Semangat dan Terus Berkarya
Oleh: Mochamad Efendi
Kata "Semangat dan Terus Berkarya" sering kita dengar dari para sahabat yang tergabung dalam komunitas penulis ideologis. Kata-kata itu membuat kita kuat untuk terus menggoreskan ide-ide Islami, tidak perduli lagi capek atau suntuk, ide-ide yang dikaitkan dengan ajaran harus terus mengalir bahkan jika Itu muncul hanya dalam satu kata. Kata kunci Itu yang nanti bisa ku gunakan untuk membuka untaian kata- kata yang membentuk satu kalimat. Kemudian tersusunlah kalimat-kalimat dalam satu paragraf untuk menyampaikan satu ide pokok yang bisa nanti dilanjutkan untuk membuat paragraf pendukung yang lain. Terkadang terpaksa harus berhenti sejenak saat ide tidak lagi bisa mengalir. Namun, segera bisa diteruskan lagi hingga selesai satu tulisan utuh yang siap untuk menginspirasi umat agar mau mengikuti petunjuk jalan yang lurus.
Sungguh beruntung punya sahabat yang terus menyemangati sehingga bisa terus berkarya meskipun terkadang terasa berat saat rasa malas datang menggoda. Jika bukan karena dakwah untuk mencari ridho Allah, mungkin semangat ini perlahan akan menghilang dan mati. Kata "Semangat dan Terus Berkarya" yang terucap dari para sahabat yang tergabung dalam komunitas penulis ideologis telah menghantarkan energi panas untuk menyalahkan api semangat untuk berkarya.
Walaupun menyadari kemampuan menulis belum canggih, tapi semangat menulis tidak boleh pupus. Insyaallah perlahan kamampuan menulis akan terus terasah seiring banyaknya karya yang dibaca orang lain. Ibarat pisau akan manjadi tajam jika diasah terus, begitu juga analisis kita dalam menulis. Jangan takut jelek sehingga tidak berani untuk mengupload dan membaginya pada orang lain. Padahal tulisan Itu akan benar-benar jelek jika tidak pernah dibaca orang lain. Apa hebatnya jika tulisan hanya untuk konsumsi sendiri. Tulisan jelas keren jika dibagi pada orang lain. Tidak usah kuwatir apakah tulisan dibaca atau tidak, yang terpenting kita terus berkarya dan membiarkan tulisan kita terbuka untuk bisa dibaca siap saja. Ingat Gaes, tulisan Itu akan jelek terus tanpa mengalami perbaikan menjadi lebih baik jika hanya disimpan untuk diri sendiri. Dengan dibaca orang lain bisa jadi kita akan mendapatkan kritikan dan saran agar bisa berkarya lebih baik. Lebih dari Itu, kita juga bisa mendapatkan pujian bisa berbentuk ucapan atau jempol yang mendorong kita untuk tetap menulis.
Gaes, itulah pentingnya kita tergabung dalam komunitas penulis ideologis agar bisa saling menyemangati dan mengoreksi untuk menghasilkan tulisan lebih baik lagi dan layak untuk dibaca orang lain. Tetap semangat dan terus berkarya, dan yakinkah perlahan tulisanmu akan menemukan pembacanya sendiri. Bisa jadi tanpa sepengetahuan kita, tulisan Itu ditunggu-tunggu para pembaca, karena secara periodic tulisan Itu muncul dan menyapa mereka.
Gaes, teruslah berkarya dan jangan terlalu lama berhenti menulis sehingga bisa memadamkan api semangat untuk menulis. Benar kata orang jika ingin menjadi orang pintar, berkumpulah dengan orang pintar, artinya jadikan mereka yang tekun dan semangat belajar menjadi teman. Begitu pula jika ingin menjaga ghiroh menulis, berkumpulah dengan orang-orang yang suka menulis agar kamu terus semangat untuk menulis. Tidak hanya semangat yang kau dapat tapi ide-ide menarik juga bisa kau peroleh dari mereka sehingga kamu bisa terus berkarya.
Gaes, kita juga bisa berbagi tips yang membuat kita bisa terus berkarya dan tidak berhenti untuk memperbaiki tulisan kita dari berbagai kekurangan sana-sini. Jangan berhenti belajar dan terus berlatih dalam penulisan. Jangan mudah berpuas diri, sehingga ada proses untuk memperbaiki diri dalam berkarya. Membandingkan tulisan sebelum dan sesudahnya atau bahkan dengan membaca tulisan orang lain agar bisa ditemukan kekurangan dan kelemahan yang bisa diperbaiki. Terus belajar dan berlatih dalam penulisan agar bisa menghasilkan karya yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Gaes, teruslah bersemangat untuk menulis bukan untuk mendapatkan pengakuan dari manusia. Jempol dan pujian mungkin bisa membuat kita semangat, namun semua Itu bisa menghilang. Nilai materi berupa imbalan uang bisa jadi tidak seperti yang kita harapkan sehingga membuat kita berhenti untuk menulis. Namun semangat untuk mencari ridho Allah tidak akan pernah mati dan terus menyala di dalam dada sehingga semangat untuk menulis tidak pernah mati. Teruslah berkarya untuk menciptakan mesin pahala untuk bekal kita nanti saat tidak seorangpun bisa menolong kecuali bekas-bekas kebaikan yang kita buat selama hidup di dunia yang dikaitkan dengan keimanan kita dan ajaran Islam yang lurus dan mulia. (reper/yuni)


Posting Komentar untuk "Semangat dan Terus Berkarya"