Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Adakah Pangeran Berkuda Putih?

Oleh : Cut Zhiya Kelana, S.Kom

(Aktivis Peduli Remaja Aceh)


Siapa yang gak tau kisah fenomenal ini, yang menjadi banyak rujukan dan kemudian di filmkan, upik abu yang naik kelas yang teraniaya. Cerita yang laris dipasaran ini kemudian di jadikan sebuah drama dari berbagai negara. Mungkin hanya sebuah tontonan saja, tanpa maksud apapun kalo kita fikir tapi sebaliknya selain meraih rating tinggi, drama ini menjadi sebuah ujung harapan atau mimpi para wanita. Mengapa bisa seperti itu?


Lagi-lagi kita berbicara liciknya kapitalis yang dimana menjual mimpi bagi para penikmat dunia. Mimpi wanita menjadi cantik, seksi dan kaya disukai banyak pria dan menjadi rebutan. Itulah gambaran kecantikan duniawi yang selama ini membius para wanita, gak heran ketika skincare lebih banyak dijual untuk mendukung para wanita. Dan kemudian fashion, mereka juga tak lupa diet demi cantik maksimal. Dan kemudian harus menjadi terkenal dengan gampang maka tak lupa menggunakan sosmed menjadi pendukungnya. Kog bisa ya? 


Pasti kita gak mikir sejauh itu kan? Itu wajar karna kita sudah terbius didalamnya, yang terfikir dalam diri kita adalah mewujudkan mimpi itu. Sehingga memudahkan bagi kita mencari jodoh selayaknya pangeran berkuda putih. Kaya, ganteng, pinter dan atletis, yang kaya gini cari dimana kan kecuali ya itu tadi, sama2 penikmat yang sudah diracun kapitalis. Kaya gambaran di tivi lah pokoknya, padahal mereka lupa itu Cuma buatan saja.


/Kita Bukan Cinderella/

Inilah realnya yang harus kita yakini, bahwa kita bukan cinderella yang pasti akan dinikahi pangeran berkuda putih. Kita manusia biasa, tak usah mencari dalih dan menikmati racun dunia ini hingga nantinya kita menyesali diakhirnya. Cantik itu pasti karna itulah wujud seorang wanita pada lumrahnya dari ciptaan Allah, sexy pun tak harus di umbar dengan berpakaian yang tak pantas. Mengapa demikian?


Ada berapa wanita cantik yang kamu lihat di sosmedmu hari ini? Banyak bukan, namun yang real tanpa banyak polesan cantik alami bahkan tak pernah di umbar ke sosmed. Karena mereka menyadari bahwa kecantikan mereka tak layak menjadi tontonan yang bisa dinikmati setiap orang. Dan mereka mencoba melawan untuk tidak terbius oleh racun kapitalisme, yang sudah banyak menjual para wanita kepada laki-laki hidung belang. Yang akhirnya mereka menjadi korban dari pelecehan seksual, ngeri ya?


Maka sebaiknya harus kita sadari, gak usah deh bermimpi menjadi cinderella yang kemudian akan membuat hatimu hancur dan gak bisa hidup tenang. Banyak kan kita lihat para pelakor yang memikat suami orang, dan banyak pula kemudian para wanita dimanfaatkan kecantian dan kekayaannya juga. Apakah kalian juga ingat kasus pembunuhan yang dilakukan seorang wanita terhadap suaminya demi bisa ngambil hartanya dan pengen hidup sama kekasihnya yang bule. Jadi apakah kita akan tenang, sedangkan Allah telah berfirman dalam surat cintanya kepada kita untuk memilih jodoh yang baik.

“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” (TQS. An-Nuur : 26)


Tidak Ada Pangeran Berkuda Putih

Realnya memang gak ada yang namanya pangeran berkuda putih, kecuali di film, maka kita harusnya sadar siapa sih jodoh kita kelak. Seperti firman Allah dalam surat An-Nur : 26 diatas, Allah mengabarkan dua pilihan kepada kita menjadi sebaik-baiknya wanita atau menjadi wanita yang keji. Dan cerminan dari jodoh kita seperti itu pula. Jodoh itu ada ditangan kita dan itu terbentuk dari pola pemahaman kita tentang Islam. Jika sedikit yang kita ketahui maka sedikit pula yang kita pahami, jadi jangan menyalahkan Allah ketika pilihan itu sebenarnya sudah diperikan kepada kita.


Mengapa kemudian ada rumah tangga yang gak langgeng? Gak seperti yang kita inginkan, dan sepertinya kog jauh dari apa yang kita bayangkan? Yang harus kita pahami, hidup gak seindah drama korea sob! Itu terjadi karena kita dan dia dari awal gak memahami hakikat pernikahan dalam Islam, gak nuntut ilmu Islam, maunya nikah bisa mengendalikan hawa nafsu kan, tapi suami selingkuh, kasar dan malah gak mau memberi nafkah. Wal hasil, para istri memilih mencari nafkah sendiri dan menjadi mandiri agar tak diremehkan lelaki. Nah memang ini yang menjadi target utama kapitalis, yaitu menghancurkan pernikahan kaum muslim dan rumah tangganya.

Wallahu ‘Alam. (reper/Yuni)

 

Posting Komentar untuk "Adakah Pangeran Berkuda Putih?"