Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hukuman dalam Mendidik, Bolehkah?


Oleh: Mochamad Efendi


Sering orang tua yang terlalu sayang pada anaknya meniadakan pentingnya hukuman dalam mendidik. Anak salah dibiarkan, bahkan dibela dan tidak rela jika anaknya mendapatkan hukuman dari gurunya. Tidak jarang terjadi konflik antara guru dan orang tua yang tidak terima anaknya mendapatkan hukuman, padahal tindakan keras Itu diambil untuk kebaikan si-anak dalam proses pendidikan untuk membentuk karakter anak agar bisa bersikap yang baik dan tahu adab saat berinteraksi dengan orang lebih tua yang harusnya dihormati dan juga agar mereka tahu kewajiban dan larangan dalam Islam. 


Padahal dalam Islam, hukuman juga masih diperlukan dalam mendidik selama Itu tidak menyakiti. Hukuman diberikan untuk menunjukkan bahwa sesuatu Itu adalah salah dan jangan diulangi. Seperti halnya saat anak sudah baliq dan tidak melaksanakan kewajiban sholat, orang tua tidak boleh diam dan membiarkan mereka asyik dengan kesibukannya yang melupakan kewajiban.  Abu Daud (no. 495) dan Ahmad (6650) telah meriwayatkan dari Amr bin Syu'aib, dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia mereka tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka." (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Irwa'u Ghalil, no. 247)


Kitapun tahu mendidik generasi millenial tidak mudah. Mereka akrab dengan teknologi, sedikit cuek dan memiliki kepercayaan diri tinggi namun sering kurang tanggap dan kurang adab, sehingga tindakan keras terkadang diperlukan agar mereka tahu cara bersikap yang benar sesuai dengan ajaran Islam. Tanamkan pada pemahaman mereka untuk mengkaitkan setiap perbuatan dengan Islam. Hukuman adalah langkah terakhir ketika dengan langkah persuasif tidak bisa mengarahkan mereka untuk melakukan kebaikan. 


Perlu diingat bahwa hukuman diberikan bukan untuk menyakiti karena dorongan sakit hati atau dendam. Tapi hukuman perlu diberikan karena rasa cinta yang sangat mendalam pada anak kita yang tidak rela melihat mereka salah jalan. Hukuman terkadang diperlukan agar bisa mengarahkan mereka untuk bersikap yang baik dan benar. Bila perlu beri penjelasan pada mereka dan alasan kenapa harus memberikan hukuman atas sikap dan perbuatan yang tidak pantas agar tidak terulang. Hukuman  diambil untuk kebaikan mereka bukan karena benci tapi didorong rasa cinta. Jangan buat anak bingung karena tidak mengerti kenapa mereka dihukum. 


Hukuman adalah bentuk penguatan seperti halnya reward agar anak selalu mengingat bahwa sikapnya baik atau salah. Reward berupa pujian atau hadiah bisa menguatkan pada pemahaman anak bahwa sesuatu Itu baik sehingga perlu diulang dan dijadikan kebiasaan. Sebaliknya, sesuatu yang buruk perlu diberi hukuman agar mereka tahu bahwa perbuatan itu tidak boleh dilakukan Dan jangan diulang.


Namun, hukuman jangan sering diberikan apalagi tanpa ada alasan yang jelas yang membuat anak bingung. Seorang guru ataupun orang tua tidak boleh tersinggung atau marah sehingga memberikan hukuman saat anak berani menyampaikan kebenaran. Kita harus memgapresiasi buah pikiran serta keberanian anak untuk jujur, meskipun sesuatu Itu pahit dan menyakitkan. Hukuman diambil sebagai langkah terakhir agar anak mampu berbuat sesuai dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia.


Hukuman diberikan agar anak menyadari kesalahan sehingga di kemudian hari tidak mengulangi lagi dan mau berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Berikan kesempatan mereka untuk berfikir atas kesalahan yang diperbuat bukan selalu menyalahkan, tapi beri  penjelasan bahwa hukuman untuk kebaikan mereka, sehingga mereka tidak  bingung dan menciptakan sikap anti pati dan dendam pada kita. Tunjukkan bahwa kita benar-benar mencintai mereka dan hukuman diambil karena terpaksa agar mereka karena ingin melihat anak kita menjadi pribadi yang bertaqwa. 


Semua orang tua pasti sayang pada anaknya, tapi mengungkapkan rasa cinta tidak mesti harus membela padahal salah. Saat mereka melakukan kesalahan, orang tua tidak boleh diam. Kita harus ingatkan mereka, bahkan hukuman terkadang harus diambil sebagai langkah terakhir bukan karena benci tapi cinta. Semua orang tua pasti berharap agar anak kita mampu bersikap yang baik dan benar. Mereka perlu bantuan kita untuk mengarahkan agar bisa manjadi sosok anak yang memiliki kepribadian Islam. (reper/baim)

Posting Komentar untuk "Hukuman dalam Mendidik, Bolehkah?"