Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Alasan Memperbanyak Bacaan Tahlil Saat Berdzikir


 Oleh: Mochamad Efendi 


Jika kita menginginkan dalam hidup ini merasa tenang, maka ingatlah pada Allah SWT. Dengan berdzikir dan memperbanyak kalimat tahlil, laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah, hidup akan terasa dekat dengan Sang Pencipta dan Pemilik Hidup, sehingga ketaatan kepadaNya meningkat. Kemiskinan, corona atau ancaman apapun tidak membuat diri menjadi takut, karena takutnya orang bertaqwa hanya kepada Allah. Ketaatan pada Allah sama dengan taat pada Rasullulah dan semua ajaran yang dibawa oleh Muhammad SAW. Dua kalimat yang kita ucapkan saat memutuskan menjadi seorang Muslim harus banyak dibaca karena jika Itu dilakukan secara Istiqomah akan membawa pada kebaikan-kabaikan dalam hidup bahkan pada hari kebangkitan setelah kita mati nanti . 


• Pertama, Terhindar dari kemiskinan jika kita memperbanyak bacaan tahlil ditambah dengan Surat al-Ikhlas dan ayat Kursi. Dengan memperbanyak bacaan ini akan tertanam keyakinan mendalam bahwa hanya Allah, Tuhan yang layak untuk disembah dan yang mencukupi segala kebutuhan serta nikmat yang luar biasa di dalam hidup. Kita juga semakin yakin untuk meningkatkan ketaatan pada Allah dengan mengikuti Rasullulah dan menjalankan semua ajaran yang dibawa olehnya, yakni Islam. Dengan membaca Surat al-Ikhlas hati kita semakin kaya, karena kepadaNya kita bergantung dan memohon pertolongan. Ditambah dengan bacaan ayat Kursi, keyakinan kita terus bertambah untuk tidak kuwatir dalam hidup karena Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang tidak pernah ngantuk dan tidur, dan segala sesuatu akan terjadi atas izin Allah. 


Gaes, yakinlah segala yang menimpa kita pasti ada hikmah baik yang menyedihkan maupun menyenangkan. Allah Maha Tahu bahwa sesuatu yang terjadi adalah terbaik bagi kita. Jadi dengan memperbanyak bacaan tahlil, ditambah dengan membaca Surat al-ikhlas dan ayat Kursi membuat hati kita selalu merasa kaya dan pandai bersyukur. Limpahan kekayaan tidak menjamin seseorang merasa kaya, karena sering malah semua Itu membuat kita menjadi merasa kurang dan miskin. Seperti, halnya saat kita meminum air laut yang tidak akan bisa menghilangkan rasa haus kita, tapi terus merasa kurang dan kurang. Berbeda saat kita  dekat dengan Sang Pemilik Hidup, kita akan semakin yakin bahwa Allah Yang Maha Kaya akan mencukupi hidup kita. Jadi tidak perlu takut ataupun gusar karena Rezeki pasti akan menghampiri hidup kita selama kita masih hidup dan tidak pernah salah alamat. 


Mulai dari sejak kita dilahirkan dan saat kita tidak bisa malakukan apa-apa, Allah menjamin Rezeki kita melewati orang-orang yang diberikan rasa cinta dalam hati mereka pada kita sehingga mereka rela merawat dan memenuhi rezeki yang diberikan Allah pada kita. Dan sering tanpa melakukan apa-apa rezeki datang, dan kita tinggal menikmatinya begitu saja. Jadi sangat rugi, mereka yang berfikir bahwa hanya usahanyalah yang akan mendatangkan Rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga berbagai cara dilakukan termasuk cara haram.


Celaka mereka yang akhirnya melanggar aturan Allah hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka bisa jadi bergelimang harta, tapi miskin hati karena merasa kurang atas Rezeki yang didapat. Sebaliknya mereka yang dekat dengan Allah dan yakin bahwa hanya Allah SWT. yang menjamin dan mencukupi Rezeki, hati kita akan selalu pandai bersyukur dan merasa kaya meskipun tidak dalam kelebihan harta.


• Kedua, orang yang selalu berzikir dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah kelak di akhirat wajahnya bersinar. Nabi Muhammad Saw bersabda : "Barang siapa setiap hari mengucapkan seratus kali laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah, maka dia akan datang di hari kiamat dengan wajah bagaikan bulan purnama." Gaes, dalam hidup ini mungkin kita dikelilingi oleh orang-orang yang mencintai, namun kelak dihari kebangkitan kita akan sendirian dan tidak ada yang bisa menolong. Apa yang kita banggakan dan cintai juga tidak punya arti. Bahkan dalam surat Yasin ayat 56, "Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." 


Pada hari Itu, kita tidak lagi bisa membela diri dengan mulut kita yang sering pandai memberikan hujah dan dalih agar tidak disalahkan. Di dunia setiap orang merasa benar dan menyalahkan orang lain dengan mulut yang pandai membuat janji-janji manis dan juga berbohong untuk menutupi kesalahannya. Tapi pada pengadilan akhirat, mulut kita dikunci sedangkan tangan yang akan berbicara atas apa yang kita kerjakan saat kita di dunia. Sedangkan kaki manjadi saksi kemana kita melangkah untuk mengikuti petunjuk Allah SWT., atau hanya mengikuti nafsu agar bisa terus berkuasa dan berbuat dzolim pada orang lain.  


Oleh karena Itu kita harus memperbanyak bacaan tahlil dalam hidup ini agar kita selalu ingat dan selalu meningkatkan ketaatan kita pada Sang Pemilik Hidup dan Penguasa Hari Pembalasan. Dan tidak hanya kebaikan di dunia, tapi juga saat kita sendirian di pandang masyar, ternyata bacaan tahlil yang sering kita ucapkan memberikan tanda kebaikan dengan bersinarnya wajah kita yang membedakan dari yang lain. Tidak usah ragu untuk membiasakan mulut kita untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, sehingga keyakinan kita akan mengakar kuat dalam setiap denyut nadi dan setiap tarikan nafas, sehingga kita kayak untuk mendapatkan syafaat dari Allah dan RasullulahNya.


• Ketiga, memperbanyak bacaan tahlil ini harus dilakukan agar lisan kita terbiasa untuk mengucapkannya pada penghujung usia kita. Perlu dibiasakan agar di akhir hidup saat sakaratul maut, lisan kita mampu membaca dua kalimat syahadat yang dengannya kita hidup dan mati. Dari Abu Dzar r.a . yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengucapkan, 'Laa ilaaha illallaah,' kemudian meninggal, maka pasti masuk surga."  Namun, jika lisan kita tidak terbiasa mengucapkan kalimat tauhid ini, mustahil kita mampu mengucapkannya, kalimat yang jarang kita ucapkan apalagi jika hidup berlumuran dosa tapi bangga dengan dosa hingga membuat hati menjadi hitam karena dosa-dosa yang telah dibuat.


Sungguh dua kalimat syahadat harus kita pegang erat-erat meskipun gelombang arus Islamophobia mencoba untuk menjauhkan umat dari keyakinannya. Tidak perlu takut menunjukkan identitas kita sebagai Muslim sejati yang taat sebenar-benar taat sehingga tidak ada kata tetapi saat Itu adalah perintah Allah, dan tidak perlu ragu untuk meninggalkan sesuatu yang haram meskipun itu menyenangkan dan dilakukan banyak orang. Yakinlah dengan mengikuti ajaran Islam secara kaffah sebagai bukti dari bacaan syahadat yang kita ucapkan akan membawa pada kebaikan dalam kehidupan di dunia maupun kehidupan setelah mati. Terkadang terlalu mengagungkan akal akan memunculkan kesombongan dan perlahan melepaskan ikatannya terhadap Islam dan lebih mengedepankan nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme yang berlebihan. 


Tidak sadar ikut-ikutan mempropagandakan radikal-radikul yang pada hakikatnya hanya untuk memusuhi Islam. Perbanyak ucapan tahlil sehingga kandungannya benar-benar mengkristal dalam pemahaman kita sehingga keislaman dan keimanan kita benar mengakar kuat dalam diri kita sehingga kebahagian hakiki sungguh kita rasakan tidak hanya di dunia tapi juga saat kembali pada kehidupan akhirat. Bacaan tahlil yang terucap perlahan mampu mengangkat noda-noda dosa yang menempel yang membuatnya sulit hati kita untuk menyambut hidayaNya yang datang pada hidup kita. (reper/toriq)

Posting Komentar untuk "Tiga Alasan Memperbanyak Bacaan Tahlil Saat Berdzikir"