Hijab Syar'i VS Hijab Seksi
Oleh : Rahmania (The Voice of Muslimah Papua Barat)
Hai girls, pernah dengar istilah-istilah kerudung gaul enggak? Jilbab gaul? Atau jilbab ala selebritis? Kayak kayaknya sih sering ya.
Ya, itulah fenomena remaja saat ini, sebut aja hijab seksi. Tubuh dibungkus kaya 'lepet' bajunya yang super ketat, celana yang nggak jauh beda sama bajunya ketatnya minta ampun deh, semua lekuk tubuh sangat terlihat jelas. Belum lagi kerudungnya yang dililit-lilit kaya mau bunuh diri gitu. Bukannya di jalurkan ke dada malah sengaja memamerkan dada. Duh... Duh... Duh... kalau kayak gini sih hijab yang seharusnya jadi pelindung malah jadi pusat perhatian dan sasaran mata keranjang. kondisi seperti inilah yang membawa generasi muda pada jurang degradasi moral. Gimana enggak, hijab seksi kayak gitu pasti akan menimbulkan berbagai rangsangan seksual bagi laki-laki yang pada gilirannya menumbuhkan sikap permisif terhadap kesakralan seks.
Ternyata keadaan ini pernah diramalkan Rasulullah Saw loh gais, Rasulullah Saw bersabda:
"Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun hakekatnya telanjang. Di atas mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu kaum yang terkutuk. Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh wanginya, padahal wangi surga itu dapat dicium dari perjalanan (jarak yang sangat jauh) sekian dan sekian." [HR. At-Tabrani, Al-Mu'jam As-Shagir :223]
Hufffttt.... Semoga kita dihindarkan dari penggunaan hijab seksi kayak gitu ya. Aamiin...
Nah, terus hijab yang benar tu kayak gimana?
Oke gais, sekarang kita coba cari tahu gimana hijab yang benar (hijab syar'i). Lanjut bacanya ya.. :)
Kriteria hijab bukanlah berdasarkan kepantasan atau mode yang lagi trend, melainkan harus berdasarkan pada Al-Qur'an dan as-Sunnah ya gais. jika kedua sumber hukum islam ini telah memutuskan suatu hukum, maka seorang muslim atau muslimah dilarang membantahnya.
Hijab syar'i adalah penutup dan pelindung bagi muslimah. Hijab syar'i adalah pakaian yang menutup seluruh aurat muslimah, yang telah diatur oleh Al-Qur'an dan as-Sunnah. Para muslimah wajib menggunakan pakaian ini sebagai hijab saat keluar rumah, atau di hadapan lelaki yang bukan mahramnya. Apa aja syarat hijab syar'i itu? Ayo disimak :)
1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan (yaitu wajah dan telapak tangan)
Hal ini telah jelas disebutkan dalam Al-Qur'an dan as-Sunnah.
Allah SWT berfirman:
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)
Allah SWT berfirman:
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)
Al- Bukhari meriwayatkan dari 'Aisyah ra. berkata:
"Semoga Allah merahmati kaum wanita yang hijrah pertama kali, krtika Allah ta'ala menurunkan firman-Nya: "dan hendaklah mereka mengenakan kain kerudung mereka diulurkan ke arah baju mereka" (QS. An-Nur 24: Ayat 31). Maka kamu wanita itu merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan menutup kepala mereka dengannya."
Dari Shafiah binti Syaibah, ia bercerita; "ketika kami bersama 'Aisyah ra, mereka menyebut-nyebut kelebihan wanita Quraisy. Lalu 'Aisyah ra berkata; "memang wanita Quraisy itu memiliki kelebihan, tetapi demi Allah, sesungguhnya aku tidak pernah melihat yang lebih mulia daripada wanita Anshar mereka sangat membenarkan Kitabullah dan sangat kuat imannya kepada wahyu yang diturunkan. Ketika turun surat An- Nur, ayat yang menyuruh berkerudung, suami mereka pulang lalu membacakan kepada mereka apa yang telah Allah turunkan. Dengan segera setiap wanita menarik kain yang ada, lalu menjadikannya kerudung kepala karena membenarkan dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya." [HR. Al- Bukhari dan Abu Dawud]
2. Bukan sebagai perhiasan
Allah SWT berfirman:
"...Dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya)...)"
(QS. An-Nur 24: Ayat 31)
Secara umum ayat ini juga mencakup pakaian yang biasa terlihat jika dihiasi dengan sesuatu yang menyebabkan para laki-laki memandang ke arahnya. Hal ini juga dikuatkan oleh firman Allah Taala:
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah..."
(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 33)
3. Harus tebal, tidak tipis
Pakaian yang tipis tidak mungkin akan dapat menutupi tubuh dengan sempurna, sebab tubuh masih terlihat, bahkan hanya akan semakin menimbulkan fitnah dan godaan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaina tetapi telanjang. Di atas kepala mereka terdapat seperti punuk unta. Laknatlah mereka, karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat.
Dalam hadits lain terdapat tambahan:
Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, padahal bau surga itu dapat dicium dari jarak sekian dan sekian. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa yang dimaksud dengan wanita yang berpakaian tetapi telanjang adalah wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutupi tubuhnya.
4. Harus longgar, tidak sempit
Meskipun pakaian itu tebal, tetapi jika ketat maka masih dapat menggambarkan lekuk tubuhnya. Pernah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan sebuah baju Qibthiyah yang tebal kepada Usamah bin Zaid, kemudian Usamah memakaikan baju itu pada istrinya. Maka tatkala Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengetahuinya, beliau memerintahkan Usamah untuk menyuruh istrinya mengenakan baju dalam di balik baju Qibthiyah itu karena beliau khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya. (HR. HR. Ahmad dalam Musnadnya, Thabrani dalam Al-Kabir, Al-Bazzar dalam Musnadnya, dan Baihaqi dalam Al-Kubro).
5. Tidak diberi wewangian atau parfum
Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
Jika salah seorang di antara kalian (para wanita) keluar menuju masjid, maka janganlah kalian mendekatinya dengan memakai wewangian. (HR. Muslim)
Jika pergi ke masjid saja tidak boleh memakai parfum, tentu terlebih lagi jika pergi ke luar rumah selain ke masjid.
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, beliau berkata,
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pria yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai pria. (HR. Al-Bukhari (X: 274))
7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
..dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka. (HR. Ahmad no. 5114, 5115, dan 5667)
8. Bukan sebagai pakaian untuk mencari popularitas
Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)
Pakaian syuhroh adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk mendapatkan popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai dengan tujuan berbangga-bangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seorang untuk menunjukkan kezuhudannya dan riya.
Nah, jadi girls. Pakailah hijab syari dan istiqamahlah dengan hijab itu, niscaya engkau akan terjaga dari fitnah. Dengan berhijab maka pahala untukmu akan mengalir sepanjang hari, tetapi jika engkau tidak berhijab di depan non-mahram maka aliran dosalah yang akan engkau dapatkan. Sungguh, lebih baik merasa kepanasan di dunia karena berhijab dari pada kepanasan di neraka karena melepas hijab. Jangan engkau pedulikan omongan jelek orang tentang hijab syarimu. Tidak usah kau turuti para feminis yang mengagung-agungkan kebebasan dengan melepas hijab. Justru kebebasan itu hanya bisa kau dapatkan dengan hijab sehingga engkau akan terbebas dari pandangan liar mata keranjang dan fitnah yang merajalela. Jangan engkau termakan syubhat-syubhat seputar hijab. Yakinlah bahwa hijab adalah kewajiban dari Allah untuk seluruh muslimah di manapun dia berada dan hijab itu hanyalah mendatangkan kebaikan untukmu. Pegang kuat-kuat prinsip ini, buang jauh-jauh hawa nafsu dan syubhat-syubhat yang menerpamu. Allah Taala berfirman,
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (QS. Al-Anam: 116)
Di ayat yang lain ALLAH berfirman
Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (QS. An-Nisa: 27). (reper/yuni)


Posting Komentar untuk "Hijab Syar'i VS Hijab Seksi"