Jangan Mau Dikendalikan!
Oleh: Putri Liza
Hmm.. sepertinya udah ngga asing lagi ya di telinga kita ketika mendengar kata "Konten". Yup,, belakangan ini warga +62 banyak sekali yang terjun ke dunia perKONTENan, mau itu untuk jualan, dakwah, cooking, sekalipun keGAJEan, de el el smpe konten negatif pun ada di sosmed tersebar luas, waduuhh meresahkan ya bund, hihi. Kudu ekstra hati hati nih..
Nah,, keseringan berinteraksi dengan aneka konten seperti diatas tadi lambat laun akan membentuk sebuah pemahaman dan kebiasaan baru pada diri kita. Ini udah menjadi konsekuensi dari berulangnya sebuah aktivitas. Ya, dia akan menjadi habits atau kebiasaan. Kebiasaan yang terbagi menjadi dua pola pada diri kita. Bisa berpola baik. Sebaliknya sangat bisa berpola buruk. Jadi, sosmed itu tidak selamanya baik dan juga tidak selamanya buruk. Apa sih penyebabnya?
Yupz, penyebabnya adalah diri kita sendiri, guys. Konten konten apa yang kita nikmati maka sudah pasti akan menjadi pola kebiasaan dalam hidup kita. Ingat! Bahwa pemahaman akan menpengaruhi sikap atau perbuatan kita. Dan fakta membuktikan bahwa +62 berada diperingkat 10 besar Negara yang kecanduan sosmed, warga +62 sangat mungkin terkontaminasi dengan konten konten yang disajikan di dumay. Mengsedih banget ya gaess...
So?? Itu tergantung kita yang memilih "Life Is Choice" apakah kita akan mengendalikan diri kita kepada penikmat konten positif, atau sebaliknya. Jangan smpe kita terpedaya oleh jahatnya sosmed.
Semestinya, kita harus berperan sebegai pengendali bukan terkendali. Secara fitrah, kita pasti bisa mengontrol semua kondisi yang kita kuasai. Misalnya nih, terkait pengguna sosmed. Konten apa yang mau kita pantengin tiap hari di gadget kita. Semuanya ada dalam kendali kita. Tinggal pilih, kalian mau jadi pengendali or terkendali??..(reper/toriq)


Posting Komentar untuk "Jangan Mau Dikendalikan!"