Pelajaran Berharga Dalam Perjalanan Istimewa
Bulan rajab merupakan bulan yang istimewa bagi kaum muslimin, dengan tanpa mengabaikan bulan lainnya. Rajab menjadi salah satu dari empat bulan suci sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 36.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa." (QS. At-Taubah:36).
Untuk membahas lebih dalam tentang hal tersebut, pada Jumat, 19 Maret 2021 Smart With Islam Muslimah Bangil mengadakan diskusi online dengan tema "Pelajaran Berharga Dalam Perjalanan Istimewa" bersama Kak Atikah dan Kak Yumna selaku pemateri dan Bu Chamdiyah sebagai moderator, kajian ini disambut antusias oleh semua peserta.
Jadi, apa itu Isra Mikraj?
Isra merupakan perjalanan malam Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem.
Sedangkan Mi'raj merupakan perjalanan nabi Muhammad SAW dari bumi menuju langit ke tujuh, kemudian ke Sidratul Muntaha. Perjalanan yang menembus langit ke tujuh itu hanya ditempuh dalam satu malam atas perintah Allah SWT.
Isra Mikraj adalah salah satu peristiwa penting yang terjadi pada 27 Rajab. Bu Chamdiyah menjelaskan beberapa pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa Isra Mikraj. Pertama, spirit baru. Allah ingin menghibur Rasulullah SAW karena pada tahun tersebut dua orang tercinta yaitu istri beliau (ibunda Khadijah ra) dan paman beliau (Abu Thalib) dipanggil oleh Allah. Kedua, Rasulullah diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam yang ditunjukkan dan peristiwa beliau menjadi imam dari para nabi terdahulu. Hal tersebut juga menunjukan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Ketiga, kebanggaan diri sebagai seorang muslim. Melalui peristiwa tersebut kita mendapati pesan bahwa Allah telah mendeklarasikan keagungan dan kemuliaan Islam.
Kemudian Bu Chamdiyah melanjutkan dengan sebuah pertanyaan, momentum Isra Mikraj cukup viral dengan keluarbiasaan perjalanan Rasulullah itu, seperti tidak bisa dipikirkan oleh akal. Bagaimana menurut pemateri terkait hal tersebut?
"Perjalanan yang dilakukan Rasulullah itu adalah sesuatu yang tidak mungkin menurut akal manusia, tetapi hal itu sangat mungkin bagi Allah. Pada peristiwa Isra Mikraj ini mengajarkan kita bukti kebesaran dan kekuasaan Allah betapa dengan mudahnya Allah SWT memperjalankan hambanya dengan jarak yang jauh tetapi ditempuh dalam waktu yang amat singkat. Allah Maha berkuasa atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya," jelas kak Yumna.
Kemudian Kak Atikah menambahkan bahwa akal manusia itu terbatas dan ada hal-hal yang memang mampu kita pikirkan dan yang tidak mampu kita pikirkan. Segala yang tidak mampu kita pikirkan kalau kita pikirkan akan menjadikan kita pening, bahkan bisa mengarahkan kepada kesesatan. Misal di mana letak neraka, di mana letak surga, dimana tempat tinggal Allah, bagaimana wujud Allah, termasuk bagaimana penampakan buraq itu?
Oleh karena itu, berkaitan dengan peristiwa Isra dan Mikraj, sudah seharusnya cukup pengimanan yang sempurna tanpa tapi. Karena yang mengabarkan adalah Allah dan Rasul-Nya, jelas tak pernah berbohong, maka tugas kita adalah mengimaninya.
Dalam peristiwa Isra Mikraj Rasulullah mengajarkan kita spirit baru yaitu bersabar dalam menghadapi ujian. Beliau mendapatkan ujian luar biasa. Mulai dari paman yang melindungi dakwahnya itu wafat, yaitu Abu Thalib. Tidak berapa lama istri yang mendukung dakwah beliau juga wafat, yaitu Khadijah. Betapa sedih merundung hati Baginda Nabi SAW. Kelebat kelam akan masa depan jalan dakwah telah berhasil memuramkan hati Baginda Nabi SAW.
Rasulullah SAW sangat sedih pada waktu itu. Hingga kemudian Allah SWT dengan kuasa-Nya, memperjalankan Nabi yang mulia dalam perjalanan yang istimewa. Allah SWT ingin menghibur sekaligus kembali menunjukkan kepada Rasul-Nya. Bahwa ada Allah SWT yang Maha Besar. Allah menghibur Rasulullah dengan peristiwa Isra Mikraj. Pelajaran yang bisa diambil dari sini yaitu mengajarkan bahwa kesabaran itu akan mendatangkan pertolongan Allah.
Rasulullah juga mengajarkan semangat baru, yaitu kembali memperjuangkan tegaknya agama Islam di bumi Allah. Melalui momontum Isra dan Mikraj ini, kita mengingat kembali betapa semangatnya Rasulullah dan para sahabat menumbangkan segala kezaliman dan membawanya pada cahaya Islam. Rasulullah yang akhirnya menjadi kepala negara di Madinah, bukan hanya sebatas Rasul, namun juga pemimpin. Beliau memimpin sebuah negeri yang menerapkan aturan Islam secara sempurna.
Maka dari itu, hal ini juga menjadi semangat bagi kita untuk juga berjuang sebagaimana dahulu Rasulullah dan para sahabat. Meskipun tak mampu sesempurna Rasulullah dan para sahabat, setidaknya kita sudah berupaya maksimal dan semampu kita.
Rasulullah SAW diutus untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ini akan tampak ketika Islam dengan segala aturannya diterapkan secara sempurna. Mulai dari individu, masyarakat, hingga negara, maka pasti Islam sebagai rahmat akan kita rasakan.
Saat ini, kita tak mampu merasakan kerahmatan Islam itu. Bahkan para binatang pun mengalami kesengsaraan. Ini semata-mata terjadi karena kita tidak menerapkan Islam secara sempurna.
Bukankan kesempurnaan pengaturan Islam ini juga dicotohkan oleh Rasulullah?
Semoga momentum Isra dan Mikraj ini mengingatkan kita untuk terus berjuang menyampaikan Islam agar diterapkan secara sempurna, sehingga terwujud Islam rahmatan lil alamiin. (Nur Istnaini/reper)


Posting Komentar untuk "Pelajaran Berharga Dalam Perjalanan Istimewa"