah dan dikemas dengan kemasan yang menarik. Bertuliskan puisi atau kata-kata cinta. Karena memang sudah menjadi tradisi pada hari kasih sayang ini, para pasangan saling memberikan hadiah.
Dan hari valentine ini sejumlah orang menjadikannya sebagai hari bebas mengekspresikan rasa cinta kepada pasangannya. Mulai dari mengekspresikan dengan memberikan hadiah, ucapan kata-kata cinta, bahkan ada juga dengan mengajak pasangannya kencan di hotel. Tidak ketinggalan para remaja juga berlomba-lomba untuk mengajak pasangannya untuk menikmati hari kasih sayang ini disebuah hotel. seperti dilansir jpnn.com (15/02/2020). Sebanyak 19 pasangan terjaring razia di beberapa hotel di Surabaya saat valentine yang digelar Satpol PP Kota Surabaya.
Tidak hanya hotel yang diburu para remaja pada hari valentine. Ternyata kondom juga laris manis beberapa tahun belakangan ini. Bahkan sanking larisnya pemerintah kewalahan untuk mengatasi masalah kondom ini. Sehingga pemerintah setempat pada hari valentine menghimbau agar penjualan kondom dibatasi. Karena penggunaan alat kontrasepsi alias kondom ini biasanya laris dibeli remaja saat malam valentine, Seperti dilansir dari JPNN.com, (12/02/2020). Mantan Kepala Satpol PP Pemprov Sulsel itu menegaskan telah mengeluarkan surat edaran di semua minimarket. "Sudah ada surat edaran dan kami arahkan ke Dinas Pendidikan dan Satpol PP. Sebenarnya tidak ada larang untuk dijual, hanya saja kami tidak ingin itu (kondom) disalahgunakan," paparnya. Untuk itu, pihaknya mengeluarkan himbauan agar penjualan sebaiknya dibatasi.
Bagi kalangan remaja yang liberal, tentu saja hal ini sah-sah saja. Karena dalam kehidupan liberal, agama tidak mempunyai hak untuk mengatur perbuatan seseorang. Jadi bebas melakukan segala sesuatu mulai dari pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktik zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Dengan paham liberal ini, realitasnya kerusakan generasi semakin merajalela dan ini berulang setiap tahunnya. Tanpa sadar kita korban dari sistem yang abai terhadap generasi. Faktanya Para remaja penerus bangsa ini semakin krisis akhlak. Krisis rasa malu. Lebih miris nya justru anak-anak remaja di negeri ini yang mayoritas islam justru latah merayakan nya dari anak muda yang masih bau kencur hingga pasangan dewasa yang bukan suami istri sah. Dan hingga saat ini negara tidak punya solusi jangka panjang untuk masalah hal ini.
Inilah akibat dari paham liberal yang menggagungkan paham kebebasan. Sehingga menghasilkan sekulerisme, agama dipisahkan dari kehidupan. Dalam paham sekuler ini agama hanya sebagai ibadah ritual semata, agama hanya urusan individu dengan Penciptanya saja. Manusia bebas menentukan apa yang dikehendaki, manusia bebas berbuat semaunya, manusia berhak membuat aturan dalam kehidupannya. Pokoknya agama tidak boleh ikut campur dalam kehidupan. Inilah potret remaja yang jauh dari islam dan pergaulan bebas dijadikan hal yang halal. Naudzubillah min dzalik.
Lantas bagaimana pandangan islam terhadap Hari Valentine? Hari Valentine bukan bagian dari kebudayaan Islam. Perayaan Valentine berasal dari Barat, yang berkembang dari sejarah tentang beberapa kisah pada zaman Romawi kuno. Dan sudah seharusnya bagi seorang muslim, untuk meninggalkan budaya valentine ini bukan malah ikut merayakannya. Karena sudah jelas didalam islam bahwa kita umat islam punya dua hari besar. Diriwayatkan Abu Dawud dan An-nasa'i, Rasulullah bersabda, “'Sesungguhnya Allah mengganti kedua hari raya itu dengan hari raya yang lebih baik, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.'' ''Biarkanlah mereka wahai Abu Bakar! Karena tiap-tiap kaum mempunyai hari raya, dan hari ini adalah hari raya kita''.
Dan islam juga melarang kita meniru-niru orang kafir. Ikut merayakan hari-hari yang diyakini oleh mereka. Atau hanya sekedar mengucapkannya. karena perayaan suatu hari raya, di dalamnya terkandung keyakinan-keyakinan dari agama-agama tertentu, maka tatkala seorang muslim ikut serta di dalam suatu perayaan atau pesta hari raya orang kafir, maka merupakan suatu kepastian dia akan terjerumus ke dalam kesesatan yang ada pada agama-agama mereka dan mungkin juga akan terjerumus ke dalam kesyirikan. Karena “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”. (HR. Ahmad).
Islam tidak melarang untuk merayakan hari kasih sayang. Bahkan islam mengajarkan untuk saling berkasih sayang karena “Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang penyayang”. (HR At-Thabrani).
Lalu bagaimana dengan remaja yang belum menikah, solusi terbaik bagi dua orang yang saling mencintai, yang ingin memadu kasih adalah dengan segera menikah bukan dengan cara merayakan valentine.
Nabi Saw. Bersabda “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang jatuh cinta selain menikah.” (HR. Ibnu Hajah). Karena dengan menikah, akan terhindar dari perbuatan maksiat. So,untuk apa merayakan hari valentine mending merayakan hari vengantine yang sudah jelas menyempurnakan sebagian agama.
Itulah islam dengan seperangkat aturannya. Islam punya solusi dari semua problem kehidupan. Bukan hanya solusi jangka pendek tapi solusi jangka panjang. Dan sudah saatnya remaja kembali ke islam. Agar dapat membentengi diri dari kerusakan sistem yang rusak. Dan sudah saatnya menjadikan islam sebagai tuntunan hidup. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Valentine Vs Vengantine"