Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haruskah Aku Menangis?


Oleh: Mochamad Efendi


Gaes, saat hatimu tersentuh oleh kisah hidup yang menyayat hati  tiba-tiba air mata menetes begitu saja membasahi pipi tanpa kau sadari. Segera kau usap air mata yang perlahan mengalir dari ujung matamu, malu jika ada orang lain mengetahuinya. Gaes, tidak perlu malu, karena kamu punya hati yang peka serta mampu merasakan kepedihan yang dirasakan orang lain. Kamu bisa meluapkan emosi jiwa yang membuatmu merinding dan jiwamu bergetar.   Kamu menangis bukan karena cengeng atau lemah.  Menangis bisa membuatmu tenang saat kepedihan menimpa kehidupan  menyentuh hatimu yang paling dalam. Sungguh, manusiawi menangis sebagi bukti bahwa kamu masih punya hati yang perduli terhadap apa yang terjadi disekirarmu. Bersyukurlah masih bisa menangis sebagai cara untuk meluapkan emosi jiwa yang bisa membuatmu tenang dan tentram. 


Gaes, jangan menangis secara berlebihan agar mendapat perhatian dan dikasihani banyak orang. Jangan tunjukkan kelemahanmu dengan menangis dan meratapi nasibmu yang malang dan kurang beruntung. Harusnya kamu bersyukur karena masih banyak nikmat yang sering kau lupakan karena kau terlalu fokus pada masalahmu.  Saat ada masalah membelit hidup, seorang muslim sejati menjadikan sabar dan sholat penolong. Menangis ditengah malam, mencurahkan semua isi hati pada Sang Pemilik Hidup agar hidup tenang dan mendapatkan petunjuk dan solusi terbaik. Jangan tunjukkan kelemahanmu dengan menangis pada manusia, tapi ungkapkan semua isi hatimu pada Sang Pencita karena hanya Allah SWT yang akan membuat jiwamu tenang dan tentram serta memberi kemudahan segala urusan.


Dengan menangis tunjukkan bahwa kamu masih perduli dan perhatian dengan sesama. Menangis merupakan nikmat untuk mengungkapkan perasaan hati.  Menangis juga bisa menjadi satu cara agar  bisa melepaskan sesuatu yang menyesakkan dada, keluar dan menghilang sehingga jiwa terasa tenang. Ingat jangan setiap masalah dihadapi dengan tangisan dan keluh kesah, tapi hadapi semua dengan seyuman yang membuatmu ringan dalam melangkah dan terus berani menghadapi tantangan hidup penuh dengan optimise. 


Menangis sebagai tanda kau memahami kisah-kisah yang menyentuh hati. Saat kau membaca atau mendengar kisah sedih, tidak disadari menangis sebagai bentuk ekspresi emosi hati. Semua Itu mengalir begitu saja bukan dibuat-buat atau pura-pura saat memainkan peran dalam satu kisah yang menyedihkan. Menangis bukan satu kesalahan karena semua Itu terjadi begitu saja tanpa disengaja. Tiba-tiba air mata membasahi pipi saat kisah sedih menyentuh hati


Gaes, perlu kau ketahui bahwa menangis ternyata membawa manfaat bagimu. Air mata yang keluar saat menangis membantu menjaga tetap lembab dan mencegah selaput lendir mengering. Selaput lendir yang kering akan membuat penglihatan menjadi buram. Itu sebabnya, menangis membantu meningkatkan fungsi penglihatan kita. 


Selain menenangkan diri, menangis juga membantu melepaskan oksitosin dan endorfin. Zat kimia ini membuat orang merasa baik sekaligus meringankan rasa sakit fisik dan emosional. Dan ternyata, menangis juga bisa meningkatkan kualitas tidur. Menangis memiliki efek menenangkan, meningkatkan suasana hati, dan menghilangkan rasa sakit yang membantu kita tertidur lebih mudah. Satu nikmat yang sering terlupakan ternyata menangis juga di butuhkan dalam hidup Kita. Air mata yang keluar saat menangis mengandung sejumlah hormon stres. Para ilmuwan percaya hal ini membantu mengurangi tingkat stres dalam tubuh.


Menangislah selama Itu bukan untuk meratapi nasibmu, tapi bentuk perhatian pada seorang teman untuk merasakan kepedihannya. Ternyata, menangis adalah nikmat yang begitu luar biasa, diberikan pada manusia yang punya rasa dan jiwa yang peka. Lebih dari Itu, Allah SWT. memberikan manfaat lain dalam hidup dengan menangis. Sungguh, benar bahwa kita tidak akan bisa menghitung nikmat yang Allah SWT. berikan dalam hidup ini. Menangis hanya salah satu nikmat kecil yang luar biasa artinya dalam hidup kita. Gaes, menangislah jika memang itu kau perlukan, tapi jangan berlebihan apalagi jika hanya dibuat-buat untuk mendapatkan perhatian. Bersyukurlah masih bisa menangis sehingga bisa mengurangi dan bahkan menghilangkan rasa sakit dan tekanan jiwa. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Haruskah Aku Menangis?"