Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencintai Yang Sementara, Melupakan Yang Abadi


Oleh: Azizah Nur Fadhilah (Santri Ponpes Darul Bayan Sumedang) 


Hidup penuh harta berlimpah, mobil mewah, motor banyak, rumah megah, baju mahal, punya restoran dan memiliki pasangan yang indah di pandang. Pasti kita merasa terkagum-kagum dan ingin memiliki itu semua, akhirnya dikalangan kita khususnya para manusia, berlomba-lomba ingin mendapatkannya dengan cara apapun tanpa memandang halal dan haram.


Bisa dengan cara bekerja non stop (buih gak cape tuh) atau dengan cara yang sadis yang bisa memakan korban jiwa bahkan nyawanya sendiri seperti mencuri, membegal, merampok, dan korupsi bisa juga dengan menjual kehormatan dan harga diri, yang biasa suka di incar-incar laki-laki buaya darat yaitu pelacur dan psk.


Mereka tersibukkan oleh dunia, sehingga melupakan tempat yang abadi yaitu akhirat. Kok bisa sih itu terjadi? Ya karena mereka terjangkit penyakit wahn. Apa itu wahn? Yaitu cinta dunia dan takut mati.


"dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang itulah kesenangan hidup di dunia, dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik. (Tqs. Al.imron:14)


Kalian tahu harta karun kan? Itulah yang suka diincar oleh sang bajak laut, harta karun itu diambil dari kisah si qorun manusia yang kikir tak mau membayar zakat, akhirnya oleh Allah ia ditimbun dalam tanah bersamaan dengan harta ia yang sangat melimpah.


Itu salah satu contoh bahayanya ketika kita terbutakan dengan kenikmatan dunia sehingga kita menjadi lalai dalam beribadah dan bahkan lupa sama tujuan hidup di dunia yaitu mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Kalau begitu kita gak usah kerja dan cari duit dong? Bukan begitu juga. Boleh bekerja bahkan harus bagi laki-laki untuk menafkahi keluarganya, yang gak boleh itu kita berlebihan dan kikir tidak mau bersedekah bahkan kita jadi sombong. Nah.. itu yang gak boleh..


Jadi kalian harus ingat dan sadar bahwa kenikmatan dunia itu hanyalah sementara. Akan berakhir ketika maut menjemput atau karena telah tibanya hari kiamat. Jangan terlena ya sobat.


Ada loh satu kenikmatan yang kalian lupakan yaitu surga tempat yang sempurna dan abadi yang tak semua manusia bisa memasukinya. Kalau surga itu ibarat sekolah favorit berarti kita harus ikut pengetesan dulu kan agar bisa keterima dan di akui di sana. Surga juga gitu harus di tes. Di tes nya dimana? Ya di dunia lah.


Makanya kita di dunia harus berlomba-lomba mencari pahala yang banyak, bukan berlomba-lomba untuk menjadi penguasa dunia. Ketika kita punya ilmu kita amalkan. Ketika kita punya harta kita salurkan kepada yang membutuhkan, ketika ada muslim yang minta pertolongan kita bantu.


Karena surga itu Allah berikan khusus kepada orang mukmin yang baik hati dan bertaqwa bukan kepada orang yang cinta dunia dan takut mati.


Merugi gak orang yang cinta dunia dan takut mati? Merugi dong karena dunia itu kenikmatan yang akan hilang dan kematian itu adalah sesuatu yang pasti seperti potongan ayat al.quran "setiap yang bernyawa akan merasakan mati" (al.imron: 195)


Jadi kesimpulannya adalah mari kita sama-sama merubah mindset kita yang tadinya kita hidup di dunia hanya ingin mencari kenikmatan semata berubah menjadi ingin beribadah kepada Allah dan berharap akan di berikan kenikmatan yang abadi yaitu surga firdaus. Amiin (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Mencintai Yang Sementara, Melupakan Yang Abadi"