Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Generasi Islam, Generasi Smart dan Syar’i


 

Oleh: Thama Rostika (Forum Remaja Smart n syar’i Ciamis)


Sahabat, kiranya benar apa yang disabdakan Rasulullah saw,


نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ


"Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang". (HR Al-Bukhari).


Hadist, di atas mengingatkan kita terutama pada masa pandemi yang masih berlangsung saat ini, dimana kita lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, dan keadaan ini sering membuat lalai, menjadi mager dan menghabiskan waktu tanpa guna. Berjam-jam main game, nonton drakor, tik-tokan. Remaja saat ini lebih banyak galau, baper, dan jadi korban bucin. 


Jika menoleh ke belakang, kiranya keadaan remaja saat ini jauh berbeda dengan remaja terdahulu. Al-quran telah menjelaskan tentang kisah-kisah pemuda, kapan pun dan bagaimanapun keadaan umat ini, selalu dihiasi semangat muda yang bergelora untuk menjaga panji umat ini agar tak  jatuh, sejak dahulu hingga Allah memenangkan kembali agama-Nya tegak sampai kelak dunia ini hancur.


Sejatinya remajalah yang menjadi tulang punggung utama sebuah pembaruan, sebagai agen perubahan menuju kebangkitan sebuah peradaban. Sejarah mencatat, semangat  darah kaum mudalah yang menjadi energi sebuah kebangkitan atau penaklukan wilayah.

Allah SWT berfirman :


“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (TQS al-Kahfi [18] : 13).


Lantas, tidakkah kita malu ketika hanya menjadi remaja islam yang hanya rebahan, baperan, menghamba pada syahwat sementara para pemuda yang kelak akan bersama Rasulullah Saw di surga-Nya adalah mereka yang hidupnya didedikasikan untuk Allah dan Rasul-Nya saja?


Saabat formasi, sudah saatnya kita lebih memfokuskan diri  untuk tugas yang sesungguhnya.


Tugas apa? Tugas ini bukan hanya tugas sekolah atau tugas rumah,  namun tugas yang sangat penting yaitu sebagai generasi pembawa perubahan kepada umat. Tapi tentunya perubahan yang kita bawa harus bersandarkan pada Islam, karena jelas kita adalah remaja muslim yang semua hal haruslah didasarkan pada asas islam, sesuai al-qur’an dan as-sunah. Dan kita harus sadar bahwa Islam adalah satu-satunya solusi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Termasuk permasalahan yang saat ini menimpa remaja yaitu pergaulan bebas, penyalahgunaan narkotika, miras, geng motor, tawuran, bullying, LGBT, dll. Hanya dengan Islam semua bisa di atasi dan kita akan menemukan kebahagiaan sejati, bukan dengan yang lainnya.


Saatnya move on Sahabat, kita berbenah, menjadi produktif selagi nyawa masih melekat di jasad. Karena usia muda tak sepantasnya berlalu sia-sia.


Rasulullah Saw bersabda:

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu)". (HR.Tirmidzi)


Generasi Muslim harusnya mencontoh para pemuda di zaman Rasulullah Saw dan para sahabat. Mereka tidak disibukkan oleh perkara dunia, melainkan sibuk bergerak demi perbaikan umat. Mengumpulkan bekal akhirat. Bahkan mereka rela meninggalkan kesenangan dunia, demi mendekat kepada Allah. Contohnya Mush’ab bin Umar. Kehidupan mewah berani dia tinggalkan demi ikut berjuang di jalan Islam bersama Rasulullah Saw.


Generasi Muslim menggambar kan generasi cemerlang, yang smart dan juga syar’i

Secercah harapan, belumlah padam. Masih ada kesempatan untuk membalikkan keadaan. Seperti firman Allah Swt :

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (TQS ar-Ra’du : 11)


Allah pun telah memberi gelar kepada kaum muslimin yang tidak dimiliki oleh kaum yang lainnya,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali 'Imran [3]: 110).


Agar kembali menjadi umat terbaik, kuncinya ada pada keinginan besar menuju perubahan. Jangan dulu skeptis apalagi apatis. Untuk mencapai keberhasilan dalam mengubah kondisi remaja yang dilanda krisis, remaja butuh mengupgrade pemahamannya membentuk moral degan menanamkan keimanan serta pembentukan karakter yang kuat. Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, maka di sinilah pentingnya pembinaan. Yakni sebuah mekanisme untuk menempa kepribadian Islam dalam diri para remaja. Mereka akan dipahamkan tentang pola pikir dan pola sikap Islam. Dituntun untuk kembali menemukan jati dirinya.


Butuh kerjasama antara _keluarga, masyarakat dan negara_ untuk menempa remaja agar tak hanya smart tapi juga syar’i. Memahami islam sepenuhnya dan tunduk serta patuh pada aturan yang dibuat oleh Allah SWT juga sesuai dengan ajaran Rasulullah saw. Semua itu demi pembuktian akan keimanan kepada Sang Khaliq.


Sahabat, bersyukurlah karena Allah karuniakan nikmat  Islam untuk kita dimana islam harusnya kita pahami bukan sekedar agama. Tapi sekaligus ideologi yang istimewa. Ideologi yang bersumber dari Wahyu Allah sang maha segalanya. Yang dengan kesempurnaan aturannya jika diterapkan akan memudahkan kita sebagai generasi dapat mencapai tujuan menjadi agen perubahan. 


So, let’s be generasi smart n syar’i harapan umat. Mulai sedini mungkin mempersiapkan diri dan menambah tsaqofah Islam, pemahaman Islam, menampilkan Islam sebagai identitas, dan mengopinikan Islam sebagai sistem hidup yang lengkap dan sempurna. Kita tinggalkan sistem sekuler Barat yang telah terbukti gagal dan merusak. Dan kembali pada Islam secara kaffah sebagai satu-satunya alternatif bagi kemuliaan umat. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Generasi Islam, Generasi Smart dan Syar’i"