Anak Aset Masjid
Oleh: Mia Fitriah Elkarimah
Pengusiran anak-anak di mesjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia. Kehadiran anak-anak di masjid ketika waktu sholat dinilai kerap mendatangkan kebisingan. Hal ini memicu beragam pendapat ada yang setuju ada yang tidak. Pendapat yang setuju memiliki alasan bahwa mengajak anak sholat berjamaah adalah salah satu ikhtiar orang tua dalam mengenalkan nilai-nilai Islami sekaligus mengajarkan mereka mencintai tempat ibadah. Sedangkan yang kontra juga memiliki alasan bahwa tingkah laku anak yang suka ramai dan seenaknya saat sholat itu mengganggu kekhusyu’an jamaah yang lain.
Saat melaksanakan ibadah shalat di masjid, sering diawali dengan imbauan mematikan alat komunikasi atau mengondisikan bagi jamaah yang membawa anak. Harapannya agar pelaksanaan ibadah shalat bisa khusyuk tanpa terganggu suara-suara dari alat komunikasi atau anak-anak.
Seyogyanya bagi orang tua yang mengajak anaknya ke mesjid, untuk lebih peduli dan mau memikirkan kenyamanan para jamaah lain agar ibadah mereka tidak terganggu. Dengan cara membuat kesepakatan antar anak dan orang tua agar nanti tenang dan tidak ramai sendiri saat sholat, tidak mengganggu orang lain. Minimal orang tua harus mengingatkan anaknya. Strategi seperti inilah yang harus diperhatikan benar oleh para orangtua yang mengajak anak-anaknya beribadah ke tempat peribadatan umum. Untuk mengingatkan diri bahwa hak beribadah seharusnya tidak boleh menabrak hak orang lain untuk mendapatkan ibadah yang khusyuk.
Sebaiknya pengelola masjid semestinya memberikan solusi dalam mengatur persoalan ini. Masjid jadi tempat hadirnya setiap jemaah tanpa ada batasan umur, fisik, ataupun status sosial. Manajemen masjid mesti memikirkan cara mengurangi kegaduhan
Apakah menghimbau bagi orang tua yang membawa anak-anak, untuk mengambil shaff paling belakang, atau pinggir. Ini dilakukan supaya tertib, supaya kelihatan indah dan tidak mengganggu kesempuraan shaff, karena terkadang anak-anak cenderung bermain saat sholat berjamaah, bisa saja, mereka tiba-tiba keluar dari shaff, sehingga shaff menjadi kosong.
Anak-anak itu merupakan aset, aset masjid juga. Mereka juga harus dibiasakan untuk sama-sama sholat berjama'ah di masjid, karena mereka juga yang nanti menjadi generasi penerus. Masjid menjadi salah satu tempat kebangkitan umat Muslim, apalagi anak-anak lebih khusus laki–laki sudah dikenalkan ke mesjid sejak dini, agar menjadi pribadi yang handal dan bangga dengan agama yang mereka miliki, Rasulullah mensabdakan itu, bahawa salah satu golongan manusia yang akan dinaungi langsung oleh Allah adalah orang yang hatinya terpaut kepada masjid. (reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Anak Aset Masjid "