Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RAMADHAN, MOMENTUM MENGEMBALIKAN PERJUANGAN ISLAM

Oleh: Nilna Fithra P.


Ramadhan tiba

Ramadhan tiba

Ramadhan tiba


Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan


Ramadhan tiba semua bahagia

Tua dan muda bersuka cita

Bulan ampunan bulan yang berkah

Bulan terbebas api neraka

Begitulah sedikit cuplikan dari lagu ramadhan tiba yang dibawakan oleh opick, lagu yang sedari kecil sering kita dengar tanpa mengetahui maknanya. 


Ramdhan sebentar lagi, tinggal mengitung hari, tamu agung yang hanya datang setiap 1 tahun sekali ini pun harus mendapatkan sambutan yang terbaik. Sebab setiap kali menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, Allah pun menghiasi surga-surga-Nya dengan berbagai cahaya keindahan. Dari berbagai redaksi hadits tentang keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan, salah satu hadits meriwayatkan bahwasanya Allah memerintahkan para malaikat serta bidadari-Nya untuk menghiasi surga-surga dengan cahaya gemerlapan demi memuliakan bulan suci Ramadhan. “Kita bisa membayangkan sekiranya kita menghiasi rumah kita dengan berbagai hiasan tentunya menunjukkan tamu itu orang yang sangat kita dambakan dan muliakan. Bukan hanya sekedar hiasan dekorasi, boleh jadi kita akan menyajikan makanan dan minuman terbaik dan terlezat yang mampu kita hidangkan,” kata Ustaz Dr Miftah el-Banjary dalam tausiyah singkat yang diterima SINDOnews, Jumat (11/5/2018).


Begitu pun Allah telah memberikan kabar gembira tentang keutamaan puasa Ramadhan dari sabda Rasulullah SAW:


كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Artinya: Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari).


Namun kembali lagi ramadhan tahun ini harus dilalu ditengah krisis pandemi covid 19, membuat sebagian masyarakat mengeluhkan harga kebutuhan semakin melonjak dan merebaknya tindak kriminalisasi. Begitulah yang terjadi ditengah masyarakat, kesengsaraan dan penderitaan terus terjadi setelah hampir 100 tahun umat kehilangan kepimpinan islam yang memberikan kesejahteraan untuk seluruh umat. 


Ditengah penderitaan yang semakin parah tidak menjadikan untuk bermalas-malasan dan menjadikan Ramadhan kali ini terlewatkan begitu saja. Justru kita harus menjadikan Ramadhan kali ini sebagai momen awal untuk berhijrah menjadi yang lebih baik.


Momen untuk menyiapkan diri dan mengerahkan seluruh energi untuk memahami islam secara sempurna dan tidak hanya sebagian-sebagian serta membangun kesadaran umat untuk bersama-sama memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah islamiyah dan menerapkan islam secara kaffah.

(reper/az)

 

Posting Komentar untuk "RAMADHAN, MOMENTUM MENGEMBALIKAN PERJUANGAN ISLAM"