Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Aku Malu


Oleh: Sahilatul Hidayah


“Malu dan iman itu bergandengan bersama,

 bila salah satunya diangkat maka yang lain pun akan terangkat” (HR. Al Hakim)

Judul tulisannya kek salah satu lirik atau judul lagu gitu. Hmm..buat yang tau aja yak karena nie lagu mayan jadul sih sampe aku lupa ini lirik atau judul lagu. Wkwkwk..Tapi menarik beut untuk dijadiin judul buat tulisannya aku kali ini.

Bahas apaan tulisannya aku kali ini? Yaps gampang beut ya pertanyaannya tentu saja tentang rasa malu. Kenapa pengen ngangkat tema tentang itu? Karena akhir-akhir ini ngeliat fenomena yang sedang marak baik di jagad dumay (dunia maya) maupun di jagad dunya (dunia nyata), joged-joged ala-ala pake aplikasi Tiktok. 


Ya Allah..terkaget aku ketika gak sengaja melihat tayangan di televisi tentang seorang anak kecil perempuan masih kecil usianya sekitar 3 tahunan yang sudah begitu “aduhai” berjoget dengan menggunakan mohon maaf pa””tnya. Karena anak kecil akhirnya dianggap sebagai tingkah lucu bocah  yang ngegemesin. Bahkan ketika di wawancarai di televisi Sang ibu yang sedang mendampingi bilang kalau anaknya emang udah ada bakat sejak kecil dan pandai menirukan joget-joget ala-ala yang ada di Tiktok tersebut. Ya Allah miris banget pas ngeliatnya.


Karena kepo dan gak tau sebelumnya akhirnya nyoba nyari tau gimana sih jogetnya si adek kecil ini. Ya Allah tambah auto sedih aku dibuatnya karena ya gitu itu jogetnya. Ya Allah sedih banget gitu, seorang anak apalagi seorang anak perempuan yang seharusnya diajarkan rasa malu oleh ortunya terutama ibuknya sejak kecil malah ternyata terkenal bin viral karena jogetnya yang jauh dari kata malu. 

Padahal rasa malu adalah perhiasan utama yang harusnya dimiliki oleh seorang muslimah. Rasa yang harusnya ditanamkan sejak kecil dengan pembiasaan-pembiasan yang kudunya didapat sedini mungkin. Misal: membiasakan mengenakan kerudung sejak mereka kecil bahkan sejak bayi seharusnya, memberikan batasan jelas perilaku mana saja yang itu harus mereka hindari karena rasa malu yang harusnya dimiliki.


Dengan landasan akidah yang kuat bahwa rasa malu itu adalah perhiasan terbaik yang kudunya dimiliki oleh seorang musilmah sebagai bagian dari keimanan, akan menjadikan anak perempuan yang terdidik dengan pembiasan-pembiasan yang dilakukan oleh ortunya terutama ibuknya akan tumbuh menjadi seorang muslimah yang memiliki izzah (kemuliaan) yang itu akan membuatnya terjaga dari segala hal yang akan menjerumuskannya pada hal-hal yang melanggar syariatNya.

 

Fyi ibuk dari adek kecil yang viral karena jogetnya tersebut mengenakan kerudung lho berarti seharunsya kewajiban beliau untuk mengajarkan anak perempuannya tersebut untuk menutup aurat juga dan seyogyanya juga memberikan batasan jelas dan tegas terkait dengan mana saja perilaku yang kudunya dihindari karena rasa malu yang kudunya dimiliki bagi seorang muslimah.


Nah dari sini apa yang bisa kita ambil pelajaran temans? Kita, yang punya identias sebagai seorang muslimah maka kita harus begitu bangga menunjukkan identitas kita tersebut. Mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat-Nya dengan jilbab dan kerudung dan memiliki rasa malu dalam diri. Gak perlu rempong dengan segala pernak-pernik polesan wajah yang mehong itu, karena ketika kita sudah menghiasi diri kita dengan rasa malu sebagai perhiasan terbaik kita sebagai muslimah akan menjadikan kita akan memiliki izzah sehingga kita akan selalu dijaga olehNya.

 

Jadi kalau ada temen yang ngajakin buat berjoget ala-ala di Tiktok cukup bilang maaf aku malu sama Allah.. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Aku Malu"