Rindu Sekolah
Oleh: Mafaza Arina Al-Haq
Pertanggal 15 Maret 2021 berarti sudah genap satu tahun kami menjalani sekolah online. Suka duka pun sudah kami lalui selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung. Sekolah tapi seperti tidak sekolah, punya teman tetapi seperti tidak punya teman.
Ketika kami mencoba untuk sekolah baru berjalan satu hari sudah di hentikan lagi, di karenakan sekolah mendapat teguran dari satgas Covid. Padahal tanggal 15 Maret 2021ini sekolah kami melaksanakan ujian praktek madrasah, bisa kita bayangkan ujian praktek dengan online, bagaimana itu? Padahal ketika praktek itu membutuhkan sarana dan prasarana yang kadang tidak bisa di lakukan dengan online.
Sehingga, yang kami rasakan sekolah online lebih banyak duka nya dari pada suka nya. Apa lagi jika tinggal di desa masalah signal adalah masalah utama dalam PJJ atau daring ini. Belum lagi, bapak/ibu guru harus memantau anak-anak yang mengerjakan tugas dengan waktu yang lebih lama dari waktu ngajar disekolah. Teman-teman pun ada yang tidak pernah mengerjakan tugas, ada yang mengerjakan asal-asalan. Semua serba ribet dan rumit.
Hal itu lah yang membuat kami rindu untuk sekolah, rindu belajar bersama bapak/ibu guru, rindu bercengkrama dan bercanda bersama teman teman, dan satu lagi rindu dengan jajanan di kantin sekolah (he he). Haruskah kerinduan kami ini dipupus oleh Corona?
Pun sebagai siswa kelas 6 madrasah ibtidaiyah yang selangkah lagi lulus, rasanya semua kenangan indah di sekolah itu di ambil alih juga oleh Corona. Sudah tidak ada lagi nasihat bapak/ibu guru ataupun canda tawa dengan teman-teman.
Kami tidak ingin kondisi ini berlarut-larut, masa iya nanti kami tiba-tiba SMA tanpa pernah menyentuh bangku sekolah. Semoga kondisi segera berakhir, Corona segera pergi, pemerintah segera memberi solusi. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Rindu Sekolah"