Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Islam dan Selflove


Oleh: Lutfiatul Ba’diyah (Aktivis Dakwah Milenial)


“Yuk, selflove yuk!”

“Selflove dulu baru nge-love orang!”

Yaa Kata-kata tersebut sudah tidak asing dibicarakan para milenial saat ini. Dan tidak jarang ada banyak ditemui orang berquotes tentang selflove ini beserta cara menerapkannya. 


Sebenarnya, apa sih selflove itu?

Selflove adalah bentuk apresiasi dan kepuasan atau rasa kasih sayang pada diri sendiri yang sudah seharusnya dilakukan secara utuh dan tulus, meliputi kelebihan-kelebihan serta kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh seseorang. 


Menurut Husna Widyani (2019) dalam bukunya Berpikir Positif, menyampaikan Mencintai diri sendiri berarti menerima diri sepenuhnya, apa adanya, lengkap dengan segala keunggulan maupun kelemahan kita sebagai anugerah Ilahi. Dengan demikian, ketika menyadari bahwa kita lemah, bukan berarti mengharapkan kita lemah. Namun Tuhan ingin menguji seberapa kuat dan ikhlas kita di kala Tuhan menyentuh kita dengan ujian sebagai wujud kerinduan Ilahi pada diri hambaNya untuk lebih dekat.


Disamping proses selflove ini, pasti ada banyak orang yang merasa tidak bisa selflove juga. Mereka selalu merasa memiliki banyak kekurangan yang ada di dirinya, merasa tidak puas dengan pencapaiannya, selalu membandingkan dirinya dengan orang lain bahkan sampai merasa dirinya tidak jauh lebih baik dari orang lain. Rasa kurang selflove ini sangat merugikan diri sendiri dan tidak akan membuahkan hasil apapun. Hal ini bisa terjadi karena ada racun pemikiran ideologi kapitalisme, yaitu adanya standar kebahagiaan manusia sesuai dengan kapital, adanya standar kecantikan dan standar pencapaian yang didapatkan. Selain itu, sistem yang dipakai ialah sistem sekulerisme, memisahkan Islam dari kehidupan sehingga banyak para muslim tidak tau kebahagiaan yang hakiki dari segi Islam itu seperti apa.


Trus bagaimana sih cara mempraktekkan selflove tersebut?


Menurut psikolog Neff & Dahm, cara mempraktekkan selflove ini adalah dengan cara memanjakan diri sendiri, seperti belanja, metime dan bentuk pelampiasan diri lainnya. Tapiiii, jika dilihat dari sudut pandang Islam bukan seperti itu cara selflove yang sesungguhnya. 


Memang benar, memanjakan diri sendiri itu sama sekali tidak salah. Rasanya seperti sangat puas terhadap diri sendiri. Tapi jika ada cara membahagiakan diri sendiri yang lebih bermanfaat dan bisa mendapatkan pahala juga, kenapa tidak kan?

 

Sebaik-baiknya selflove adalah menjaga diri dari api neraka, dengan cara selalu berusaha mentaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.  Menjadikan semua aktivitas kita dan pilihan yang diambil di dalam hidup harus sesuai dengan aturan Allah jadi nantinya semua standart yang ada akan hilang, karena kita hanya fokus mencari ridho Allah tanpa memperdulikan standart yang ada. 


Menyibukkan diri dengan cara mengkaji dan mempelajari syariat islam secara kaffah. Tidak suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain hanya karena perkara dunia. Dan satu hal yang sangat penting yang harus kita terapkan, yaitu mensyukuri atas semua nikmat Allah yang telah diberikan pada diri kita, Allah mengingatkan kita dalam surah Luqman ayat 12:


"Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.” [Q.S Luqman, Ayat 12]


Sikap Bersyukur akan membantu kita untuk mensyukuri nikmat yang sudah kita terima, kita akan fokus pada apa yang bermanfaat dalam hidup, dan membiarkan pikiran kita fokus pada hal yang positif.


Jadi, dengan melakukan hal yang bermanfaat tersebut akan menjadikan diri kita lebih selflove dan juga akan mengurangi dampak merugikan, ketika kita melakukan hal-hal yang unfaedah. Nantinya, kita akan mendapatkan kebahagiaan haqiqi dalam islam. Yaitu saat kita mendapatkan ridho Allah dan bisa masuk ke surga nya Allah. Aamiin. Wallahu a'lam bishowab.(reper/az)

 

Posting Komentar untuk "Islam dan Selflove"