Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gunakan Waktumu Sebagai Kesempatan Untuk Bertaubat


Oleh: Mochamad Efendi


Terpapar covid-19 dianggap sebagian orang jalan menuju kematian, apalagi yang memiliki penyakit bawaan. Sungguh, manakutkan saat dinyatakan terpapar corona, tidak hanya fisik tapi secara mental juga tertekan. Badan mulai terasa sakit, demam, sesak nafas dan mulai kejang. Alat bantu pernafasan mulai dipasang, tidak lagi bebas menghirup udara kehidupan. Baru disadari begitu berartinya hidup yang banyak orang sering menyia-nyiakan. Lupa bersyukur atas banyak nikmat yang tidak terhitung sehingga masih saja berkeluh kesah. Beruntung mereka yang masih diberikan kesempatan kedua. Terbebas dari maut yang terasa datang menjemput dengan tanda-tanda kematian yang membuat orang merasa takut.


Tidak hanya dirinya sendiri merasa ketakutan karena hidup terasa pada ujung menuju kematian tapi seluruh keluarga dan orang terdekat  juga Ikut gusar dan kuwatir. Virus corona sudah menggemparkan seluruh penjuru dunia. Namun, peringatan ini ternyata tidak membuat mereka yang membenci Islam sadar. Masih banyak orang menolak diatur dengan Islam. Mereka disibukkan dengan urusan dunia dan lupa untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Perhiasan dunia sering membuat orang lupa padahal semua Itu hanyalah ujian bagi manusia agar diketahui siapa yang lebih baik amalannya. Mereka mau mengikuti petunjuk Illahi atau labih mengikuti hawa nafsu dengan mengikuti perspektif sekularisme dan pragmatisme dengan meninggalkan ajaran Islam yang sempurna dari Yang Maha Sempurna.


Beruntung mereka yang terpapar virus corona dan sempat kritis tapi masih bisa selamat dan sehat kembali. Tidak sedikit dari saudara kita menemui ajalnya. Makhluk super kecil telah menggemparkan dunia, dan sebagian orang diberi kesempatan kedua. Bersyukurlah pada Allah masih diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri menjadi pribadi lebih baik. Kesempatan kedua harus dijadikan pelajaran bahwa hidup pasti akan berakhir dan tidak boleh main-main lagi hanya hal yang sia-sia. Segera siapkan untuk bekal kehidupan yang kekal di akhirat nanti.


Selama jantung masih berdetak, dan kita masih bebas untuk bernafas serta nikmat hidup yang lain masih melekat pada diri kita, jangan kau sia-siakan dan segera lakukan banyak kebaikan.  Jangan kau ikuti langkah-kangkah syaitan. Ingatlah sewaktu-waktu nikmat hidup bisa dicabut, dan semua nikmat yang lain juga Ikut berakhir. Semua tidak akan bisa diperbaiki lagi saat pintu taubat sudah tertutup. 


Jangan takut hidup ini hanya sesaat dan pasti akan berakhir, sementara akhirat untuk selama-lamanya. Pegang erat ajaran Islam yang membawa kebenaran hakiki dan kabar gembira bagi yang beriman dan bertaqwa, meskipun banyak kemungkaran didukung kekuasaan, sebaliknya kewajiban untuk menjalankan syariatNya dipermasalahkan. Lebih dari Itu framing buruk, radikalisme, terorisme, intoleran terus saja didengungkan oleh kekuasaan yang membenci Islam. Islamophobia dihembuskan agar  umat menjauh dari keyakinan mereka, Islam. Ingat, kehidupan pasti berakhir sehingga sungguh rugi jika tidak mengikuti petunjukNya. Celaka bagi mereka yang mati-matian memusuhi ajaran Islam yang lurus dan mulia dengan mengikuti nafsu untuk keuntungan dunia yang semu dan menipu  yang pasti akan berakhir, sedangkan akhirat untuk selama-lamanya, kehidupan yang sebenarnya. 


Bagi yang masih punya kesempatan jangan menunggu kesempatan kedua karena bisa jadi hari ini adalah kesempatan terakhir untuk hidup di dunia dan waktu  tidak bisa diulang kembali. Oleh karena Itu gunakan  waktumu di dunia ini sebagai kesempatan untuk bertaubat dan berbenah menjadi lebih baik dengan mengikuti petunjukNya, bukan langkah-langkah syaitan yang menyesatkan.  Jangan sampai kamu menyesal saat hidup yang pasti berakhir ini, benar-benar berakhir dan tidak bisa terulang, artinya pintu taubat sudah tertutup. Sungguh, merugi merasa waktu masih panjang, sehingga enggan untuk beribadah kepada Allah SWT. Berfikir masih muda dan banyak kesempatan, tapi lupa jika ajal datang tidak harus menunggu usia tua.


Sering kesombongan membuat kita lupa diri dan tidak mampu menggunakan kesempatan untuk segera bertaubat dan berbuat kebaikan sesuai dengan ajaran Islam yang lurus. Merasa memiliki jabatan, kekayaan dan kekuasaan, kemudian bersikap arogan dengan menolak diatur dengan syariat yang menciptakan manusia, hidup dan alam semesta. Bersikap dzalim dan banyak bermaksiat, lupa jika hidup pasti berakhir. Waktu ajal tiba tidak ada satu orang pun yang mengetahuinya, bisa jadi datang tiba-tiba tanpa ada kesempatan kedua untuk bertaubat. Sungguh merugi saat mereka sedang maksiat dan berbuat dzalim, tiba-tiba waktu bertaubat sudah tertutup. Mumpung masih ada waktu dan kesempatan segera berbenah diri untuk menyiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal di akhirat nanti. (reper/toriq)

 

Posting Komentar untuk "Gunakan Waktumu Sebagai Kesempatan Untuk Bertaubat"