DAHSYATNYA ISRA' MI'RAJ NABI ﷺ
Oleh: Nur Aini Istiqomah
(Pemerhati dan Pembina Remaja Muslimah)
Alhamdulillah ya sobat reper, Allah masih ijinkan kita bisa bernafas hari ini, hari ke 28 bulan Rajab, tepatnya hari di mana Rasul ﷺ diperjalankan Allah hingga ke sidratul Muntaha...Yup, ini adalah hari Isra' Mi'raj sob.
Nah agar hari libur kalian lebih berfaedah, sini duduk manis dulu, sambil baca informasi full faedah. إن شآء الله
Sobat reper dah tau gak nih, bahwa ada peristiwa dahsyat lainnya saat Rasul tercinta kita berisra' mi'raj selain dari perintah sholat?? Oke, Cekidot yaa sob..
Jadi sob, Isra’ dan Mi’raj adalah peritiwa yang mengajarkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT. Betapa dengan mudahnya Allah SWT memperjalankan hamba-Nya pada jarak yang begitu jauh, tetapi ditempuh dalam waktu amat singkat. Kemudian Allah SWT menunjukkan peristiwa2 dahsyat sebagai tanda-tanda kebesaran Allah selama perjalanan Rasul ﷺ hingga pulang kembali ke Makkah. Sebagaimana yang telah dikabarkan Allah ta'ala di dalam Alqur'an:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Mahasuci Allah Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al- Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepada dia sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (TQS Al-Isra’ [17]: 1).
Peristiwa dahsyat apakah itu??
Rasullullah Muhammad ﷺ Menjadi Imam Para Nabi
Waauww... Maa syaa Allah kan Nabi kita ini....Jadi, ketika sedang berisra' mi'raj itulah Allah SWT izinkan beliau mengimami para nabi dan rasul dalam satu salat berjamaah.
Mengenai peristiwa ini Rasulullah ﷺ bersabda, “Sungguh telah diperlihatkan kepadaku jemaah para nabi. Ada Musa sedang berdiri salat. Dia lelaki tinggi kekar seakan-akan ia termasuk suku Sanu’ah. Ada Isa bin Maryam as. sedang berdiri salat. Manusia yang paling mirip dengan dia adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Ada pula Ibrahim as. sedang berdiri salat. Lantas aku mengimami mereka…” (HR Muslim).
Dahsyat bukan?! Inilah salah satu kemukjizatan yang Allah SWT berikan kepada beliau. Allahlah satu-satunya yang mewafatkan seluruh manusia. Allah pula yang sanggup membangkitkan mereka. Karena itu semestinya tak ada keraguan sedikit pun dalam benak kita sebagai seorang Muslim melainkan meyakini peristiwa agung ini sob.
Keunggulan yang Allah SWT limpahkan kepada RRasulullah ﷺ dengan mengimami para nabi dan rasul adalah ketetapan yang agung. Demikianlah, Allah SWT telah mengutamakan sebagian nabi atas sebagian nabi yang lain (QS al-Baqarah [2]: 253).
Kepemimpinan Rasulullah ﷺ sebagai imam para nabi bukan sekadar dalam salat pada saat Isra’ dan Mi’raj, tetapi berlangsung hingga Hari Akhir. Ketetapan ini disampaikan Allah ta'ala di dalam Alqur'an juga, cek..
أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَا قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
(Ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan sungguh-sungguh mengimani dan menolong dia.” Allah berfirman, “Apakah kalian mengakui dan menerima perjanjian-Ku atas yang demikian?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Allah berfirman, “Kalau begitu, saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian.” (TQS Ali Imran [3]: 81).
Imam as-Sa’di menjelaskan ayat di atas: “Dengan demikian setiap nabi, andai bertemu dengan Nabi Muhammad ﷺ niscaya diwajibkan mengimani, mengikuti sekaligus menolong beliau. Beliau adalah imam mereka, yang membimbing mereka dan panutan mereka. Dengan demikian ayat yang mulia ini bagian dari keagungan petunjuk atas keluhuran martabat beliau, dan menunjukkan bahwa Rasulullahﷺ adalah nabi yang paling utama serta pemimpin bagi mereka.” (As-Sa’di, Taysir al-Karim ar-Rahman fi Tafsir Kalam al-Manan , 1/136).
Nah, Kabar ini pula yang disampaikan Rasulullah ﷺ kepada Umar bin al-Khaththab ra. pada saat beliau menegur Umar yang membawa lembaran-lembaran Taurat:
“Sungguh aku datang kepada kalian membawa (wahyu) yang putih bersih. Andai Musa masih hidup, tidaklah ia melakukan apa-apa selain mengikutiku.” (HR Ahmad).
Karena itulah kelak pada Hari Akhir semua manusia akan berkumpul di bawah kepemimpinan Rasulullahﷺ sob, yakni di bawah naungan Liwa al-Hamd . Rasulullah ﷺ Bersabda,
أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ، وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلاَ فَخْرَ، وَ مَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلاَّ تَحْتَ لِوَاءِيْ
“Akulah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat dan bukannya sombong. Di tanganku Bendera al-Hamd dan bukannya sombong. Tidak ada seorang nabi pun, tidak pula Adam, juga yang lainnya ketika itu, kecuali semua di bawah benderaku.” (HR at-Tirmidzi).
Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kekhususan Nabi Muhamad ﷺ atas semua manusia.
Tentang hal ini Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahulLah berkata, “Muhammad ﷺ adalah imam para nabi dan juru bicara mereka serta pemberi syafaat mereka. Umatnya adalah umat terbaik dan para sahabatnya adalah para sahabat terbaik para nabi.” (Ibnu Qudamah, Lum’ah al-I’tiqad , 1/28).
Jadi sob, setelah Nabi Muhammad ﷺ diutus membawa Islam, semua agama yang dibawa oleh para nabi dan rasul sebelumnya otomatis telah gugur masa berlakunya, terhapus ajarannya, dan semua umat manusia termasuk kita² nih, wajib memeluk Islam dan menjalankan syariat beliau. Rasulullah ﷺ bersabda,
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, mendengar tentangku, kemudian dia meninggal dan tidak mengimani agama yang aku bawa, kecuali dia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR Muslim).
Baidewei, sampai sini sobat reper makin takjub ga sih sama Nabi kita ini?! Ngerasa beruntung banget gitu ya kita, jadi bagian dari ummatnya. Hehe. Tapi jangan Cuma seneng doank, kita juga harus membuktikan bahwa kita layak menjadi golongan yang akan diakui Rasulullah ﷺ sebagai ummatnya. Segala sesuatu kan pasti ada konsekuensinya, ya gak?!
Kewajiban Memimpin Dunia
Jadi sob, kemuliaan yang dilimpahkan kepada Rasulullah ﷺ membawa konsekuensi, yakni Islam dan umatnya wajib memimpin dunia. Karena, semua nabi dan rasul telah menyerahkan umat mereka kepada Nabi Muhammad ﷺ juga menundukkan agama mereka pada agama Islam.
Tapi faktanya, kondisi saat ini menunjukkan bahwa umat Muslim justru dipimpin oleh sistem selain Islam. Bahkan gak sedikit umat islam yang masa bodo dengan agamanya, bahkan membelakangi ajaran nabi mereka sendiri. Padahal Allah SWT telah menetapkan bahwa Islam akan terus memimpin umat manusia dan mengalahkan semua agama dan sistem lain yang batil (QS ash-Shaf [61]: 9).
Nah karna itulah sobat reper yg budiman, ada beberapa hal.yang bisa kita lakukan:
1. Kita sebagai umat Muslim wajib meneguhkan keimanan kita, bahwa hanya Islamlah sebagai satu-satunya agama yang agung dan mengalahkan semua agama serta ajaran yang lain. Tak ada yang lebih tinggi dibandingkan Islam.
اْلإِسْلاَمُ يَعْلُوْ وَلاَ يُعْلَى
“Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.” (HR ad-Daruquthni).
2. Kita juga wajib selalu mengikatkan diri dengan syariat Islam dan tidak melepaskan ketaatan sejengkal pun dari agama Allah ini. Karena sob, sesungguhnya kemunduran umat hari ini diakibatkan mereka telah melepaskan diri dari ajaran islam, gitu..
Coba cek, adakah penghafal Alqur'an yang hidupnya berantakan? Ga ada, bahkan mereka dihormati, disegani, karna Allah telah tinggikan derajat mereka dengan Alqur'an. Sebaliknya coba tengok anak anak punk, yang seolah mereka ga punya tujuan hidup, apa mereka sholat? Apa mereka taat sama Allah? Kecil kemungkinan yang demikian sob. Jadi agama itu cahaya sob, petunjuk arah hidup kita, jangan jauh jauh ya dari agama. Genggam erat aqidahmu, jaga dengan taat.
3. Nah selanjutnya kita wajib berjuang menegakkan kembali kepemimpinan Islam atas dunia ini sob. Sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ telah memimpin dunia, trus kepemimpinan Rasulullah ﷺ ini dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah setelah mereka.
Islam saat itu memimpin dunia dan mengayomi seluruh ummat yg lain, karena kepemimpinan Islam atas dunia bukanlah kepemimpinan berdarah-darah, melainkan kepemimpinan di atas landasan tauhid dan keagungan syariah Allah ta'ala yang mendatangkan rahmat bagi umat manusia.
Banyak catatan sejarah yang menunjukkan dunia menaruh harapan dan bantuan pada kepemimpinan Islam (Khilafah Islam). Bangsa Irlandia Utara, misalnya, pernah mendapatkan bantuan saat tertimpa Great Hunger (kelaparan parah) pada tahun 1845-1852 M yang menewaskan lebih dari sejuta warga Irlandia.
Kala itu Sultan Ottoman Turki Abdul Majid I mengirimkan bantuan sebesar 10.000 sterling dan tiga kapal penuh bahan makanan demi membantu para petani Irlandia. Padahal Ratu Victoria hanya meminta Sultan untuk mengirimkan 1.000 sterling saja. Keren gak sob!!
Trus khilafah Utsmaniyah juga pernah menyelamatkan 1.500 bangsa Yahudi dari pembantaian umat Kristiani Spanyol dalam peristiwa Inkuisisi pada Juli 1492. Saat itu Sultan Bayezid II mengirimkan Angkatan Laut dari negeri Ottoman di bawah komando Laksamana Kemal Reis ke Spanyol untuk mengevakuasi mereka dengan selamat ke Tanah Ottoman (sekarang Turki).
Itu hanya secuil kisah kepemimpinan Khilafah Islam yang mengayomi dunia, Muslim maupun non-Muslim. Coba bandingkan dengan saat ini. Umat Muslim dibantai di berbagai belahan dunia tanpa ada satu pun yang membela. Hiks..
Karena itulah sob, coba kita renungkan peristiwa Isra’ dan Mi’raj lagi, kala semua nabi dan rasul menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Rasulullah ﷺ dan semua bermakmum kepada beliau.
Tapi sayangnya, kalau kita perhatikan ummat islam saat ini, mereka malah menjadikan pemikiran asing sebagai imamnya. Kapitalis sekuler telah meracuni pemikirannya. Standar hidupnya bukan lagi halal/haram, tapi yang penting happy. Na'udzubillah...
Rasulullah ﷺ bersabda, “Ikatan Islam akan terlepas satu demi satu. Setiap kali satu ikatan terlepas, manusia akan bergantung pada ikatan berikutnya. Yang pertama kali akan terlepas adalah pemerintahan dan yang terakhir adalah shalat.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).
(reper/toriq)


Posting Komentar untuk "DAHSYATNYA ISRA' MI'RAJ NABI ﷺ"