Cara Remaja Milenial Menyambut Ramadhan
Oleh: Anis (Komunitas Pena Islam)
Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan, ya Sob. Tapi tunggu dulu, apakah kita para milenial sudah benar dalam menyambutnya?
Terkadang diri ini terus berpikiran bahwa hari esok akan jumpa. Padahal, belum tentu, ya Sob. Mati itu tidak ada yang tahu selain Tuhan kita, Allah Swt.
Selagi masih diberi kesempatan untuk berjumpa pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kita harus benar-benar mengoptimalkan diri dalam mengisinya dengan berbagai amal salih. Karena bisa jadi, Ramadhan yang akan datang pun belum tentu kita bisa berjumpa lagi. Maka dari itu, maksimalkan lah amalan selagi kita mampu, jangan terus-menerus mengikuti hawa nafsu.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang istimewa dan mulia. Maka dari itu, sebelum memasuki bulan Ramadhan, alangkah baiknya kita saling memaafkan terhadap sesama, bukan hanya di hari raya Idul Fitri saja, sebelum Idul Fitri juga harus loh, Sob.
Selanjutnya, bagaimana jika seseorang tidak mau memaafkan kita ya? Jawabannya teruslah bujuk agar bisa memaafkannya dengan syarat tidak melakukannya lagi, harus bersungguh-sungguh. Allah saja, Rabb kita Mahapengampun, masa iya hamba-Nya tidak bisa memaafkan.
Bulan Ramadhan itu adalah bulan yang penuh berkah. Jangan jadikan Ramadhan itu beban untuk kita. Ketika akan memasuki Ramadhan, banyak orang yang berpikir tentang positif dan negatifnya. Misalnya, mereka ada yang berpikir, "Aduh besok puasa, mana cuaca pasti panas lagi, duh", "Hmm... Besok puasa tidak akan makan dan minum, pasti akan lemes deh", atau "Gimana mau semangat, stamina aja kurang."
Eits, tunggu dulu, Sob. Motto kita sebagai seorang muslim itu kan "Berlomba-lomba lah dalam hal kebaikan", maka jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk kita bermalas-malasan atau kita tidak semangat untuk berlomba dalam kebaikan. Justru di bulan Ramadhan ini, kita harus lebih gencar lagi dalam beribadah. Apabila kita beramal salih, maka Allah akan melipatgandakan pahala kita.
Karena itu, kita harus menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Kegembiraan untuk apa?
Pertama, kegembiraan untuk lebih bertakwa kepada Allah. Dengan meningkatkan ketakwaan, insyaallah, Allah akan senantiasa berada di dekat kita dan selalu melindungi kita.
Untuk mencapai derajat takwa ini, seorang hamba harus sungguh-sungguh. Tak hanya itu, takwa itu bukan saat Ramadhan saja, tetapi terus berlanjut hingga tutup usia.
Kedua, kegembiraan untuk rasa syukur kepada Allah. Lagi-lagi seorang hamba ditekankan untuk terus bersyukur. Karena dengan bersyukur, Allah akan menambahkan kepada kita kebaikan yang lebih banyak lagi. Bersyukur kepada Allah atas umur yang masih diberikan kesempatan untuk bertemu di bulan suci ini.
Ketiga, kegembiraan untuk selalu bisa bertaubat. Allah memberikan kesempatan untuk kita terus bertaubat dan terus muhasabah diri. Maka dari itu, jangan sia-sia kan kesempatan ini.
Menyambut bulan Ramadhan yang paling baik itu adalah mempersiapkan diri untuk lebih baik lagi daripada hari sebelumnya, serta tetap mengistikamahkan hati setelah beramal pada bulan Ramdhan. So, jangan hanya di bukan Ramadhan saja, tetapi harus istikamah sampai ajal menjemput. (reper/az)


Posting Komentar untuk "Cara Remaja Milenial Menyambut Ramadhan"