Untuk Apa Iri dan Dengki, Lebih Baik Berprestasi
Oleh: Mochamad Efendi
Iri dan dengki adalah penyakit hati yang tidak senang melihat kesuksesan orang lain dan bahkan tidak jarang berbuat buruk pada mereka yang dapat karunia lebih. Ah, rugi Gaes jika menyimpan rasa iri dan dengki didalam hati. Mending Ikut senang dengan keberhasilan orang lain atau terpacu untuk berprestasi. Iri dan dengki hanya menyakiti diri sendiri. Padahal apa yang didapat orang lain belum tentu baik buat kita. Apa yang kita dapat itulah yang terbaik yang harus disyukiri agar hidup kita bahagia dan langkah kita ringan untuk berprestasi karena ingin mencari ridho Allah.
Gaes, menyimpan rasa iri dan dengki hanya akan menyulut sakit hati dan kebencian pada sesama. Lebih asyik jika kita menyibukkan diri untuk upgrading diri dengan belajar dan berlatih agar kita bisa berprestasi. Banyak membaca akan membuat pengetahuan kita bertambah. Ikut pengajian menjadikan tsaqofah keislaman kita meningkat. Apa lagi jika kita mau membuat capaian kecil secara Istiqomah, insyaallah akan menjadi prestasi yang membuat diri kita bangga sehingga lupa untuk iri dan dengki pada orang lain.
Mendingan keberhasilan orang lain bisa dijadikan pemicu semangat kita untuk berprestasi. Jika orang lain bisa, kita harus bisa lebih dengan terus belajar dan berlatih. Bukan hanya diam dan menyimpan penyakit hati yang hanya menyakiti diri sendiri, dan tidak sedikitpun membawa kebaikan. Perlu diketahui bahwa keberhasilan seseorang bukankah penghambat bagi kita untuk juga meraih kesuksesan. Marilah kita meraih prestasi tanpa harus menghalangi orang lain yang juga ingin maraih hal yang sama, keberhasilan dalam hidup.
Gaes, iri dan dengki jangan disimpan didalam hati karena Itu hanya membuat dirimu sakit dan merusak diri sendiri. Segera bertaubat dengan mengucapkan istighfar saat menyadari ada bersemayam iri dan dengki di dalam hati. Biarkan langkahmu menjadi ringan dan hidupmu bahagia karena mensyukuri apa yang ada. Dalam al-Qur'an, kita diingatkan untuk tidak iri saat orang lain diberi karunia lebih dari kita. Ingatlah apa yang kita dapat, itulah yang terbaik buat kita. Sungguh Allah lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya. "Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (An-Nisa' ayat 32).
Menyadari kelemahan dan kekurangan akan membuat kita semangat untuk upgrade diri dengan belajar dan berlatih. Masalah akan membuat kita kuat dan bijak dalam menyikapi hidup. Janganlah penyakit iri dan dengki menguasai diri kita sehingga membuat hati tidak rela dan senang saat melihat orang mendapatkan karunia lebih dari kita. Apalagi jika diikuti perbuatan buruk dan menyakiti. Waktu dan hidup kita terlalu berharga jika harus melibatkan pada perbuatan yang didorong iri dan dengki pada orang lain. Mending sibuk dengan hal positif untuk mencetak prestasi.
Gaes, iri dan dengki sama sekali tidak membawa kebaikan pada diri kita sendiri maupun orang lain. Bahkan sering karena dorongan iri dan dengki seseorang berbuat bodoh dan melampaui batas dengan mencelakai orang lain. Oleh karena Itu dalam surat al-falaq, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan orang hasad, iri dan dengki saat mereka mereka menjahati kita baik dengan cara halus atau kasar. Banyak kejahatan dan tindak kriminal dimulai dari sifat hasad yang dibiarkan menyala dan membakar hati seseorang. Tapi, yakinlah tidak satupun kekuatan yang bisa melukai jika kita dalam lindunganNya.
Jadi mulai sekarang sibukkan dirimu dengan aktifitas positif untuk mencetak prestasi. Belajar sungguh-sungguh dan terus berlatih untuk mengasah kemampuan dan menambah wawasan dan pengetahuan. Mengaji Islam harus dilakukan agar terbentuk kepribadian Islam sehingga selalu mendapatkan hidayahNya. Buang jauh-jauh iri dan dengki dengan selalu berfikir positif pada setiap orang. Menyebar cinta pada sesama akan membuat hidupmu lebih indah, dari pada menciptakan permusuhan dan kebencian. Kita butuh sahabat yang memiliki pemahanan yang sama dalam berislam kaffah dan berdakwah sehingga hidupmu akan lebih beruntung tidak hanya di dunia tapi juga di kehidupan akhirat. (reper/baim)


Posting Komentar untuk "Untuk Apa Iri dan Dengki, Lebih Baik Berprestasi"