Al-Qur'an, Petunjuk Yang Dilupakan
Oleh: Zakiya Salsabila (Santri Ma'had Darul Bayan Sumedang)
Islam adalah agama paripurna, gak ada satupun bidang kehidupan yang gak diatur oleh syariat Islam, dari mulai tatacara ibadah, akhlak, pakaian, makanan, muamalah, hingga perpolitikan bernegara. Islam mampu mengatur detail dari setiap inci kehidupan. Dan cuma Islam yang diridhai Allah sebagai agama umat manusia.
Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam QS. Al-maidah ayat 3, "Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu untukmu dan telah aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah aku ridhoi Islam sebagai agamamu."
Hmm.. kalau udah berdalil kayak gini nih, semestinya nggak ada lagi alasan bagi kita untuk nggak taat sama syariat Allah secara totalitas. Karena ini adalah suatu pembuktian keimanan seorang muslim kepada agama Allah SWT. Sangat tidak pantas lisan yang sudah mengucapkan syahadat tapi mengambil keputusan di luar ketetapan Allah SWT dan Rasulnya.
Jelas banget dong, ketetapan ini juga mengikat para penguasa. Mereka harus bin wajib meletakkan Islam sebagai petunjuk dalam setiap kebijakan. Mereka wajib memelihara urusan rakyat sesuai dengan syariat Islam, tanpa memandang kepentingan kelompok, penguasa, dan pihak asing pastinya.
Tapi, faktanya? Tentu sangat bertentangan dengan hukum Islam. Setiap kebijakannya tidak sesuai dengan Alquran. Seperti inilah kebijakan-kebijakan yang diperoleh para penguasa di hari ini tidak menyuarakan keadilan sama sekali.
Ketika Alquran dihinakan, nyatalah kehinaan dan kebobrokan umat. Hukum Allah tak lagi berlaku. Sebagai gantinya, mereka lebih mempercayai hukum buatan Motesquieu, J.j. Rousseau atau hukum warisan penjajah. Para penguasa ini juga membuat beragam keputusan yang menguntungkan segelintir orang, tetapi merugikan rakyat kebanyakan. Penguasa semacam ini ini gak akan segan-segan berlaku zalim kepada para penentangnya. Mereka bisa berbuat apapun yang mereka mau bagi orang yang menentangnya. Serem gak tuh?
Lalu, apa yang harus kita lakukan terhadap penguasa seperti itu? Seperti yang sudah cantumkan dengan rapih dalam suatu hadis Rasulullah saw, "tetaplah berlaku sabar, sebab mati dalam keadaan taat pada Allah itu lebih baik dibandingkan hidup dalam keadaan maksiat".
So, tetep jaga ghirah dan semangat kalian untuk tetap menjadikan al-qur'an sebagai petunjuk, membela agama Allah dan tetap bertahan memperjuangkan risalahnya. Mumpung masih jiwa-jiwa muda, aura semangatnya masih membara. Siap? Takbir!
(reper/baim)


Posting Komentar untuk "Al-Qur'an, Petunjuk Yang Dilupakan"