Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ilmu Ala Kapitalis Vs Islam


Oleh: Cut Zhiya Kelana, S.Kom

(Aktivis Muslimah Aceh)


“Tuntutlah  ilmu hingga ke negeri Cina”, ets...yang bener itu gimana sih sob? Pernah denger kalimat ini gak sih? Dulu banget pas SMA gitu sering denger kalimat ini, katanya sih biar bisa motivasi diri. Em... nah menuntut ilmu itu memang kewajibannya seorang muslim ya, dari ayunan hingga liang lahat. Tapi tau gak sih gak semua orang berfikir seperti itu. Contohnya sih banyak, dari buat baik sampek buat jahat. Harusnya gimana sih?


Jadi seorang manusia itu Allah berikan kelebihan berupa akal untuk dia berfikir, nah gunanya akal ini adalah untuk bisa membedakan mana yang baik dan buruk. Baik buruk disini bukan pendapatnya manusia ya, tapi Allah yang menciptakan manusia yang sesempurna itu. Nah... untuk itu Allah memberikan kita ilmu untuk bisa berfikir. Jika kamu mempunyai ilmu maka ajarilah orang lain denga baik. Allah berfirman sebagai berikut :


“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Al-Alaq : 1-5) 


Dari sinilah kemudian kita berfikir bahwa semua ilmu yang ada didunia ini berasal dari Allah yang kemudian kita pelajari di dalam Al-Qur’an. Kaum yahudi dan nasrani pun tak memungkiri hal ini, namun apa jadinya jika ilmu yang mereka dapatkan dimanfaatkan untuk berbuat jahat. 


Kelahiran kapitalis adalah salah satu sistem busuk yang melahirkan orang-orang seperti ini. Mereka dibutakan oleh kejahatan yang berhasil dihembuskan iblis ke telinga mereka, ada banyak contoh yang tak kita bisa sebutkan. Ibaratnya komputer bisa bervirus  untuk bisa menghilangkan virus itu kita harus mendowload anti virus dulu. Apakah kemudian ada jaminan komputer/laptop atau HP kita tidak bervirus? tidak kan?


Karna keinginan kapitalis adalah membuat kita bergantung padanya sehingga mereka tak pernah menawarkan sebuah solusi pasti untuk membasmi virus, hanya sementara. Ibarat obat sakit kepala yang meredakan nyerinya saat sakit, sewaktu-waktu sakit kepala bisa kambuh lagi. Begitulah kerja dunia sistem kapitalis yang tak pernah berfikir habis bagaimana memutus rantai ketergantungan seperti Narkoba, kita selalu butuh solusi praktis mereka tawarkan tanpa pikir panjang kita pasti akan menerimanya.


Hal inilah membedakan kapitalis dan Islam, yang selalu memberikan solusi jitu. Solusi semua masalah sudah tercantum di dalam Al-Qur’an dan kita tidak harus bergantung pada manusia tapi pada Allah sebagai pencipta. Kita tinggal pelajari saja, dan mengajari juga dengan baik. Memang bukan seutuhnya salah manusia itu, tanpa negara dan lingkungan yang mendukung tentu akan sulit melakukan hal itu. Jika ilmu yang kita dapatkan untuk berbuat jahat seperti menipu orang, di kapitalis itu biasa saja, hak nya mereka dan urusan mereka dengan tuhannya. Namun dalam Islam semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di akhirat, baik itu menjadi pahala dan amal kita, sedangkan berbuat jahat diganjari dengan dosa dan balasannya adalah neraka. Maka terciptanya ketakwaan individu harus dimulai dari negara, lingkungan dan individunya. Buat jahat gak cukup masuk lokal aja ya...wallahu a’lam. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Ilmu Ala Kapitalis Vs Islam"