Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Remehkan Kebaikan Kecil, Begitu Pula Keburukan



Oleh: Mochamad Efendi


Tidak ada yang sia-sia kebaikan yang dikaitkan dengan Islam meskipun dianggap kecil. Begitu pula keburukan sekecil apapun akan mendapatkan balasanya. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (QS. Az Zalzalah: 7-8.)


Bahkan sedekeh dengan setengah butir kurma saja bisa mengantarkan ke surgaNya, jika kita melakukannya atas dasar iman dan keyakinan yang benar. "Jagalah diri kalian dari neraka meskipun hanya dengan sedekah setengah biji kurma. Barangsiapa yang tak mendapatkannya, maka ucapkanlah perkataan yang baik." (HR. Bukhari no. 1413, 3595 dan Muslim no. 1016). Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan kebaikan. Semua orang bisa berbuat kebaikan dan layak mendapatkan balasan selama hidup di dunia karena Allah tidak membebani hambaNya diluar batas kemampuannya. Ingatlah gaes, tidak ada yang lewat dari pandangan Allah atas sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, bahkan hanya dengan setengah biji kurma dan perkataan yang baik. Semua kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan pula.


Sebaliknya dalam surat al-Baqarah ayat 262, bersedekah dengan menyebut-nyebut pemberian kita dan menyakiti perasaan orang yang menerima akan menghilangkan pahala kebaikan yang sudah kita lakukan. Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 262, "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahinya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka."


Kebaikan yang dilakukan terus menerus akan menambah keimanan kita, sebaliknya keburukan dan kemaksiatan akan mengikis iman kita sampai habis. Sungguh, rugi jika perlahan iman kita menurun karena perbuatan kita yang dianggap kecil. Padahal kita tahu bahwa nikmat tertinggi dalam hidup adalah iman dan Islam. Semakin tebal iman kita semakin ringan untuk mengikuti petunjuk Allah di jalan Islam yang lurus dan mulia. Sebaliknya semakin sulit untuk melangkah menuju hidayaNya untuk menjalankan perintahNya saat iman mulai menipis. Bahwasanya amalan yang paling dicintai oleh Allah yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR Bukhar dan Muslim) . 


Gaes, sekecil apapun kebaikan sebisa mungkin lakukan dengan ikhlas untuk mencari ridho Allah, bukan takut pada manusia ataupun karena sebuah pujian. Dan semua kaitkan dengan ajaran Islam yang lurus dan mulia. Insyaallah, jika kebaikan kecil itu dilakukan terus menerus, balasan kebaikan tidak hanya di dunia tapi semua itu akan mengantarkanmu ke sebaik-baik tempat kembali.


Berbuat baik pada orang tua dengan perkataan maupun sikap yang baik jadikan kebiasaan. Jangan berkata kasar maupun kurang ajar sama orang tua karena balasanya bagi anak yang suka menyakiti hati orang tua tidak akan ditunda tapi langsung dibalas di dunia. Hal kecil yang sering kurang mendapatkan perhatian tapi dampaknya besar pada hidup kita tidak hanya di dunia tapi juga kehidupan di akhirat nanti. 


Berbohong ataupun bersikap curang mungkin dianggap biasa tapi ingatlah semua keburukan pasti akan mendapatkan balasanya. Oleh karena itu, jangan menyepelekan keburukan kecil apalagi jika dijadikan kebiasaan. Pasti semua keburukan akan mendapatkan balasanya, meskipun saat melakukannya dianggap biasa. Sungguh semua perbuatan kita akan mendapatkan balasanya, sehingga jangan dianggap sepele. 


Gaes, kalaupun kita tidak bisa menulis atau meyakinkan secara lisan pada orang lain agar mau berislam secara kaffah dan berbuat kebaikan, tidak usah berkecil hati karena kamu bisa mengeshare atau mendukung pernyataan atau tulisan yang mendukung untuk berislam secara  kaffah bukan setengah-setengah.  Seberapapun kontribusi kita tidak ada yang sia-sia, jadi tidak perlu berkecil hati, dan tidak pula menganggap kecil kebaikan orang lain. Bukan seberapa besar peran kita dalam membela agama Allah. Namun, yang terpenting keberpihakan kita pada kebenaran hakiki, ajaran Islam yang lurus dan mulia akan menjadi catatan dan bekas-bekas kebaikan yang akan dijadikan pertimbangan untuk memasukan kita ke surgaNya, sebaik-baik tempat kembali.


Gaes, kecil dan besarnya kebaikan tidak bisa diikukur dengan materi ataupun kontribusi yang dihasilkan seseorang, namun semua lebih dilihat dari niat dan usaha maksimal yang sudah dilakukan oleh seseorang. Bahkan, meskipun apa yang sudah kita lakukan tidak menghasilkan apa-apa, tapi semua usaha kita untuk melakukan kebaikan dan keikhlasan kita untuk mencari ridho Allah, tidaklah percuma. Jadi gaes, jangan berhenti melakukan kebaikan meskipun dianggap kecil seseorang, dan jangan pula coba-coba berbuat keburukan meskipun tidak ada yang melihatnya, karena Allah Maha Mengetahui dan Melihat atas segala sesuatu, dan pasti semua akan mendapatkan balasan sesuai dengan amal perbuatan yang kita lakukan. (reper/baim)

 

Posting Komentar untuk "Jangan Remehkan Kebaikan Kecil, Begitu Pula Keburukan"